JAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Jepang dan Austria menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah, terutama di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Melalui pernyataan resmi, Kuasa Usaha ad interim Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, menyampaikan duka cita yang mendalam. “Kami menyampaikan turut berduka cita yang tulus kepada semua korban dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan melalui akun Instagram resmi Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Pemerintah Jepang menyatakan sangat berduka atas kerusakan yang ditimbulkan banjir dan tanah longsor akibat hujan deras di tiga provinsi tersebut.
“Dari lubuk hati terdalam kami mendoakan agar kondisi para korban dan juga wilayah terdampak segera pulih,” kata pihak Kedutaan.
Dukungan internasional juga datang dari Austria. Kedutaan Besar Austria di Jakarta menyampaikan simpati kepada seluruh korban terdampak.
Dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram resminya, Kedubes Austria menyatakan, “Doa kami bersama semua orang yang terkena dampak selama masa sulit ini, terutama mereka yang menghadapi kehilangan, pengungsian, dan kesulitan. Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Indonesia.”
Sebanyak 15.300 Warga Kabupaten Agam Mengungsi Akibat Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat ada sekitar 15.300 warga di tujuh kecamatan di daerah itu mengungsi akibat bencana hidrometeorologi.
“Ini merupakan warga tersebar di tujuh kecamatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Rabu (3/12/2025).
Ia mengatakan ke 15.300 warga itu tersebar di Kecamatan Palembayan sebanyak 1.511 orang, Ampek Nagari 400 orang, dan Palupuh 100 orang. Kemudian Kecamatan Tanjung Mutiara 901 orang, Tanjung Raya 9.198 orang, Malalak 2.419 orang dan, Ampek Koto 778 orang.
“Mereka mengungsi di posko yang kami sediakan, sekolah, tempat saudara dan lainnya,” kata Rahmat Lasmono.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Agam) telah mendirikan dapur umum bagi kebutuhan makan warga yang mengungsi. Sementara bahan kebutuhan pokok untuk kebutuhan warga mengungsi telah didistribusikan.
“Kami mendistribusikan bahan kebutuhan pokok untuk kebutuhan mereka,” kata Rahmat Lasmono.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin kencang, telah menelan korban 139 orang, 86 orang belum ditemukan, dan 41 orang masih dirawat.
Sementara kerugian materi akibat kejadian itu, kata dia, mencapai Rp517,06 miliar.







![ilustrasi banjir Sumatra. [x.com/@danrem]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/12/banjir-sumatra-4-75x75.jpeg)




