• Tentang Kami
Tuesday, August 25, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Pangastho Aji, Singkap Laku Sri Sultan HB VIII

Pameran bertajuk Pangastho Aji dibuka dengan pertunjukan seni Wayang Wong lakon Parta Krama yang merupakan karya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII

byGalih Priatmojo
September 27, 2025
in headline, Kultur
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Pagelaran Wayang Wong dalam pembukaan pameran Pangastho Aji Laku Sri Sultan HB VIII, di Komplek Keraton Yogyakarta, Jumat (26/9/2025) malam.

Pagelaran Wayang Wong dalam pembukaan pameran Pangastho Aji Laku Sri Sultan HB VIII, di Komplek Keraton Yogyakarta, Jumat (26/9/2025) malam. [Dok Humas Jogja]

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pameran akhir tahun Keraton Yogyakarta bertajuk ‘Pangastho Aji, Laku Sultan Kedelapan’, secara resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025) malam, di Kagungan Dalem Pagelaran Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pembukaan pameran tersebut, diwarnai dengan pertunjukan seni Wayang Wong lakon Parta Krama, yang tampil apik menyedot perhatian para penonton.

Dalam kesempatan tersebut, pameran temporer dibuka langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut menyaksikan pertunjukan wayang wong karya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tersebut. Sri Sultan mengungkapkan, pameran Pangastho Aji ialah sebuah laku ziarah budaya yang menyingkap laku Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sultan HB X Beri Wejangan ke Veda Ega dan Mario Aji: Jangan Kalah Sebelum Bertanding

Menkeu Purbaya Resmikan 80 Becak Listrik Wisata di Yogyakarta, Dibuat 100 Persen Tenaga Lokal

“Beliau, Sang Raja Kedelapan, mengajarkan kepada kita bahwa kekuasaan tanpa kebudayaan hanyalah kekosongan, dan kebudayaan tanpa keberpihakan pada rakyat hanyalah hiasan belaka. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menumbuhkan “demokrasi seni”, membuka pintu keraton, agar denyut tari, gamelan, dan wayang wong dapat dirasakan kawula, bahkan para pelajar asing yang datang menimba ilmu. Inilah teladan kepemimpinan yang sejati, tidak meninggikan sekat, melainkan menyalakan pelita bagi semua,” jelas Sri Sultan.

Lebih dari itu, Sri Sultan menyebut, Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menegaskan, bahwa modernisasi tidak harus merampas tradisi. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menyongsong pendidikan barat, mengutus putra-putrinya belajar ke Belanda, sekaligus tetap memelihara kearifan Jawa. Beliau merintis industrialisasi awal Yogyakarta, tetapi tetap memastikan kebudayaan menjadi dasar pijakan.

“Inilah keluhuran seorang pemimpin, yang mampu menautkan “sangkan paraning dumadi”, akar dan tujuan hidup, dengan denyut zaman yang terus berubah. Dan di tengah perjalanan bangsa Indonesia kini, sabda leluhur itu kembali terasa relevan. Pembangunan yang kita kejar, akan kehilangan jiwa jika abai terhadap kerakyatan dan keadilan. Hal ini senada dengan falsafah “Hamemayu Hayuning Bawana”, sebuah kewaiban moral, untuk memelihara keindahan dan keselamatan dunia, serta menjaga keseimbangan jagad lahir dan batin,” tutur Sri Sultan.

Untuk itu, melalui pameran ini, Sri Sultan pun mengajak semua pihak untuk merenungi teladan Sri Sultan HB VIII, sebagai inspirasi peradaban Indonesia masa kini: demokrasi yang bekerakyatan, pembangunan yang inklusif, serta resilien. “Dengan demikian, bangsa ini akan mencapai cita-cita “gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja” yang dalam bahasa global dapat kita sebut sebagai “sustainable and prosperous society”,” kata Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyampaikan, di penghujung tahun ini, tema Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menjadi pokok bahasan dari sajian di ruang-ruang pamer, setelah beberapa tokoh Sultan lainnya, lebih dulu diwujudkan pada pameran Jayapatra maupun Lenggahing Harjuno. Dalam catatan sejarah, termasuk pada sumber lisan bahwa GPH Puruboyo dianugerahi gelar Hamengku Negoro IV setelah ketiga saudara laki-lakinya tidak dinobatkan.

Penobatannya sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pun diwarnai dengan peristiwa politik yang begitu kental. Meski demikian, masa pemerintahannya dipenuhi dengan berbagai pembaharuan di bidang sosial, ekonomi, hingga seni pertunjukan. Pada masa pemerintahan yang bersamaan, praktik perwujudan budaya visual masif terjadi.

“Perubahan kentara terlihat pada ornamen-ornamen bangunan keraton yang begitu megah setelah dipugar. Penanda kekuasaan dan sengkalan dengan begitu nyata tampak pada sudut-sudut bangunan. Dalam seni pertunjukan, upaya untuk mewujudkan karakter dari setiap penari wayang wong dengan serius dikerjakan,” ucap GKR Bendara.

GKR Bendara menuturkan, Catatan Doktor Van Blankenstein, seorang jurnalis dari Belanda menggambarkan tentang kemiripan situasi Keraton Yogyakarta dengan Kekaisaran Jerman tempo dulu. Kaisar Wilhem I konsen terhadap pemajuan budaya, sehingga proyek-proyek seni tumbuh semarak. Demikian pula di Yogyakarta, semasa Hamengku Buwono VIII bertakhta, wayang wong merupakan seni yang diperhatikan dengan serius. Pertujukan ini sangat berkembang di Yogyakarta, didukung oleh mayoritas masyarakat, sekaligus diwariskan hingga pemerintahan sultan-sultan berikutnya.

