YOGYAKARTA, POPULI.ID – Tumpukan sampah tampak menggunung di sejumlah titik Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut pun dikeluhkan oleh para pedagang.
Pantauan Populi.id pada Selasa (27/1/2026), tumpukan sampah terlihat meluber sampai jalan di depo sampah sisi kanan Pasar Induk Gowangan. Sampah tersebut diletakkan dalam tumpukan karung warna-warni dan krat atau peti kayu.
Tumpukan karung berisi sampah kulit buah dan belasan krat kayu juga tampak menggunung di sisi kanan belakang pasar. Sampah-sampah itu diletakkan di sebelah tembok. Bahkan, sampah buah jeruk busuk terlihat diletakkan di atas tumpukan krat kayu di sudut dekat kios dan tempat parkir untuk menurunkan dagangan pemasok.
Puluhan karung sampah juga menumpuk di pot pohon depan Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan. Tumpukan sampah paling parah berada di sisi kiri pasar dekat tempat parkir.
Sampah sisa sayur, buah busuk, keranjang, krat kayu, dan karung terlihat menumpuk jadi satu. Hingga cairan sampah merembes dan mengenang di dasar paving blok pasar.
Seorang pedagang, Tri (45), mengatakan tumpukan sampah itu sudah ada sejak setengah bulan terakhir. Tumpukan sampah itu didominasi sampah sisa sayuran dan buah-buah busuk dari para pedagang.
“Kalau dulu biasanya setiap pagi sampah diangkut. Tapi awal Januari ini sudah tidak diambil lagi. Kalau informasinya karena tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan sudah ditutup, jadi belum bisa diangkut,” katanya kepada Populi.id, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya ada sekitar enam titik tumpukan sampah di Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, termasuk depo sampah yang kini tak lagi mampu menampung atau luber. Kondisi tersebut dikatakan mengundang lalat dan tercium bau tak sedap.
“Ya sangat menganggu aktivitas kami. Air sampahnya juga meluber sehingga lengket menempel di ban kendaraan. Kami berharap sampahnya bisa segera diangkut supaya bersih seperti dulu,” paparnya.
Pedagang lainnya, Paineng (70), membenarkan adanya tumpukan sampah menganggu aktivitas berjualannya. Bau tak sedap dari campuran sampah sayur dan buah-buahan busuk membuatnya pusing hingga mual.
“Itukan sampahnya campur-campur, jadi baunya bikin pusing. Saya inginnya segera diangkut,” ujar dia.
Menurutnya, kondisi tumpukan sampah di belakang lapaknya sudah ada sejak dua bulan lalu. Dia menyebut, biasanya ada petugas yang mengangkut sampah-sampah di Pasar Giwangan.
“Kalau yang nyapu masih ada tapi dikumpulkan di situ. Biasanya ada yang mengambil (sampah) tapi ini tidak diambil-ambil. Saya tidak tahu kenapa,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)










