MALANG, POPULI.ID – Arema FC menunjukkan langkah berani dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 dengan langsung menurunkan para pemain barunya sebagai starting eleven saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan, Senin (2/2/2026).
Pelatih Arema, Marcos Santos, memberikan kepercayaan penuh kepada tiga pemain yang baru bergabung dari Persija Jakarta, yaitu Rio Fahmi, Hansamu Yama, dan Gustavo Franca, untuk tampil sejak menit pertama.
Keputusan tersebut terbukti jitu karena para pemain tersebut langsung memberikan dampak instan bagi performa Singo Edan.
Kontribusi krusial dari duet Rio dan Hansamu menjadi kunci utama Arema FC mengamankan tiga poin penuh. Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut tercipta pada menit ke-36.
Berawal dari kemelut di lini belakang Persijap, Rio Fahmi berhasil menguasai bola muntah dan melepaskan tembakan keras. Bola tersebut kemudian dibelokkan oleh Hansamu Yama, yang membuat kiper Persijap, Sendri Johansyah, gagal mengantisipasi arah bola.
Melalui skema ini, Rio Fahmi resmi mencatatkan assist dan Hansamu Yama mencetak gol debutnya untuk Arema FC.
Melihat profilnya, Hansamu Yama merupakan bek tengah berpengalaman yang telah membela Persija Jakarta sejak musim 2022/23.
Sebelum hijrah ke Malang, pemain yang dikenal tangguh di lini belakang ini sering menjadi andalan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Sebelum membela Persija, Hansamu sempat memperkuat Bhayangkara FC selama musim 2021/22. Sebelum berseragam The Guardians, pemain kelahiran Mojokerto ini membela Persebaya Surabaya selama tiga musim.
Pertandingan melawan Persijap membuktikan kualitasnya, di mana ia tidak hanya disiplin menjaga pertahanan, tetapi juga mampu menjadi pemecah kebuntuan di saat tim membutuhkannya.
Rio Fahmi dan Hansamu Yama menjadi dua dari tiga pemain yang dilepas Persija untuk pindah membela Arema. Berbeda dari Gustavo Franca yang dilepas permanen, Rio Fahmi dan Hansamu Yama direkrut dengan opsi pinjaman.
Kepindahan Rio Fahmi dan Hansamu Yama ke Arema FC dilakukan dengan status pinjaman untuk sisa musim 2025/2026. Alasan utama di balik keputusan ini adalah karena keduanya kalah bersaing secara internal di skuad Persija Jakarta asuhan Mauricio Souza.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menjelaskan bahwa keputusan melepas mereka sangat sulit secara emosional karena mereka adalah bagian dari keluarga besar Persija, terutama Rio Fahmi yang merupakan produk asli akademi klub.
Namun, langkah ini diambil demi kepentingan jangka panjang agar para pemain mendapatkan jam terbang lebih banyak dan dapat kembali ke Jakarta dengan kualitas yang lebih matang.
“Keputusan ini jelas bukan hal yang mudah. Kami sama-sama memiliki ikatan kuat. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Persija. Kami akan terus mengikuti perkembangan mereka dan berharap suatu saat kembali dengan pengalaman serta kualitas yang lebih matang,” kata Bambang.