“Terlepas dari warisan budaya Sultan Kedelapan, perlu dipahami bahwa pemerintahan saat ini dihadapkan pada gambaran moderitas yang mencolok. Proses mewarisi budaya bukan sekadar menjaga kemurnian semata, melainkan melestarikannya sekaligus mengembangkan dalam satu jalan yang bersamaan,” papat GKR Bendara.

Potret alih fungsi bangunan keraton hingga kontinuitas institusi pendidikan yang diinisiasi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pun menjadi potret yang terus dijaga hingga saat ini. Ruang-ruang pendidikan seperti Kridha Beksa Wirama, Habirandha, dan beberapa institusi lain yang dikelola pemerintah maupun swasta, memberi gambaran nyata tentang pelestarian nilai dan pengembangan ilmu, serta pemanfaatan ruang bagi masyarakat agar terus bertumbuh. Semangat beradaptasi dengan zaman secara nyata mewujud dalam setiap gelaran pameran.

“Mengusung tajuk Pangastho Aji, Laku Sultan Kedelapan, pameran ini mengajak pengunjung untuk mendalami lokus kehidupan hingga kuasa dari sang pangeran Jawa yang menjalani patron sejarah Jawa baru. Pangastho Aji menghadirkan tafsir perjalanan Sultan melalui pembacaan fenomena seni-sosial pada awal abad ke-20, sekaligus memanjakan setiap pengunjung dalam sudut sudut artistik ruang pamer. Keraton Yogyakarta terus mengundang seluruh masyarakat untuk hadir langsung, menjadi bagian dari proses pelestarian sejarah dan budaya melalui setiap kegiatan yang diselenggarakan,” terang GKR Bendara.

Pameran kontemporer Pangastho Aji yang resmi dibuka pada 26 September 2025 ini, dapat mulai dikunjungi oleh masyarakat umum pada 27 September 2025 hingga 24 Januari 2026, di Kompleks Kedhaton Keraton Yogyakarta pada pukul 08.00-14.00 WIB. Selain pameran utama, akan ada rangkaian acara pendukung yang menarik, seperti Tur Kuratorial, Public Lecturer, Jelajah Pesanggrahan, dan Lokakarya Budaya.

Adapun pertunjukan Wayang Wong lakon Parta Krama yang ditampilkan dalam pembukaan tersebut mengisahkan cerita yang bermula dari rasa cinta Raden Burisrawa terhadap Dewi Wara Sembadra, membuat Burisrawa berlaku curang dan memfitnah Raden Gatutkaca yang disebutnya telah merebut srah-srahan yang digunakan untuk melamar sang dewi dari tangan Burisrawa. Hal ini membuat Raden Sentyaki marah dan terjadilah pertikaian antara Burisrawa dan Sentyaki, yang berhasil dilerai oleh Prabu Baladewa.

Namun, ternyata permasalahan tidak hanya sampai di situ. Tiba-tiba, datang utusan dari negara Ngendracana untuk melamar Dewi Wara Sembadra yang ternyata telah dipasangkan dengan Raden Harjuna. Hal itu membuat Prabu Suryowasesa murka, hingga terjadilah peperangan besar antara negara Dwarawati melawan negara Ngendracana. Perang akhirnya dimenangkan oleh negara Dwarawati dan diakhiri dengan kebahagiaan akan pernikahan antara Raden Harjuna dengan Dewi Wara Sembadra.

Tags: gubernur DIYKeraton YogyakartaPameranPangastho AjiSri Sultan Hamengku Buwono VIIISri Sultan HB X

Related Posts

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama (kiri), saat sowan ke Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Minggu (19/7/2026).

Sultan HB X Beri Wejangan ke Veda Ega dan Mario Aji: Jangan Kalah Sebelum Bertanding

July 20, 2026
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berkeliling Alun-alun Selatan Kota Yogyakarta menggunakan becak kayuh listrik wisata (Bekalista), Kamis (16/7/2026).

Menkeu Purbaya Resmikan 80 Becak Listrik Wisata di Yogyakarta, Dibuat 100 Persen Tenaga Lokal

July 18, 2026
Wamen PKP, Fahri Hamzah (kiri), dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ditemui usai pertemuan di Gedhong Wilis kompleks Kantor Kepatihan DIY, pada Selasa (14/7/2026).

Fahri Hamzah Temui Sri Sultan HB X, Bahas Penataan Kota hingga Hunian Terjangkau di Yogyakarta

July 15, 2026
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Pratikno (kiri), bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (3/7/2026).

Temui Sri Sultan HB X, Menko PMK Minta Dukungan DIY untuk Gerakan RANA

July 4, 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai menghadiri agenda Rapat Paripurna di DPRD DIY setelah menjalani cuti selama sepekan, Kamis (2/7/2026).

Kembali Berkantor Usai Cuti, Sri Sultan HB X Klarifikasi Soal Kesehatannya

July 3, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, saat ditemui Kamis (2/7/2026).

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

July 2, 2026
Next Post
Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman yang ada di wilayah Godean. Rencananya bangunan serupa juga akan dibangun di kawasan Prambanan yang diproyeksi kelar Desember 2025 mendatang

Pemkab Sleman Bangun Pos Damkar di Prambanan, Target Rampung Desember 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.