• Tentang Kami
Friday, January 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Muhammadiyah Desak Status Bencana Nasional untuk Wilayah Sumatra

di sejumlah wilayah Sumatra tidak dapat diperlakukan sebagai bencana daerah biasa, mengingat dampaknya telah melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah.

byredaksi
December 19, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Alat berat dikerahkan untuk percepatan perbaikan Jalan Nasional Padang-Bukittinggi, Senin (15/12). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Andhika Rivaldi)

Alat berat dikerahkan untuk percepatan perbaikan Jalan Nasional Padang-Bukittinggi, Senin (15/12). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Andhika Rivaldi)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Ketidaksiapan negara dalam menetapkan status darurat kemanusiaan nasional atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dinilai memperpanjang penderitaan para korban serta mencerminkan belum hadirnya tanggung jawab negara secara utuh.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menegaskan bahwa skala bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah melampaui kapasitas pemerintah daerah, sehingga membutuhkan komando dan penanganan nasional yang terkoordinasi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

Pakar Politik UMY: Pilkada Dipilih DPRD Berisiko Melemahkan Demokrasi Lokal

Busyro menekankan bahwa negara harus segera menetapkan status darurat kemanusiaan nasional atas rangkaian bencana tersebut. Menurutnya, penundaan penetapan status ini menunjukkan lemahnya respons negara di tengah krisis kemanusiaan berskala besar yang membutuhkan kepemimpinan pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Busyro dalam konferensi pers bertajuk “Korupsi Sumber Daya Alam dan Bencana Kemanusiaan” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (19/12/2025).

Ia menilai bencana di sejumlah wilayah Sumatra tidak dapat diperlakukan sebagai bencana daerah biasa, mengingat dampaknya telah melampaui kemampuan penanganan pemerintah daerah.

“Penetapan status darurat kemanusiaan nasional bukan soal administratif atau politis. Ini adalah bentuk tanggung jawab konstitusional negara terhadap keselamatan warganya,” tegas Busyro.

Busyro merujuk pada data korban dan kerusakan yang menunjukkan besarnya skala tragedi kemanusiaan di Sumatra. Hingga pertengahan Desember 2025, tercatat sekitar 1.053 korban meninggal dunia, lebih dari 200 orang dinyatakan hilang, serta sekitar 7.000 korban lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, bencana juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur publik secara masif. Sebanyak 290 gedung dan kantor dilaporkan rusak, disusul 219 fasilitas kesehatan dan 967 fasilitas pendidikan.

Kerusakan juga terjadi pada 145 jembatan serta sekitar 1.600 fasilitas umum lainnya, yang berdampak serius terhadap akses transportasi dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Tanpa penetapan status darurat nasional, Busyro menilai penanganan bencana berpotensi berjalan parsial, lamban, dan bergantung pada kapasitas terbatas pemerintah daerah serta solidaritas masyarakat sipil.

Kondisi tersebut dinilai berisiko memperlambat proses pemulihan dan memperpanjang penderitaan para korban.

Menurut Busyro, penetapan status darurat kemanusiaan nasional justru akan memperkuat legitimasi negara di mata publik. Langkah ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap korban serta keseriusan dalam menangani krisis kemanusiaan.

“Jika negara tidak segera mengambil alih tanggung jawab secara nasional, penderitaan korban akan semakin panjang dan pemulihan tidak berjalan optimal. Penetapan status bencana nasional bukan tanda kelemahan negara, melainkan bukti kehadiran negara. Rakyat akan melihat bahwa pemerintah benar-benar hadir ketika mereka berada dalam kondisi paling rentan,” imbuhnya.

Busyro juga menegaskan bahwa bencana kemanusiaan di Sumatra tidak dapat dilepaskan dari persoalan struktural yang lebih luas, khususnya kerusakan lingkungan akibat kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam.

Namun, dalam situasi darurat, ia menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama negara, terlepas dari perdebatan kebijakan jangka panjang.

Tags: bencana nasionalBusyro Muqoddaskrisis kemanusiaanMuhammadiyahSumatraUMY

Related Posts

Ilustrasi Venezuela

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

January 7, 2026
Ilustrasi pilkada

Pakar Politik UMY: Pilkada Dipilih DPRD Berisiko Melemahkan Demokrasi Lokal

January 3, 2026
Ilustrasi sekolah

Banyak Anak Papua Putus Sekolah, Ekonom UMY: Negara Lemah Bangun SDM

January 2, 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Dipicu Tekanan Global, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Alami Perlambatan pada 2026

December 31, 2025
Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras menjadi prioritas dalam penanganan darurat banjir di Kota Sibolga untuk mengembalikan kondisi lingkungan secara bertahap, Kamis (18/12/2025). (BNPB)

Pustral UGM Dorong Penguatan Logistik Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra

December 29, 2025
KH Muhammad Jazir yang merupakan ketua dewan syuro Masjid Jogokariyan,Senin (22/12/2025) wafat

Kenang Wafatnya Muhammad Jazir, Haedar Nashir: Teladan Dakwah Masjid

December 22, 2025
Next Post
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pandeglang lakukan monitoring dan kaji cepat di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (17/12/2025). (BPBD Kabupaten Pandeglang)

Pandeglang dan Maluku Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Rusak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.