• Tentang Kami
Saturday, April 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Kecam Cara Komunikasi Pemerintah Soal Bencana Sumatra, Pakar: Tak Ada Empati

Tri menjelaskan bahwa respons pemerintah tidak hanya diukur dari seberapa cepat bantuan turun, tetapi juga cara komunikasi publik dilakukan.

byredaksi
December 8, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Prabowo berdialog dengan para korban bencana banjir bandang di wilayah Tapanuli Selatan

Presiden Prabowo berdialog dengan para korban bencana banjir bandang di wilayah Tapanuli Selatan. [Instagram/Prabowo/Tim Media Presiden]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Penanganan pemerintah terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra kembali menuai kritik publik. Respons yang dinilai lamban serta komunikasi yang kurang sensitif memantik sorotan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tindakan cepat, terkoordinasi, dan empatik dari para pemangku kebijakan.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus pakar komunikasi sosial politik Tri Hastuti Nur Rochimah, menegaskan bahwa dalam konteks kebencanaan, pemerintah adalah pihak yang memiliki otoritas sekaligus tanggung jawab untuk berada di garis terdepan. Respons cepat dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, menurutnya, menjadi kunci penyelamatan situasi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

“Dalam situasi bencana, pihak yang punya kewenangan untuk merespons secara cepat adalah pemerintah. Mereka harus berada di garis terdepan, baik di tingkat pusat, daerah, maupun wilayah, sambil mengajak masyarakat berkolaborasi,” ujarnya dilansir dari laman UMY, Senin (8/12/2025).

Tri menjelaskan bahwa respons pemerintah tidak hanya diukur dari seberapa cepat bantuan turun, tetapi juga cara komunikasi publik dilakukan. Di era digital, masyarakat tidak lagi menjadi penerima informasi pasif, mereka turut menilai konsistensi, rekam jejak, dan empati dalam setiap pernyataan pemerintah.

“Komunikasi publik dalam situasi bencana harus empatik. Empati bukan hanya dalam kata-kata, tapi terutama dalam tindakan,” tegasnya.

Ia menyoroti sejumlah pernyataan pejabat yang muncul di ruang publik dan media sosial, yang dinilai tidak menunjukkan empati dan bahkan terkesan meremehkan situasi.

“Bahkan ada salah satu tokoh lembaga yang mengatakan banjir itu hanya ramai di media sosial. Itu tentu sangat melukai masyarakat, apalagi ketika bukti kerusakan dan korban jelas terlihat,” tambahnya.

Tri mengingatkan bahwa komunikasi publik yang defensif justru dapat memperburuk citra pemerintah. Alih-alih menenangkan masyarakat, sikap tersebut memunculkan gelombang kritik baru, terutama di ruang digital yang menyimpan rekam jejak pernyataan masa lalu.

“Di era digital, masyarakat dengan mudah menemukan pernyataan lama pejabat. Jadi apa yang disampaikan hari ini harus selaras dengan ucapan maupun tindakan sebelumnya. Konsistensi itu penting,” jelasnya.

Selain empati dan kejujuran, Tri menekankan pentingnya koordinasi komunikasi agar pesan yang disampaikan pejabat tidak saling bertentangan. Ia menegaskan bahwa keberagaman suara di antara pejabat dapat membingungkan publik dan menggerus kepercayaan masyarakat.

“Pemerintah itu satu tim. Komunikasinya harus berada dalam satu halaman yang sama. Jangan sampai pejabat satu bicara A, yang lain bicara B, dan stafnya bicara hal yang berbeda lagi. Ini bukan hanya membingungkan, tapi juga mengganggu kepercayaan publik,” ujarnya.

Tri menyampaikan bahwa langkah perbaikan tetap terbuka untuk dilakukan. Pemerintah, menurutnya, tidak perlu ragu meminta maaf jika terjadi kesalahan komunikasi atau keterlambatan respons, selama disertai aksi nyata.

“Tidak apa-apa mengakui kesalahan dan meminta maaf. Yang penting setelah itu ada kerja nyata, langkah konkret, dan konsistensi dalam membantu masyarakat,” pungkasnya.

Tags: bencanaempatikomunikasipemerintahSumatraTri Hastuti Nur RochimahUMY

Related Posts

Kajari Karo Danke Rajagukguk saat menghadiri sidang dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

April 7, 2026
Dosen Hubungan Internasional UMY, Idham Badruzaman.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

April 3, 2026
Ilustrasi imunisasi

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

March 16, 2026
Harga Tiket Bus ke Sumatra di Terminal Giwangan Naik Rp110 Ribu Jelang Lebaran

Harga Tiket Bus ke Sumatra di Terminal Giwangan Naik Rp110 Ribu Jelang Lebaran

March 10, 2026
Logo mobil buatan pabrikan India, Mahindra, yang dikabarkan bakal jadi rekanan Indonesia untuk pemenuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih

Akademisi UMY Desak Pemerintah Kaji Ulang Soal Impor Mobil India: Tidak Rasional

February 25, 2026
Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
Next Post
Kejaksaan Negeri Sleman sampaikan rilis terbaru terkait berkas perkara kasus dana hibah pariwisata Sleman, Selasa (8/12/2025).

Berkas Perkara SP Soal Korupsi Hibah Pariwisata Dinyatakan Lengkap, Segera Diadili

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.