• Tentang Kami
Monday, February 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Cerita Paul Bertahan di Bangunan Nyaris Ambruk hingga Disulap Lewat Bedah Rumah

Paul dan Nuri selama ini bertahan di rumahnya yang telah lapuk lantaran urung ada biaya untuk memperbaiki. Lewat program bedah rumah yang digagas Hasto Wardoyo, rumah Paul kini bertahap diperbaiki

byredaksi
February 15, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
kegiatan bedah rumah di Kampung Miliran, Kelurahan Muja-Muju, Kota Yogyakarta, Minggu (15/2/2026)

kegiatan bedah rumah di Kampung Miliran, Kelurahan Muja-Muju, Kota Yogyakarta, Minggu (15/2/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di sebuah gang sempit Kampung Miliran, Kelurahan Muja-Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, berdiri rumah tua yang nyaris menyerah pada waktu.

Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah kebanyakan. Namun begitu melangkah ke dalam, jejak rapuhnya usia tak bisa disembunyikan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

Pemkot Yogyakarta Genjot Pembangunan Seribu Biopori Jumbo, Bakal Tekan Sampah hingga Dua Ribu Ton

Atap bagian belakang dibiarkan menganga sejak ambrol beberapa tahun silam. Lumut tumbuh subur di tembok yang lembab. Kayu-kayu lapuk menggantung tak pasti, seolah menunggu waktu untuk jatuh. Jika hujan turun, air merembes tanpa ampun.

Di sanalah Giorgi Paulus L, akrab disapa Paul, bersama istrinya, Nuri, bertahan. Ruang tamu menjadi satu-satunya bagian rumah yang masih layak untuk berteduh.

“Ini blandarnya sudah mulai gapuk. Setelah dicek, memang sudah rapuh,” ujar Paul lirih saat ditemui, Minggu (15/2/2026).

Bagi Paul, rumah itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah jejak jerih payah orang tua Nuri, yang mencicil sedikit demi sedikit hingga akhirnya berdiri. Kenangan itu yang membuatnya tetap bertahan, meski kondisi rumah semakin tak aman.

“Kenangan selama ini ya rumah ini. Rumah ini cukup bersejarah dari orang tua, nyicil separo-separo sampai belakang,” tuturnya.

Namun keterbatasan biaya membuat perbaikan hanya menjadi wacana. Paul dan Nuri, yang dulu bekerja sebagai agen asuransi, kini tak lagi produktif seperti sedia kala. Usia yang memasuki kepala lima membuat peluang kerja semakin sempit.

“Belum ada biaya mau memperbaiki. Di depan masih lumayan, tapi lama-lama lapuk dimakan rayap,” katanya.

Rezeki di Tengah Kerapuhan 

Harapan itu datang tak disangka. Saat berjalan-jalan di kawasan Tegal Kemuning, Lempuyangan, Paul melihat sebuah rumah yang sedang dibedah melalui program Bedah Rumah Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

“Saya ngobrol, ternyata program Pak Hasto. Coba-coba mengajukan karena enggak ada biaya, eh di-ACC,” ujarnya dengan mata berbinar.

Hanya dalam waktu sekitar satu bulan mempersiapkan berkas dan persyaratan, rumahnya masuk daftar penerima bantuan. Minggu pagi itu, rumah yang bertahun-tahun rapuh akhirnya mulai disentuh perbaikan.

Di tengah debu dan suara palu, Paul berdiri memandangi rumahnya yang perlahan dibongkar untuk diperbaiki. Ada rasa haru, sekaligus harapan.

Rumah yang dulu menjadi simbol perjuangan orang tua, kini kembali diberi kesempatan untuk bernapas. Bukan hanya kayu dan genteng yang diperbaiki, tetapi juga martabat dan keyakinan bahwa ia tak sendiri.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan persoalan rumah Paul bukan sekadar soal bangunan yang lapuk, melainkan potret kesenjangan sosial yang harus dijawab dengan kebersamaan.

“Kami di Yogyakarta harus menurunkan kesenjangan sosial. Gotong royong harus dilakukan. Tidak hanya merehab rumah, tapi merawat kehidupan,” katanya.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi rumah Paul. Dari luar tampak biasa, namun bagian dalamnya hancur.

