SLEMAN, POPULI.ID – Dana hibah ke padukuhan di Sleman berpotensi dipotong Rp25 juta dari rencana awal sebesar Rp50 juta imbas pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD).
Ketua Umum Paguyuban Dukuh Sleman Cokro Pamungkas, Sukiman Hadiwijoyo menyampaikan informasi mengenai pemotongan tersebut didapatkan setelah bertemu dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman.
“Saat rapat paguyuban di Kalurahan Condongcatur, informasinya dari Kepala BKAD dana hibah dikurangi Rp25 juta dari Rp50 juta,” jelasnya.
Dari rencana tersebut, ia masih berharap agar skema hibah yang awal tetap dilaksanakan. Pasalnya, besaran tersebut merupakan usulan yang diberikan oleh para dukuh ke Bupati Sleman.
Sukiman tidak berharap banyak atas pemangkasan itu. Ia juga masih mengamati situasi lantaran APBD 2026 juga belum disahkan. Hanya kalau bisa hibah dana dengan rencana awal Rp50 juta per padukuhan tetap terlaksana.
Ia menjelaskan hibah dana untuk setiap padukuhan tersebut sejak awal merupakan usulan paguyuban dukuh ke Bupati Sleman.
Disebutnya, anggaran dari daerah yang turun ke padukuhan tidak hanya untuk menjalankan program rutin tahunan, namun juga pelaksanaan pembangunan infrastruktur fisik atau kebutuhan lainya.
Ia menyampaikan bahwa padukuhan tidak juga ingin sepenuhnya tergantung dari dana hibah, namun ke depan masyarakat disebutnya perlu mandiri dengan bergotong royong melakukan pembangunan di wilayah.
Dengan jumlah besaran dana hibah yang sama, ia menyebut setiap padukuhan dapat melakukan tolok ukur proyek yang lebih matang.
“Selama ini memang persoalan biaya menjadi kendala kami. Kalau ada dana, kami bisa langsung melakukan perbaikan dan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, hanya mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan.
Belum ada keputusan resmi hingga saat ini apakah akan menerapkan rencana awal Rp50 juta per padukuhan atau ada pengurangan.
Kendati begitu, Abu memastikan program ini tetap berjalan pada 2026.
Adapun rapat paripurna (Rapur) penandatanganan persetujuan RAPBD Tahun Anggaran 2026 akan dilakukan pada Kamis (27/11/2025).
“Insyallah program ini jadi kami laksanakan. Kami masih perlu membahas bersama DPRD Sleman,” kata Abu. (populi.id/Hadid Pangestu)












