• Tentang Kami
Sunday, January 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

DED Rampung, Pemkot Yogyakarta Ajukan Rp12 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Kewek Pada 2026

Tahap awal perbaikan jembatan Kewek akan dimulai pada 2026 dengan fokus memperkuat struktur bawah jembatan agar kerusakan tidak semakin parah.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 24, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta.

Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Kondisi Jembatan Kewek di kawasan Kleringan, Danurejan, Kota Yogyakarta, dinyatakan berada dalam status kritis. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun bersiap mengambil langkah pengamanan, termasuk melarang kendaraan berat seperti bus dan truk melintas di jembatan yang melintang di atas Sungai Code tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan pihaknya telah merencanakan perbaikan jangka panjang. Proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk perbaikan Jembatan Kewek sudah rampung. Tahap awal perbaikan akan dimulai pada 2026 dengan fokus memperkuat struktur bawah jembatan agar kerusakan tidak semakin parah.

“DED-nya sudah selesai. Tahun depan kami kuatkan bawahnya dulu supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Talud dan tanggul bawahnya akan kami kuatkan sambil bersih-bersih, karena di situ kan juga kotor,” kata Hasto, dilansir Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk memulai pekerjaan awal. Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga berupaya mengajukan dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah DIY maupun pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan jembatan secara menyeluruh. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran perbaikan diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

“Tahun depan kami juga sambil memohon anggaran dengan pemerintah provinsi maupun pusat supaya kami diberikan anggaran untuk membangun jembatan. Tapi DED-nya sudah. Saya perkirakan mungkin sekitar Rp12 miliar. Tidak terlalu banyak sebetulnya,” ujar Hasto.

Terkait rencana pembongkaran total jembatan, Hasto menegaskan bahwa kajian lebih lanjut masih diperlukan, terutama terkait kemungkinan unsur heritage pada struktur jembatan tersebut. Jika terdapat unsur cagar budaya, maka pembongkaran tidak dapat dilakukan sepenuhnya.

“Kalau ada yang sifatnya heritage kan tidak boleh dibongkar semua. Jadi akan saya pelajari,” tuturnya.

Hasto menyebut kondisi kritis Jembatan Kewek dipicu oleh faktor usia konstruksi yang sudah sangat tua.

“Jembatan Kewek itu usianya sudah lama sekali. Kekuatan strukturnya sekarang tinggal sekitar 10 sampai 20 persen, sehingga berisiko membahayakan,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian penting pemerintah, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Jalan Mangkubumi dengan kawasan Malioboro dan setiap hari dilalui kendaraan dalam jumlah besar.

Dengan pertimbangan itu, Pemkot Yogyakarta akan menerapkan pembatasan kendaraan besar, termasuk bus pariwisata, agar tidak melintasi Jembatan Kewek.

“Ke depan, bus tidak boleh masuk Malioboro lewat Jembatan Kewek karena jaraknya sangat dekat dan resikonya tinggi. Kalau bus atau truk tetap melintas, nanti rawan,” kata Hasto.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menilai konstruksi jembatan kewek yang berusia lebih dari seabad itu sudah tidak lagi layak diperkuat dengan perbaikan minor, sehingga opsi pembangunan ulang menjadi kebutuhan mendesak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menjelaskan hasil asesmen teknis menunjukkan daya tahan struktur Jembatan Kewek telah menurun drastis. Kerusakan yang terjadi bukan lagi bersifat ringan, melainkan sudah menyentuh batas kritis.

“Usianya sudah lebih dari 100 tahun. Secara teknis kondisinya kritis, sehingga tidak memungkinkan kalau hanya direhab. Sebenarnya sudah tidak renovasi lagi, tapi dibangun ulang,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Seiring dengan kondisi tersebut, Pemkot Yogyakarta menyiapkan langkah pembatasan kendaraan besar, terutama bus dan truk, yang selama ini melintas di jalur penghubung antara Jalan Mangkubumi dan kawasan Malioboro tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah beban berlebih yang bisa mempercepat kerusakan struktur.

Umi menyebut upaya yang selama ini dilakukan baru bersifat darurat, salah satunya pemasangan garis biku-biku sebagai tanda larangan parkir di atas jembatan. Tindakan ini dianggap perlu agar tidak ada kendaraan yang berhenti lama dan menambah beban statis pada struktur yang sudah melemah.

“Kalau kendaraan biasa masih aman. Tapi beban mati dari kendaraan berat yang berhenti itu sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Saat ini, DPUPKP sedang menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal persiapan pembangunan. Namun, keputusan mengenai jadwal pelaksanaan dan sumber anggaran masih dibahas lebih lanjut.

“Kami sudah menyusun DED, tetapi untuk pelaksanaannya masih berproses. Kami sedang menentukan anggaran mana yang bisa digunakan dan tahun berapa bisa direalisasikan,” kata Umi.

Tags: anggaranhasto wardoyojembatan kewekPerbaikanYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Kondisi depo sampah Kotabaru sebelum dilakukan pengosongan oleh Pemkot Yogyakarta.

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

January 9, 2026
Tim relawan dan BPBD Bantul melakukan penanganan rumah warga yang terdampak bencana cuaca ekstrem

Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 M Benahi 11 Titik Terdampak Bencana

January 7, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
Next Post
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melakukan bedah rumah secara simbolis di rumah warga di Sanggrahan, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (23/11/2025).

Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Yogyakarta Rehab Rumah Juru Kunci Makam di Umbulharjo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.