BANTUL, POPULI.ID — Seorang pria yang melarang rombongan wisatawan mengabadikan foto secara mandiri di kawasan wisata Pantai Parangtritis viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @merapi_uncover itu terlihat pria yang mengenakan rompi merah muda terlihat meminta wisatawan tidak mengambil foto pribadi.
Merespon larangan tersebut, pihak yang diduga berasal dari biro perjalanan yang membawa rombongan wisatawan menyampaikan bahwa mereka sudah beberapa kali berkunjung ke Parangtritis dan sebelumnya tidak pernah mendapatkan larangan serupa.
Ketika dimintai penjelasan terkait dasar aturan larangan tersebut, pria yang mengenakan rompi merah muda itu kemudian menyebut larangan tersebut berasal dari Dinas Pariwisata dan diklaim memiliki izin melalui koperasi.
Peristiwa itu memicu berbagai tanggapan di media sosial. Sejumlah netizen menilai sikap pria tersebut terkesan berlebihan dan dikhawatirkan dapat berdampak pada citra pariwisata Bantul. Mereka juga meminta instansi terkait melakukan penertiban agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Tidak Ada Larangan
Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Kelompok Substansi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa pria yang menegur wisatawan merupakan pelaku jasa foto pribadi. Informasi tersebut diperoleh dari karang taruna setempat.
“Ketua karang taruna mengakui memang betul yang bersangkutan anggota di sana, dan pada prinsipnya di seluruh destinasi tidak ada larangan dokumentasi pribadi,” ujar Markus.
Ia menambahkan, pria tersebut biasanya menawarkan jasa pemotretan dengan hasil foto yang kemudian dijual kepada pengunjung. Sementara rombongan yang ditegur diketahui merupakan wisatawan dari biro perjalanan.
Setelah kejadian, keluarga pria tersebut mendatangi pihak biro perjalanan untuk menyampaikan permohonan maaf. Markus menyebut klarifikasi dalam bentuk video belum dilakukan karena yang bersangkutan kesulitan menyampaikan pernyataan, sehingga rencananya permohonan maaf akan disampaikan dengan pendampingan karang taruna dan perwakilan Perjafodi.
Ia kembali menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Bantul tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang melarang wisatawan mengambil dokumentasi, baik secara pribadi maupun rombongan. (populi.id/Hadid Pangestu)












