POPULI.ID – Di tengah persiapan menuju Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman masih menyisakan satu pekerjaan rumah yakni ketajaman lini serang.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan alias Bung Ropan, menegaskan bahwa perburuan pemain diaspora berkualitas “Grade A” di posisi penyerang kini menjadi harga mati guna meningkatkan daya saing Garuda di level internasional.
Bung Ropan tidak memungkiri adanya rasa kurang puas terhadap performa barisan penyerang lokal saat ini. Meskipun beberapa nama telah dicoba dalam ajang FIFA Series, hasil akhir di depan gawang lawan dianggap masih jauh dari ekspektasi.
“Kita belum merasa happy kali ya, belum merasa puas dengan penampilan striker-striker kita yang ada di liga lokal,” ujar Bung Ropan dalam siniar di kanal YouTube Sportify, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, seorang striker murni yang mampu menjadi pembeda sangat dibutuhkan untuk melengkapi skema taktik Herdman.
Dalam radar perburuan, beberapa nama diaspora mencuat ke permukaan seperti Dean Zandbergen yang merumput bersama VVV-Venlo, Luke Vickery dari Macarthur FC, hingga pemain Colroado Rapids, Mitchell Baker.
Bung Ropan memberikan catatan khusus bagi Zandbergen yang dianggap memiliki karakteristik penyerang tengah sejati.
“Kalau benar-benar memang murni nomor 9 itu ada di Dean Zandbergen,” tegasnya.
Sementara Luke Vickery, meski tajam dengan koleksi lima gol di liga Australia, dinilai lebih cenderung bertipe penyerang sayap atau gelandang serang nomor 10.
Di tengah rumor masuknya lima nama baru untuk diproses naturalisasi, Bung Ropan memberikan pandangan mengenai komposisi lini belakang. Baginya, sektor pertahanan Indonesia saat ini sudah memiliki kedalaman yang mumpuni dengan kehadiran pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho.
Isu mengenai bergabungnya bek Leeds United, Pascal Struijk, pun ditanggapi dengan realistis. Bung Ropan menilai peluang tersebut sangat kecil karena sang pemain masih berupaya menembus skuad Timnas Belanda.
“Kecil kemungkinan bagi Pascal. Dia lebih focus dan lebih memilih Piala Dunia bersama tim Belanda,” ungkapnya.
Ia pun menyarankan agar PSSI tidak terlalu fokus menambah pemain di sektor pertahanan yang sudah tebal.
“Nama-nama pemain belakang yang muncul saya pikir kita enggak terlalu perlu urgent banget kalau di belakang. Yang kita butuhkan itu di depan, lini serang,” tambah Bung Ropan.
Menurutnya, prioritas utama Herdman saat ini bukanlah lini belakang yang sudah dianggap cukup tebal, melainkan lini tengah dan depan untuk melapis pemain-pemain kunci seperti Thom Haye.
Semua langkah teknis ini, mulai dari FIFA Matchday hingga pencarian pemain baru, merupakan bagian dari roadmap besar John Herdman menuju Piala Dunia 2030. Namun, sebelum mencapai panggung dunia, terdapat target yang tak kalah penting, yakni menjuarai ASEAN Cup (AFF).
Turnamen regional tersebut dipandang sebagai batu loncatan sekaligus ajang pembuktian bagi Herdman untuk memutus kutukan spesialis runner-up yang melekat pada Indonesia.
“Ini kan batu loncatan menuju ke Piala AFF yang sebenarnya menjadi target utama bagi JH (John Herdman) untuk bisa menjadi juara setelah enam kali runner-up,” pungkas Bung Ropan.


![Timnas Indonesia. [Instagram/Timnas Indonesia]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/timnas-indonesia-2-120x86.png)








