• Tentang Kami
Wednesday, February 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kopi Disebut Bisa Dipakai Terapi Diabetes, Pakar Beberkan Faktanya

Ia menghimbau masyarakat agar jangan salah kaprah dan menelan informasi sekolah kopi bisa untuk terapi diabetes.

byredaksi
February 10, 2026
in headline, Kesehatan, Urban
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi minum kopi

Ilustrasi minum kopi. [pixabay/MabelAmber]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Kopi kerap menjadi andalan untuk mengusir kantuk. Di balik efek stimulasinya, sejumlah peneliti menemukan adanya senyawa dalam kopi yang berpotensi memengaruhi penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Penelitian tersebut dipimpin Minghua Qiu di Institut Botani Kunming, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan diterbitkan dalam jurnal Beverage Plant Research pada januari lalu. Temuan ini kemudian membuka ruang kajian kopi dalam konteks pengelolaan diabetes, meski tidak dapat disimpulkan secara sederhana.

BERITA MENARIK LAINNYA

Berburu Kopi Lokal Berkualitas di Pasar Beringharjo

Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Kulon Progo Gulirkan Program Revitalisasi Pertanian

Menanggapi hasil temuan tersebut, dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Widiastuti Setyaningsih menjelaskan dari hasil penelitiannya mengenai pemetaan dan karakterisasi senyawa kimia dalam kopi, terdapat senyawa penting dalam kopi, antara lain asam klorogenat, kafein, dan trigonelin.

Selain itu, penelitiannya juga terdapat ragam gula dan gula alkohol dalam biji kopi. Meski begitu, komposisi senyawa dalam biji kopi tidak hanya dipengaruhi oleh varietas, tetapi juga oleh proses pengolahan yang diterapkan.

“Banyak komponen kimia yang berkontribusi terhadap pembentukan rasa kopi,” terangnya, sebagaimana dilansir dari laman UGM, Selasa (10/2/2026).

Soal temuan senyawa kopi dengan aktivitas antidiabetik, kata Widi, tidak serta-merta berarti kopi dapat digunakan sebagai obat.

Ia menghimbau masyarakat agar jangan salah kaprah dan menelan informasi sekolah kopi bisa untuk terapi diabetes.

“Masyarakat tidak salah kaprah memaknai kopi sebagai terapi diabetes,” katanya.

Ia menyebutkan kandungan asam klorogenat, misalnya, memang diketahui memiliki potensi aktivitas antidiabetik, namun senyawa ini tidak hanya terdapat pada kopi, melainkan juga pada berbagai sumber pangan lainnya.

“Kopi merupakan matriks pangan yang sangat kompleks, mengandung ribuan senyawa kimia berbeda, sehingga tidak dapat disederhanakan bahwa konsumsi kopi secara langsung bersifat antidiabetik,” tambah Widi.

Pandangan serupa disampaikan oleh dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM, Yunika Mayangsari.

Ia menilai bahwa secara konsep, penelitian hubungan antara senyawa dalam kopi dan diabetes tersebut masuk akal.

“Kopi kaya akan senyawa fenolik, seperti asam klorogenat, asam kafeat, serta beberapa flavonoid. Dalam riset ini juga disebutkan adanya cafaldehid yang dapat menghambat enzim alfa-glukosidase,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa enzim alfa-glukosidase berperan memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di saluran pencernaan.

Jika aktivitas enzim ini dihambat, penyerapan glukosa dapat diperlambat sehingga lonjakan gula darah berpotensi ditekan.

Namun, Yunika kembali menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam konsumsi.

“Kopi tidak bisa dijadikan pengganti terapi. Ia lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pola hidup,” ujarnya.

Dalam riset bidang pangan fungsional, Yunika menjelaskan fokus utama bukan hanya pada konsumsi bahan pangan secara langsung melainkan pada senyawa aktif di dalamnya.

“Yang kami evaluasi adalah ekstrak dan senyawanya, bukan sekadar dikonsumsi lalu menurunkan gula darah secara instan,” katanya.

Ia memaparkan pula mekanisme pengendalian diabetes bersifat kompleks, melibatkan penghambatan enzim pencernaan, aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hingga peningkatan sensitivitas insulin.

Oleh karena itu, aspek keamanan juga perlu diperhatikan. Ia menggarisbawahi bahwa kafein dapat memicu masalah pada individu dengan gangguan lambung, jantung, atau tidur. Oleh karena itu, konsumsi kopi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

“Studi tentang kopi dan risiko diabetes bersifat studi populasi dan asosiasi, bukan hubungan sebab-akibat langsung,” jelasnya.

Menutup diskusi, Widi mengingatkan agar masyarakat tidak menelan informasi secara mentah. Ia menekankan terdapat beda antara obat dan pangan.

Sama halnya dengan Nika yang menegaskan kembali bahwa kopi tidak bisa dijadikan pengganti terapi. Jika dikonsumsi, tuturnya, masyarakat harus bijak, tidak berlebihan, dan tetap memperhatikan pola makan serta gaya hidup secara keseluruhan.

“Sekali lagi, tidak boleh berlebihan dan kalau kita arahnya ke diabetes ya kuncinya di asupan harian,” jelasnya.

Tags: glukosakopisenyawaterapi diabetesWidiastuti SetyaningsihYunika Mayangsari

Related Posts

Sejumlah pembeli sedang antre beli biji kopi di Kios Hasanah Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Minggu (1/2/2026).

Berburu Kopi Lokal Berkualitas di Pasar Beringharjo

February 2, 2026
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan melakukan penanaman bibit kopi di Agrowisata Trajumas, Kalinongko, Samigaluh

Tingkatkan Produktivitas, Pemkab Kulon Progo Gulirkan Program Revitalisasi Pertanian

June 20, 2025
Next Post
Tradisi Rambu Solo yakni upacara pemakaman adat masyarakat Toraja

Mengenal Tradisi Rambu Solo dari Toraja yang Disorot Usai Lawakan Pandji Pragiwaksono

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.