• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

sejumlah gejala yang sering muncul dari super flu, antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, rasa lemas yang ekstrem, nyeri otot dan sendi, sakit kepala berat

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
January 9, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengonfirmasi ditemukannya satu kasus positif yang disebut sebagai super flu di wilayahnya.

Kasus tersebut dialami seorang warga Kota Yogyakarta yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito dan saat ini telah dinyatakan pulih.

BERITA MENARIK LAINNYA

Super Flu Punya Karakter Cepat Menular, Tapi Tak Perlu Panik

Groundbreaking Gedung CMU, Menkes Percepat Transformasi RSUP Dr. Sardjito

“Setelah dilakukan penelusuran, satu kasus positif super flu itu terjadi pada akhir September 2025. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan infeksi Influenza A H3N2 subklade D,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, Jumat (9/1/2026).

Meski kasusnya terjadi pada akhir tahun lalu, Lana menyebut identitas pasien sebagai warga Kota Yogyakarta baru dipastikan dalam beberapa hari terakhir.

Kasus tersebut terdeteksi melalui sistem surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diterapkan di rumah sakit rujukan.

Terkait istilah super flu, Lana menjelaskan penyakit tersebut pada dasarnya masih merupakan influenza biasa. Namun memiliki durasi dan tingkat gejala yang lebih panjang dibanding flu pada umumnya.

“Kalau flu biasa biasanya sembuh dalam dua sampai tiga hari, super flu bisa berlangsung hingga sekitar 10 hari. Gejalanya mirip, hanya saja proses penyembuhannya lebih lama,” ujarnya.

Ia memaparkan sejumlah gejala yang sering muncul, antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, rasa lemas yang ekstrem, nyeri otot dan sendi, sakit kepala berat, serta batuk berkepanjangan yang sulit reda dalam waktu singkat.

“Penyakit ini bersifat self-limiting, artinya bisa sembuh dengan sendirinya tergantung daya tahan tubuh. Namun karena menyerang saluran pernapasan, pada kondisi tertentu bisa berisiko jika sampai mengenai paru-paru,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran, Dinkes Kota Yogyakarta terus melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang memonitor 24 jenis penyakit berpotensi wabah.

Lana juga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan waspada, terutama saat beraktivitas di tempat umum atau kerumunan.

“Penularannya melalui droplet saat berbicara, batuk, atau bersin. Jika kondisi tubuh sedang kurang fit, sebaiknya menggunakan masker dan segera beristirahat ketika mulai merasakan gejala,” paparnya.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa istilah super flu merujuk pada varian virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K. Varian ini sebenarnya bukan virus baru, melainkan hasil mutasi alami dari virus influenza yang telah lama beredar secara global.

Di DIY sendiri, kasus super flu pernah terdeteksi pada September 2025 di Kabupaten Sleman dan hanya melibatkan satu pasien anak yang kemudian pulih tanpa komplikasi serius. Terkait riwayat perjalanan dari pasien tersebut saat ini sedang dilacak oleh Dinkes DIY.

“Di bawah 10 tahun mungkin, tapi tetap di atas 5 tahun. Ini kami baru mendapatkan data kemarin, itu sedang melacak (riwayat perjalanan pasien),” ujar Anung.

Karena satu kasus super flu ditemukan pada September lalu, dipastikan pasien sudah sembuh dan pulang ke rumah.

“Kalau kejadiannya September dan kemudian dia sudah pulang berarti sudah sembuh,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Sebab super flu mirip dengan flu biasa dan secara fatality rate juga tidak virus Covid-19. Di samping itu, kasus influenza sejak September terpantau menurun di DIY

“Kalau dilihat dari pemantauan secara surveilans, ketika tidak ada peningkatan kasus lagi dan memang tidak ada peningkatan kasus, seharusnya tidak ada rantai penularan karena memang biasanya 14 hari untuk kasus itu, biasanya dipantau 14 hari,” paparnya.

Tags: Dinas KesehatanGregorius Anung TrihadiLana UnwanahRSUP Dr. Sardjitosuper fluYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi influenza

Super Flu Punya Karakter Cepat Menular, Tapi Tak Perlu Panik

January 9, 2026
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunawan Sadikin lakukan groundbreaking Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Kamis (8/1/2026).

Groundbreaking Gedung CMU, Menkes Percepat Transformasi RSUP Dr. Sardjito

January 8, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Next Post
6 Destinasi Wisata di Sekitar Kawasan Plengkung Gading yang Menarik Dikunjungi

Tiga Unit Wisata Kraton Yogyakarta Alami Penurunan Kunjungan pada 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.