GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Beberapa waktu belakangan berseliweran mengenai isu keretakan yang terjadi di antara Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dengan Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto.
Asumsi mengenai adanya keretakan di antara pemimpin Bumi Handayani tersebut mencuat lantaran mereka jarang menghadiri kegiatan secara bersama.
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Endah Subekti tak jarang hanya seorang diri menghadiri kegiatan resmi. Begitu pun sebaliknya, Wabup Joko Parwoto juga beberapa kali terpantau menghadiri kegiatan ataupun undangan sendiri.
Isu keretakan tersebut kian meruncing lantaran manuver Joko Parwoto yang memutuskan untuk bergabung bersama Partai Gerindra.
Sebelumnya ia berstatus independen kala mendampingi Endah Subekti Kuntariningsih yang berlatar PDI Perjuangan kala maju dalam Pilkada Gunungkidul 2024.
Namun isu miring terkait keretakan kepala daerah tersebut ditanggapi santai baik oleh Endah Subekti dan Joko Parwoto.
Keduanya belakangan memberikan jawaban menohok atas dugaan keretakan yang ditudingkan.
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Endah Subekti menepis isu miring yang selama ini berhembus.
Ia meyakinkan tak ada masalah dengan Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto.
Lebih lanjut ia menegaskan tak ingin terlampau jauh menanggapi isu miring yang menghinggapinya dan memilih untuk fokus bekerja bagi masyarakat Gunungkidul.
“Yen Cedhak di Kiro Dhemenan, Yen Adoh di Kiro Jothakan
Sugeng Ambal Warso kaping 65 Tingalan Wiyosan Ndalem Sri Paduka Pakualam X .
Bupati dan Wakil diundang Semua . Jadi Kami Datang di Acara Tersebut.
“Kalau Mau Menanggapi Berita di Medsos, Kasak Kusuk, Pasti Saya ndak Akan Kerja.
Ada pertanyaan dari banyak orang: Kok Itu tidak di undang, Kok acara begitu – begini Si itu tdk diundang?
Seperti seolah² saya tidak tau Aturan saja . Yg Gibah kayak pernah jd Bupati dan memimpin lebih baik saja, shg saya harus Kepo dan gemetar… Wooo Tidak!
Lagian yg Gibah kerja nya kan cuma duduk² tiduran Rokokkan di rumah, ndak ada kerjaan, sdh mapan, jd Bebas ngomong apa saja, kecuali dia ikut Membangun Gunungkidul, Berkeringat, Punya Prestasi spektakuker, baru saya berguru, jadi ngapain di tanggapi… ? (Jawab saya santai) sedang Kita yg di omongin kerja Berkeringat2, ..ndase Mlocot, sikile dangkleh² (tambah kata saya lagi) sambil Ketawa.
Bupati dan Wakil itu punya Tugas masing2, Fungsi Wabub secara umum mencakup fungsi delegatif, dan perwakilan.
Persoalan Politik Hak Masing-masing, Saya Sebagai Bupati Yg diusung 3 Partai saya Tegak Lurus Taat dan Hormat juga Setia dg Partai Pengusung.
Dengan Partai Non Pengusung Saya Tegak Hormat. Apalagi dg Lembaga Legislatif saya Sangat Memahami hrs bagaimana karena saya Juga Lulusan DPRD bahkan Ketua DPRD.
Terlepas yg lain dan Publik Bicara ttg ada yg tidak Loyal, tidak Setia dan Berkhianat, serta Tidak Tau etika dan tata krama Politik serta tidk tau Terimakasih dll, Saya tidak akan Komentar, sudah ada yg menilai.
Terimakasih Kpd Pengusung, kpd msy yg mengantarkan saya mjd Ibunya Smua Warga Masyarakat Gunungkidul dan mjd Bupati untuk smua Umat Beragama. Terima Kasih atas semua dukungan Legislatif dan Lembaga DPRD
Itu semua sudah lbh dari Cukup untuk saya Lakukan dan jalankan dg Baik.
Cedak di kiro Mesra njuk dhemenan
Adoh dikiro musuhan.
Itulah Dunia …..santai saja , Tetap Fokus Bekerja ….,” tulisnya melalui keterangan di unggahannya.
Bersama dengan keterangan tersebut, Endah pun mengunggah kebersamaan dengan Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto yang diakhiri dengan saling bersalaman.












