YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sepak terjang Rara Istiati Wulandari atau yang tersohor sebagai Rara si pawang hujan makin ke sini kian membuat tepok jidat. Terbaru ia diusir saat mengikuti prosesi labuhan Keraton Yogyakarta.
Tapi momen diusir nyatanya bukan pertama kali lho dialami Mbak Rara si pawang hujan.
Menurut jejak digital, perempuan yang memiliki tempat tinggal di wilayah Sleman itu tercatat sudah beberapa kali diusir dalam sebuah kegiatan.
Berikut populi.id rangkum sejumlah momen ketika Mbak Rara si pawang hujan diusir.
Diusir dari Aceh
Momen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 silam sempat mencuri perhatian ketika sosok yang Mbak Rara si pawang hujan muncul di tengah venue Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.
Dalam video viral berdurasi 27 detik, tampak sosok Mbak Rara berjalan di pinggir lapangan sembari melakukan ritual tolak hujan.
Aksinya tersebut pun menuai kontroversi hingga jadi perhatian pemerintah daerah setempat.
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA langsung menerbitkan surat perintah pemulangan Mbak Rara.
Alasannya, pemerintah setempat tak pernah meminta bantuan pawang hujan untuk mengamankan PON Aceh.
Selain itu kegiatan yang dilakukan Mbak Rara tidak sesuai dengan Syariat Islam yang diterapkan di Aceh.
Menindaklanjuti perintah Safrizal, PT WIKA dan PT Nindya Karya, selaku penanggung jawab proyek Stadion Harapan Bangsa kemudian memulangkan Rara si pawang hujan.
Dalam keterangan dari penanggung jawab, kedatangan Rara merupakan inisiatif dari pekerja proyek yang bermaksud untuk meminta bantuan guna mengantisipasi hujan agar tak mengganggu jalannya proyek di Stadion yang dipakai sebagai venue PON.
Rara diketahui dipulangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang.
2. Konser Blackpink
Seperti tak kapok, Rara si pawang hujan kembali mengalami insiden diusir.
Kali ini ketika dirinya berupaya masuk ke venue di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Rara diusir oleh petugas keamanan yang menjaga di sekitaran Stadion GBK lantaran tak memiliki izin untuk mengakses ke area dalam konser.
Dalam akun Tiktok babunya_mbajon, dijelaskan Rara disebut sempat berupaya masuk ke venue konser.
Ia konon mengaku sebagai pawang hujan dalam konser tersebut.
Tetapi ketika pihak keamanan konser meminta Rara menunjukkan surat izin dari promotor, yang bersangkutan tak mampu menunjukkan.
Lantaran tak mampu menunjukkan surat izin, Rara pun tak diperbolehkan masuk ke venue.
3. Prosesi Labuhan Keraton Yogyakarta
Terbaru, Rara si pawang hujan sempat diusir ketika berupaya mengikuti prosesi Labuhan Keraton Yogyakarta.
Dalam video yang beredar luas dengan narasi mbak Rara diusir, terlihat yang bersangkutan sempat berdebat dengan abdi dalem penanggung jawab prosesi.
Rara sempat berkilah bahwa kedatangannya ke prosesi labuhan atas undangan sosok yang disebutnya juga abdi dalem bernama Romo Rekso untuk menangkal hujan.
Gegara hal tersebut, pihak Keraton Yogyakarta pun sampai harus memberikan penjelasan.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono menegaskan hajad dalem Labuhan Parangkusumo hanya dilakukan oleh abdi dalem.
Ia menyebut meski kegiatan tersebut terbuka untuk umum, tetapi masyarakat umum hanya bisa menyaksikkan dari luar dengan menjaga ketertiban.
“Bila ada pihak luar baik perorangan maupun lembaga yang akan terlibat dalam agenda keraton harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura,” tegasnya.

![Ilustrasi dampak deforestasi yang mengakibatkan banjir. [pexels/Nikita Belokhonov]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/12/pexels-traveliving-4858613-120x86.jpg)










