JAKARTA, POPULI.ID – Struktur tim kepelatihan baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih asal Inggris, John Herdman, mulai terkuak dengan pengisian posisi krusial di bagian analisis. Dzikry Lazuardi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Analis Persija Jakarta, secara resmi ditarik untuk menjadi tangan kanan Herdman di Skuad Garuda.
Keputusan Berat di Tengah Musim
Kepastian bergabungnya Dzikry terungkap setelah ia menyampaikan salam perpisahan emosional kepada jajaran pemain dan ofisial Persija Jakarta melalui video yang dirilis pada Minggu (1/2/2026).
Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 pada hari Jumat (30/1/2026) melawan Persita Tangerang menjadi momen terakhir Dzikry bersama Macan Kemayoran.
Dzikry mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan Persija di tengah musim bukanlah perkara mudah. Ia mengungkapkan bahwa rencana awalnya adalah menyelesaikan kompetisi musim ini bersama Persija.
Namun, pertemuannya dengan John Herdman beberapa waktu lalu saat mengunjungi Persija latihan di Persija Training Ground, Bojongsari, Jawa Barat, malah membuat dia bergabung dengan Timnas Indonesia.
“Saya sebenarnya tidak ada kepikiran untuk keluar dari Persija di tengah musim. Saya ingin mengakhiri musim ini di Persija, bekerja bersama, menang bersama, dan selalu kompak,” ujar Dzikry dilansir dari channel YouTube Persija.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa panggilan negara untuk membantu Timnas Indonesia adalah sebuah kehormatan yang tidak bisa ditolak. Bisa dibilang, Dzikry menjadi asisten lokal pertama yang dipanggil John Herdman.
Rekam Jejak dan Pengalaman Luas
John Herdman dikabarkan tertarik merekrut Dzikry karena pengalaman panjangnya di sepak bola Indonesia. Sebelum mengabdi di Persija, Dzikry telah membangun karier yang solid di berbagai klub tanah air, di antaranya:
* Sulut United (2021) sebagai analis.
* Persipura Jayapura (2022-2023) sebagai analis.
* Persis Solo (2023-2024) sebagai analis.
* Persija Jakarta (2024-2026) sebagai Kepala Analis.
Di Timnas Indonesia, Dzikry akan bekerja sama dengan staf kepelatihan lainnya, termasuk Cesar Meylan yang menjabat sebagai pelatih fisik. Langkah ini juga menandai keseriusan John Herdman dalam melibatkan sumber daya lokal dalam tim kepelatihannya. Dzikry menjadi asisten lokal pertama sekaligus analis lokal yang dipanggil langsung oleh Herdman.
Harapan untuk Masa Depan
Meski sudah tidak berada di Persija, Dzikry menyatakan akan tetap memberikan dukungan dari jauh dan berharap Persija sukses mencapai target juara musim ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemain dan staf apabila terdapat kesalahan selama ia bekerja.
“Untuk teman-teman pemain berpaspor Indonesia, semoga kita bisa bertemu di camp pelatihan Timnas,” kata Dzikry, merujuk pada harapannya untuk kembali bekerja sama dengan pemain-pemain Persija yang mendapatkan panggilan ke Skuad Garuda.
Kehadiran Dzikry diharapkan menjadi pilar penting dalam memulai era baru Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman. Kini, Herdman tinggal mencari pelatih lokal lainnya yang dibawanya ke Skuad Garuda. Juru taktik asal Inggris itu sebelumnya hanya membawa satu asisten asing yakni Cesar Meylan.











