SLEMAN, POPULI.ID – Dukungan terhadap Perdana Arie Veriasa justru paling kuat datang dari rekan-rekan mahasiswa, bukan dari pihak kampusnya sendiri.
Hal ini terlihat dari kehadiran mahasiswa UNY, UGM, serta aktivis Aliansi Jogja Memanggil yang mengawal sidang perdana kasus pembakaran tenda Mapolda DIY di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (10/12/2025).
Di sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan tersebut, para mahasiswa hadir untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM KM UNY, Dani Egison, menyebut dukungan itu muncul karena kampus tidak memberikan pendampingan memadai kepada mahasiswanya yang sedang berhadapan dengan persoalan hukum.
“Kami sudah sekali audiensi ke rektorat, itu pun bukan dengan pimpinan langsung, hanya dengan Humas UNY,” kata Dani.
Ia menilai pertemuan itu tidak berlanjut pada langkah konkret pendampingan. “Itu yang sangat disayangkan, pihak kampus tidak serius mendampingi kasusnya Mas Perdana Arie,” ujarnya.
Dani menyampaikan bahwa rekan-rekan mahasiswa akhirnya harus mengambil peran untuk mengawal jalannya persidangan.
Ia menambahkan bahwa mereka siap menjelaskan sejumlah hal pada persidangan lanjutan, terutama terkait prosedur penangkapan. Meski begitu, ia menegaskan belum ada pembicaraan soal permintaan menjadi saksi.
“Mungkin sidang berikutnya dengan menghadirkan lebih banyak saksi dan proses alat bukti penangkapan Arie apakah sudah prosedural kami bisa jelaskan,” terangnya.
Keluarga Serahkan Penanganan ke Kuasa Hukum
Sementara itu, ibu Perdana Arie, Suci Hastuti, menyampaikan bahwa keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada tim kuasa hukum Bara Adil. Ia membenarkan bahwa putranya ditangkap saat sedang tidur di rumah keluarga di Kalasan.
“Proses penangkapan di rumah Kalasan. Arie sendiri sedang tidur, saksinya ada satpam sama warga,” ujarnya.
Ia memastikan kondisi Arie selama ditahan dalam keadaan baik, meski sempat mengeluhkan sakit telinga.
“Alhamdulillah sehat, pernah sekali gendang telinga sakit, mungkin agak kotor aja karena lama nggak dibersihkan,” jelas Suci. (populi.id/Hadid Pangestu)












