YOGYAKARTA, POPULI.ID – Perputaran uang kartal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mencatat jumlah uang kartal yang keluar atau outflow dari Kantor Perwakilan BI DIY pada Desember 2025 sebesar Rp1,34 triliun.
Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi outflow pada Desember 2024 yang mencapai Rp1,69 triliun atau turun sekitar 20,67 persen secara tahunan. Penurunan perputaran uang kartal ini terjadi meskipun aktivitas masyarakat meningkat selama momentum libur akhir tahun.
Sri menuturkan perputaran uang kartal ini bisa dipengaruhi tiga hal. Antara lain peningkatan transaksi non-tunai, pembayaran bantuan sosial pemerintah, dan juga jumlah wisatawan.
“Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai seiring semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Meski secara tahunan menurun, BI DIY mencatat perputaran uang kartal pada Desember 2025 meningkat tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Realisasi outflow Desember 2025 naik 76,9 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar Rp 757,51 miliar.
“Selama periode libur Nataru, kami menyiapkan uang kartal sebesar Rp 2 triliun yang disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan perbankan dan masyarakat,” kata Sudibyo.
Sementara itu, tingginya arus wisatawan selama libur Nataru juga berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Agung Dini Wahyudi Soelistyo, menyebut pasar-pasar tradisional turut dipadati pengunjung.
Ia menyebut Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro yang selama periode 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mencatat lonjakan kunjungan signifikan. Dalam satu hari, jumlah pengunjung pasar tersebut bisa mencapai lebih dari 12 ribu orang, yang merupakan akumulasi pengunjung lantai 1, 2, dan 3.
“Angka itu jauh di atas hari normal, yang rata-rata hanya sekitar 1.500 pengunjung per hari,” jelas Agung.
Kunjungan wisatawan ke Pasar Beringharjo selama libur Nataru meningkat hampir delapan kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Mayoritas pengunjung datang untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti batik, busana tradisional, aksesoris, serta aneka jajanan pasar,” ucapnya.

![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)










