YOGYAKARTA, POPULI.ID – Arus kendaraan yang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Ditlantas Polda DIY mencatat lonjakan volume kendaraan, khususnya dari Exit Tol Prambanan, yang berdampak pada kepadatan di sejumlah titik wisata utama seperti Malioboro dan Titik Nol Kilometer.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menjelaskan indikator utama yang digunakan adalah data kendaraan dari Exit Tol Prambanan. Pada hari normal, jumlah kendaraan yang keluar tol berkisar 9.000 hingga 10.000 kendaraan per hari.
“Kemarin, khusus pada pukul 09.00 sampai dengan 14.00 WIB, per jamnya mencapai angka 1.200 kendaraan. Ini luar biasa,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Ia menyebut hingga akhir hari Minggu, jumlah kendaraan yang masuk ke DIY mendekati angka 20.000 kendaraan. Kepadatan tersebut sudah mulai dirasakan sejak kawasan Prambanan, Jalan Solo, hingga pusat kota Yogyakarta.
“Dampaknya terlihat di kawasan wisata Malioboro dan Titik Nol Kilometer yang padat, sehingga hari ini kami lakukan patroli jalan kaki,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda DIY memberlakukan sistem buka tutup lalu lintas secara situasional di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Selain itu, Ardi juga menyampaikan prediksi peningkatan jumlah kendaraan sepanjang tahun ini. Jika pada tahun lalu jumlah kendaraan masuk DIY berdasarkan traffic counting Dinas Perhubungan Provinsi mencapai 4,5 juta, maka tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 5 hingga hampir 6 juta kendaraan.
Terkait pengamanan malam Tahun Baru, Polda DIY akan menerapkan kebijakan Car Free Night di kawasan Malioboro atas koordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Penutupan akan mulai dilakukan pukul 18.00 karena aktivitas masyarakat sudah sangat tinggi di area Malioboro dan Titik Nol Kilometer,” jelasnya.
Selain Malioboro, kepadatan juga terjadi di tiga titik utama lainnya, yakni kawasan Tugu Yogyakarta dan Jalan Solo. Polda DIY pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik.
“Kami lakukan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat bisa menentukan rute alternatif karena tiga titik tersebut dipastikan akan sangat padat dan sulit dilalui kendaraan,” kata Ardi.
Masyarakat juga disarankan untuk memanfaatkan transportasi umum jika ingin mendekati lokasi perayaan malam Tahun Baru. Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, pengendara diimbau mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan kantong-kantong parkir yang telah disiapkan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan kota dan provinsi.
Ardi menegaskan Polda DIY siap menerima lonjakan wisatawan. Persiapan telah dilakukan jauh hari melalui rapat lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY serta koordinasi dengan Polda Jawa Tengah guna menyamakan pola penanganan kepadatan lalu lintas.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, memastikan seluruh anggota Polda DIY telah dikerahkan dengan melibatkan TNI dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Saya pastikan situasi di seluruh wilayah DIY dalam keadaan aman dan kondusif,” tegas Anggoro.
Ia mengakui terdapat beberapa titik yang mengalami kepadatan akibat penambahan lebih dari 10 ribu kendaraan yang masuk ke Yogyakarta. Namun menurutnya, rekayasa lalu lintas dan kehadiran petugas di lapangan berhasil mencegah terjadinya kemacetan parah.
“Kami pelihara Jogja agar libur Natal dan Tahun Baru tetap nyaman, baik bagi warga Jogja maupun pendatang,” ujarnya.
Anggoro juga memastikan pengamanan tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga pada pencegahan tindak kriminal. Seluruh potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat telah diantisipasi di titik-titik rawan.
Selain itu, Polda DIY juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dengan menyiapkan langkah tanggap darurat bersama BMKG, BPBD, dan Basarnas.
“Jika terjadi hujan atau banjir di titik-titik tertentu, bisa kami atasi secepat mungkin agar tidak berdampak pada masyarakat,” katanya.
Anggoro menegaskan bahwa Yogyakarta tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya tingkat okupansi hotel, guest house, hingga vila di seluruh wilayah DIY.
“Saya pastikan kepada seluruh wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, Jogja dalam situasi paling kondusif dan aman,” pungkasnya.


![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)









