POPULI.ID – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam grup sulit di Piala Asia 2027 merupakan langkah krusial untuk memperkecil celah taktis dengan tim-tim elit dunia sebagai bagian dari misi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.
Dengan membawa modal pengalaman internasional saat menakhodai Timnas Kanada, Herdman kini fokus pada manajemen tekanan mental bagi para pemainnya guna mengubah ekspektasi besar publik menjadi motivasi di lapangan.
Hasil pengundian grup Piala Asia 2027 yang menempatkan Indonesia bersama raksasa Asia seperti Jepang dan Qatar dipandang Herdman sebagai tantangan tersendiri. Ia meyakini bahwa Indonesia adalah tim yang paling dihindari di Pot 4, yang memberikan tekanan tersendiri bagi lawan-lawan mereka. Namun, bagi Herdman, fokus utamanya bukan sekadar bertahan, melainkan belajar untuk bersaing di level tertinggi.
“Jepang adalah ujian besar bagi kami. Jika kita ingin lolos ke (Piala Dunia) 2030, dan visi saya selalu tertuju ke sana, bekerja mundur dari tahun 2030, kita harus bisa semakin dekat dengan level Jepang,” ujar Herdman dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengakui adanya celah taktis yang cukup lebar dalam pertemuan sebelumnya, namun ia berkomitmen untuk menutup celah tersebut dengan pendekatan yang lebih cerdas dan disiplin.
Keyakinan Herdman dalam menghadapi grup maut ini bukan tanpa alasan. Ia memiliki catatan sukses saat membawa Kanada mengalahkan tim-tim kuat Asia. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai pola permainan individu lawan, termasuk cara menetralisir pemain kunci seperti Akram Afif dari Qatar.
“Saya memiliki pengalaman bersama Kanada, kami mengalahkan Jepang dalam perjalanan menuju Piala Dunia di Qatar, dan kami juga sebenarnya pernah mengalahkan Qatar,” ungkapnya.
Pengalaman memenangkan pertandingan krusial inilah yang ingin ia tularkan kepada para pemain Indonesia untuk meminimalisir rasa gentar saat berhadapan dengan lawan yang secara statistik lebih unggul.
Salah satu tantangan terbesar yang diidentifikasi Herdman adalah beban mental dalam mewakili negara dengan populasi raksasa. Baginya, mengelola tekanan adalah sebuah “seni” yang melibatkan pemilihan pemain dengan karakter yang tepat. Mulai dari pemain yang tangguh hingga mereka yang mampu menjaga eksekusi teknis elit di bawah tekanan tinggi.
Herdman menekankan pentingnya bagi pemain untuk memahami mengapa mereka berada di lapangan.
“Ada 280 juta alasan mengapa kita bangun dari tempat tidur setiap hari,” ucapnya.
Strategi utama Herdman dalam manajemen tim adalah menormalisasi tekanan yang ada agar tidak melumpuhkan performa pemain di atas lapangan.
“Tugas kami sebagai pelatih adalah menormalisasi tekanan, membingkainya kembali menjadi peluang dan tantangan, bukan ancaman,” jelasnya.
Dengan menyatukan pemain dari berbagai latar belakang liga top Eropa hingga liga domestik, Herdman berupaya membangun identitas kolektif di mana tekanan tersebut berubah menjadi energi positif yang menarik bagi skuad Garuda.


![Timnas Indonesia. [Instagram/Timnas Indonesia]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/timnas-indonesia-2-120x86.png)









