JAKARTA, POPULI.ID – Partai puncak Piala Asia Futsal 2026 akan mempertemukan dua kekuatan dengan latar belakang yang kontras di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB.
Timnas Futsal Indonesia hadir sebagai penantang baru yang mencetak sejarah dengan mencapai final untuk pertama kalinya. Di sisi lain, Iran berdiri kokoh sebagai raja futsal Asia yang telah mengoleksi 13 gelar juara dari 17 edisi turnamen.
Jurang Peringkat FIFA
Secara statistik dan peringkat, kedua tim berada di level yang berbeda. Berdasarkan pembaruan peringkat FIFA per 12 Desember 2025:
- Iran menempati peringkat 5 dunia dengan 1.484,23 poin.
- Indonesia berada di peringkat 24 dunia dengan 1.190,97 poin.
Meskipun terpaut 19 peringkat, keberhasilan Indonesia menyingkirkan Jepang di semifinal membuktikan bahwa peringkat di atas kertas tidak selalu menentukan hasil di lapangan.
Catatan Luka Lama Garuda
Sejarah mencatat bahwa Iran adalah lawan paling tangguh bagi skuad Garuda. Dalam seluruh pertemuan resmi di Piala Asia Futsal, Indonesia belum pernah menang atas Team Melli. Berikut adalah catatan head-to-head kedua tim:
- Piala Asia 2022: Indonesia 0-5 Iran.
- Piala Asia 2014: Indonesia 1-5 Iran.
- Piala Asia 2006: Indonesia 1-20 Iran (Vahid Shamsaei, pelatih Iran saat ini, mencetak 7 gol di laga tersebut).
- Piala Asia 2004: Indonesia 3-13 Iran.
Perjalanan Menuju Final
Kedua tim menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen 2026 ini:
- Timnas Indonesia: Lolos sebagai juara Grup A setelah mengalahkan Korea Selatan (5-0) dan Kirgistan (5-3), serta imbang lawan Irak (1-1). Di fase gugur, Indonesia menundukkan Vietnam (3-2) dan secara dramatis mengandaskan juara bertahan Jepang (5-3) di semifinal.
- Timnas Iran: Melaju dengan rekor sempurna, menyapu bersih semua laga sejak fase grup hingga semifinal dengan kemenangan. Di semifinal, Iran menghentikan perlawanan Irak dengan skor 4-2.
Optimisme di Tengah Tekanan
Meskipun Iran membawa pemain-pemain bintang seperti kapten Hossein Tayyebi dan pencetak gol handal Saeid Ahmadabbasi, pelatih Indonesia Hector Souto tetap optimistis. Souto menegaskan bahwa trofi juara masih harus diperebutkan di lapangan dan bukan sekadar milik Iran berdasarkan sejarah.
Dukungan penuh suporter di Indonesia Arena diharapkan menjadi faktor tambahan yang mampu mengubah narasi sejarah pertemuan kedua tim yang selama ini didominasi oleh Iran.











