JAKARTA, POPULI.ID – Presiden Prabowo Subianto mencurahkan isi hatinya terkait banyaknya tantangan dan kritik tajam yang menerpa program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu ia sampaikan dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Di balik optimisme pemerintah, ternyata tersimpan kisah tentang kritik dari kaum intelektual hingga strategi unik Prabowo dalam menghadapi para pengkritik.
Berikut adalah beberapa curhatan Presiden Prabowo terkait dinamika program MBG:
1. Kecewa Diejek dan Dihina oleh Kaum Intelektual
Prabowo mengaku heran karena ejekan paling keras justru datang dari kalangan terdidik. Ia secara terbuka menyatakan kebingungannya atas sikap para akademisi tersebut.
“Waktu saya lancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tak ngerti bahkan yang banyak ejek adalah yang terdidik, profesor-profesor terkenal ejek dan hina saya,” kata Prabowo.
2. Minta Kumpulkan Video Hinaan untuk Ditonton Setiap Malam
Prabowo secara khusus meminta Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), M. Qodari, untuk mengumpulkan semua rekaman digital berisi ramalan kegagalan MBG. Ia ingin menjadikan video tersebut sebagai pengingat pribadinya.
“Pak Qodari tolong dikumpulin ya video klip-video klip yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina Bangsa Indonesia, biar saya setiap malam bisa saya lihat-lihat, nggak papa, saya bilang apa iya ya? Apa iya saya menghina Bangsa Indonesia?” tuturnya.
3. Anggaran MBG adalah Hasil Efisiensi, Bukan Menghamburkan Uang
Menanggapi tudingan bahwa program ini membuang-buang anggaran, Prabowo menegaskan bahwa dana MBG berasal dari penghematan uang negara yang sebelumnya rawan dikorupsi.
“Padahal saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskankan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi,” tegasnya.
4. Membela Diri dari Tudingan “Menghina Bangsa”
Prabowo merasa sangat terluka ketika niatnya membantu rakyat justru dianggap sebagai penghinaan. Ia menekankan dedikasi seumur hidupnya untuk negara, dimulai sejak ia masih menjadi prajurit muda.
“Dari umur muda letnan dua tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik, kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Saya, sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia,” ujar Prabowo dengan emosional.
5. Membuktikan Lewat Dampak Nyata pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Meski diragukan, Prabowo memaparkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengenai lonjakan konsumsi rumah tangga berkat MBG. Ia juga menyoroti bagaimana program ini menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Saya ketemu pengusaha-pengusaha Apindo, mereka lapor ke saya, ‘Pak, belum pernah Pak, udah lama sekali, belum pernah bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi’. Dan ini, menurut mereka, ini karena MBG,” ungkapnya.
Prabowo menambahkan bahwa setiap satu dapur atau satu SPPG dapat membuka lapangan kerja bagi sekitar 50 orang, sehingga mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini bisa bekerja.












