• Tentang Kami
Saturday, February 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sports

Deretan Fakta di Balik Hukuman 20 Laga Sumardji dari FIFA

Sumardji selain dilarang dampingi Timnas Indonesia juga diganjar sanksi denda Rp324 juta oleh komisi disiplin FIFA

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
February 14, 2026
in Sports
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Deretan Fakta di Balik Hukuman 20 Laga Sumardji dari FIFA
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Dunia sepak bola Indonesia diguncang oleh kabar sanksi masif yang dijatuhkan Komisi Disiplin FIFA kepada Sumardji.

Sosok yang dikenal sebagai tokoh sentral dalam manajemen Timnas Indonesia ini harus menerima kenyataan pahit berupa larangan mendampingi skuad Garuda dalam 20 pertandingan resmi serta denda finansial mencapai Rp 324 juta.

BERITA MENARIK LAINNYA

Menatap FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Katrol Ranking FIFA

Duet Lokal Nova Arianto dan Sofie Imam Resmi Dampingi John Herdman di FIFA Series 2026

Keputusan ini menjadi salah satu sanksi terberat yang pernah diterima oleh ofisial Timnas Indonesia.

Perwira Polisi di Jantung Sepak Bola Nasional

Di balik perannya yang penuh tensi di pinggir lapangan, Sumardji adalah seorang anggota polisi aktif yang telah lama berkecimpung di sepak bola tanah air.

Karier manajerialnya di dunia si kulit bundar menanjak signifikan sejak tahun 2016 saat ia dipercaya mengelola Bhayangkara FC, klub yang berada di bawah naungan Polri.

Kiprahnya di level nasional sangat luas, di mana ia memegang posisi kunci sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN).

Sebagai manajer, ia telah mengawal Timnas dari berbagai kelompok umur dan sukses mempersembahkan gelar juara Piala AFF U-22 2019 serta medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.

Meskipun memiliki latar belakang kedisiplinan sebagai seorang anggota Polri, gairah dan sikap reaktif Sumardji di pinggir lapangan justru sering kali berujung pada sanksi-sanksi yang cukup mencolok dalam sejarah karier manajerialnya.

Insiden Jeddah: Puncak Ketegangan dengan Wasit

Hukuman terberat yang diterima Sumardji berakar dari insiden dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 11 Oktober 2025.

Dalam laporan FIFA, Sumardji dinilai melakukan tindakan agresif terhadap pengadil lapangan asal Tiongkok, Ma Ning.

Ia dilaporkan mendorong sang wasit hingga terjatuh di tengah tensi tinggi pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tipis Indonesia 0-1 tersebut.

Sidang Komite Disiplin FIFA pada November 2025 akhirnya memutuskan bahwa tindakan tersebut melanggar kode disiplin terkait kekerasan di lapangan.

Filosofi ‘Orang Tua’ dan Pelindung Pemain

Menanggapi hukuman tersebut, Sumardji mengaku sangat terkejut namun memilih untuk tidak membantah kesalahannya.

Ia berdalih bahwa tindakannya bersifat spontan demi membentengi para pemain dari potensi kartu merah yang bisa merugikan tim.

Sumardji memposisikan dirinya sebagai sosok “orang tua” yang memiliki kewajiban moral untuk mengayomi dan melindungi “anak-anak asuhnya” di saat genting.

Meskipun harus menjauh dari bangku cadangan, ia menegaskan akan tetap memberikan kontribusi dan dukungan bagi perjuangan tim dari luar area teknis.

Pola Berulang: Dari Bahrain hingga Kamboja

Insiden di Arab Saudi bukanlah pertama kalinya Sumardji terlibat dalam drama kartu merah. Pada Oktober 2024 saat melawan Bahrain, ia diusir wasit Ahmed Al Kaf karena melakukan protes keras.

Sumardji sengaja mengambil sikap tersebut agar pemain atau pelatih tidak menjadi sasaran kartu merah.

Pada Mei 2023 dalam final SEA Games di Kamboja, Sumardji justru menjadi korban pengeroyokan oleh ofisial Thailand saat mencoba melerai keributan. Meski mengalami luka fisik, ia menolak diobati demi terus mendampingi tim hingga meraih kemenangan dramatis 5-2.

Era Baru dan Pengunduran Diri

Seiring dengan berakhirnya SEA Games 2025, Sumardji memutuskan untuk mundur dari jabatan manajer Timnas Indonesia pada 16 Desember 2025. Langkah ini diambil agar ia bisa lebih fokus menjalankan tugas utamanya sebagai Ketua BTN.

Meski kini dibayangi sanksi 20 pertandingan, dedikasi pria yang pernah mendampingi Bhayangkara FC juara liga ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah transformasi sepak bola nasional.

Tags: FIFAPelanggaranPSSISumardjiTimnas Indonesia

Related Posts

Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi FIFA Series 2026

Menatap FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Katrol Ranking FIFA

February 12, 2026
John Herdman diapit Nova Arianto dan Sofie Imam Faizal yang baru saja resmi didapuk sebagai asisten pelatih untuk Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026

Duet Lokal Nova Arianto dan Sofie Imam Resmi Dampingi John Herdman di FIFA Series 2026

February 12, 2026
Timnas Indonesia

Eksodus Pemain Diaspora ke Super League: Antara Menit Bermain dan Teori Konspirasi Piala AFF

February 11, 2026
kolase pemain diaspora yang baru saja melakoni debut di BRI Super League, di antaranya ada Ivar Jenner hingga Shayne Pattynama

Rapor 5 Pemain Diaspora Baru di Super League: Dari Debut Manis Hingga Main Becek

February 9, 2026
Mauro Zijlstra eks pemain FC Volendam yang dikabarkan bakal merapat ke Persija Jakarta

Mauro Zijlstra ke Persija: Gelombang Diaspora Pulkam dan Nasib Pemain Timnas di Luar Negeri

February 3, 2026
Dzikry Lazuardi yang sebelumnya merupakan analis Persija Jakarta kini ditarik oleh John Herdman untuk menangani Timnas Indonesia

Sepak Terjang Dzikry Lazuardi yang Ditunjuk John Herdman Sebagai Analis Timnas

February 2, 2026
Next Post
Seniman ketoprak sekaligus ikon dagelan Mataram legendaris, Sumisih Yuningsih atau yang akrab disapa Yu Beruk.

Selamat Jalan Sang Maestro: Mengenang Sosok dan Dedikasi Yu Beruk bagi Seni Tradisi Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.