• Tentang Kami
Saturday, April 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Terdampak Aktivitas Pariwisata, Sebagian Karst Gunungkidul Rusak

WALHI Yogyakarta menunjukkan ada sedikitnya 13 perusahaan pariwisata yang beroperasi di KBAK Gunungsewu, merusak sekitar 34,46 hektar bentang alam karst.

byredaksi
January 5, 2026
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi batuan karst

Ilustrasi batuan karst. [vecteezy/ Bigc Studio]

0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta menyoroti dampak pariwisata terhadap lingkungan di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, Gunungkidul, yang telah diakui sebagai situs warisan dunia.

Ketua Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Yogyakarta, Rizky Abiyoga, menyatakan bahwa meskipun industri pariwisata berkembang pesat, hal itu menyebabkan kerusakan permanen pada ekosistem karst akibat pembangunan destinasi wisata skala besar yang dikelola korporasi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

BPK Mulai Audit Terinci LKPD Gunungkidul 2025, Pemkab Targetkan Opini WTP ke-11

“Perkembangan wisata di Gunungkidul memang cepat, tetapi perubahan bentang alam karst akibat pembangunan berbasis korporasi bersifat permanen dan sangat berisiko terhadap fungsi ekologis kawasan,” ujar Rizky, Minggu (4/1/2025).

Hasil investigasi WALHI Yogyakarta menunjukkan ada sedikitnya 13 perusahaan pariwisata yang beroperasi di KBAK Gunungsewu, merusak sekitar 34,46 hektar bentang alam karst.

Beberapa di antaranya adalah Heha Ocean View, Obelix Sea View, Drini Hills, Drini Park Resort, D’Girijati Hotel & Beach Club, Queen of The South Beach Resort & Hotel, Inessya Resort, Casa Coco Resort Villa & Cottage, Stone Valley, Jungwok Blue Ocean, Edge Resort, dan On The Rock.

Rizky menambahkan bahwa potensi kerusakan masih akan meningkat, terutama dengan rencana perluasan Obelix ke Pantai Sanglen yang akan memengaruhi sekitar tiga hektar karst dan ditolak warga setempat.

Kerusakan ini berdampak langsung pada hilangnya fungsi ekologis karst, termasuk kemampuan menyimpan air tanah, menyerap karbon, dan menjaga sistem hidrologi yang menopang kehidupan masyarakat sekitar.

WALHI Yogyakarta juga menemukan praktik pengambilan air tanah besar-besaran oleh industri pariwisata di wilayah ini. Dari tiga contoh perusahaan yakni;

Queen of The South Beach Resort & Hotel menarik sekitar 23.328 m³ air per tahun, Drini Park Resort sekitar 41.040 m³ per tahun, Heha Ocean View sekitar 19.080 m³ per tahun.

Rizky menegaskan bahwa praktik ini melanggar aturan. “KBAK Gunungsewu ditetapkan sebagai kawasan lindung geologi melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3045 K/40/MEM/2014 dan Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2012, yang menegaskan fungsi karst sebagai resapan dan penyimpan air tanah permanen,” katanya.

“Aktivitas korporasi pariwisata bertentangan dengan regulasi tersebut dan dapat dikategorikan sebagai perusakan lingkungan menurut UU Nomor 32 Tahun 2009,” jelasnya.

Dia menambahkan, kerusakan yang menumpuk ini mengancam geodiversitas dan biodiversitas kawasan secara permanen.

WALHI Yogyakarta mendesak pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh industri pariwisata di KBAK Gunungsewu, mencabut izin usaha yang tidak sesuai, dan menegakkan tanggung jawab hukum terhadap korporasi maupun pemerintah yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Jika tindakan ini tidak segera dilakukan, kerusakan ekologis dan sosial di Gunungkidul akan sulit diperbaiki,” pungkas Rizky. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: dampak pariwisataGunungkidulGunungsewuKarstRizky AbiyogarusakWALHI

Related Posts

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Bupati Endah Subekti bersama pihak BPK mengikuti kegiatan rangkaian pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025

BPK Mulai Audit Terinci LKPD Gunungkidul 2025, Pemkab Targetkan Opini WTP ke-11

March 30, 2026
TPR sementara menuju Pantai Parangtritis yang bakal dipindah agar tak menuai polemik lantaran letaknya yang berada di jalan provinsi yakni di Jalan Parangtritis

Berpotensi Tuai Polemik, Pemkab Bantul Berupaya Pindahkan TPR Menuju Pantai Parangtritis

March 30, 2026
Badarmiyatun (52) penjual walang goreng di jalan Jogja-Wonosari, Gunungkidul, DIY, Kamis (26/3/2026).

Nestapa Penjual Walang Goreng di Gunungkidul saat Lebaran: Pagi-Sampai Sore Hanya Laku 4 Toples

March 26, 2026
pebalap asal Gunungkidul Veda Ega Pratama ukir sejarah dengan masuk dalam jajaran pebalap elite Red Bull

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Pebalap Indonesia Pertama yang Resmi Gabung Lingkaran Elite Red Bull

March 18, 2026
Destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan menjadi satu di antara destinasi wisata hits yang cocok untuk mengisi waktu libur lebaran di Yogyakarta

7 Destinasi Wisata Hits yang Bisa Dikunjungi untuk Habiskan Libur Lebaran di Yogyakarta

March 18, 2026
Next Post
Kisah Sutopo, pensiunan PNS TNI AD yang kini jadi pegiat literasi

Kisah Sutopo, Pensiunan PNS TNI AD yang Kini Mengayuh Becak Literasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.