“Merawat satu kehidupan, merawat semua kehidupan. Kalau ada warga yang kesulitan mempertahankan amanah orang tuanya, itu tugas kita bersama,” tegasnya.

Program ini, lanjut Hasto, ditargetkan menyasar 200 rumah sepanjang tahun 2026, dilaksanakan setiap Minggu. Bahkan pagi itu saja, tiga rumah langsung dibedah sejak pukul 06.00 WIB.

Menariknya, program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Seluruh pembiayaan bersumber dari gotong royong masyarakat dan dukungan swasta.

“Ini swasta full, gotong royong masyarakat. Menurut saya keren,” ujarnya.

Swadaya dan Solidaritas 

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Muja-Muju, Agus Dono, mengungkapkan kondisi rumah Paul sebenarnya sudah mengkhawatirkan sejak dua hingga tiga tahun terakhir.

“Kalau hujan bocor semua. Kayu lapuk, kalau jatuh bisa menimpa warga,” katanya.

Rumah peninggalan orang tua Nuri itu memiliki empat kamar, namun seluruh atapnya rusak. Paul dan istrinya hanya bisa tinggal di ruang tamu yang tersisa.

Berbagai pihak ikut turun tangan. Bantuan CSR mengalir, termasuk dari Pamela sebesar Rp20 juta. Material atap baja ringan juga datang dari dukungan Waskita Karya yang tengah membangun gedung DPRD DIY di  Lapangan Kenari, Kampung Miliran. Sementara warga setempat ikut serta menyumbang tenaga dan bahan.

“Kalau sudah kami sampaikan dan ada usaha untuk nyengkuyung, swadaya masyarakat tenaga atau bahan bisa kita terima. Pure langsung di-handle LPMK,” jelas Agus.

Ia berharap proses perbaikan rampung dalam dua minggu. Lebih dari sekadar bangunan, ia ingin kualitas hidup Paul dan Nuri meningkat, sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan RT dan RW.

Guyub di Tengah Keberagaman 

Ketua RW setempat, Bambang Srigati, menyebut Kampung Miliran memang dikenal guyub rukun. Keberagaman agama hidup berdampingan harmonis.

“Kami ada enam agama. Nyadran baru seminggu lalu, enam tokoh agama hadir semua. Natalan, syawalan, semua saling mendukung,” katanya bangga.

Semangat kebersamaan itu pula yang terasa dalam bedah rumah Paul. Tak hanya soal dana, tapi kehadiran warga yang kerja bakti sejak pagi, membongkar atap, mengangkat kayu, hingga membersihkan puing.

Lurah Muja-Muju, Dwi Wahyudi, mengapresiasi kolaborasi lintas elemen tersebut.

“Ini bukan semata-mata CSR, tapi kebersamaan. Seperti satu memiliki,” ujarnya.

Menurutnya, setiap usulan bedah rumah melalui LPMK tetap melalui proses verifikasi, termasuk melihat kondisi sosial ekonomi penerima. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bedah rumahgotong royonghasto wardoyoKampung Milirankesenjangan sosialMuja-Muju

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Kota Yogyakarta Tak Butuh Branding Baru, Hasto: Fokus Perkuat Tiga Pilar Utamanya

February 9, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau pengelolaan biopori jumbo di RW 05 Kampung Mangkuyudan, Kemantren Mantrijeron, Jumat (23/1/2026).

Pemkot Yogyakarta Genjot Pembangunan Seribu Biopori Jumbo, Bakal Tekan Sampah hingga Dua Ribu Ton

January 23, 2026
Terminal Giwangan akan dikembangkan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) oleh Pemkot Yogyakarta. Hal ini untuk menekan masuknya kendaraan berukuran besar ke kawasan inti Sumbu Filosofi.

Pemkot Yogyakarta Siapkan Terminal Giwangan Jadi Area Transit Bus Pariwisata

January 12, 2026
Kondisi depo sampah Kotabaru sebelum dilakukan pengosongan oleh Pemkot Yogyakarta.

Larangan Sampah Organik ke Depo Cegah 29 Ton Sampah per Hari di Kota Yogyakarta

January 9, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, meninjau salah satu sudut bangunan baru Pasar Terban, Selasa (30/12/2025).

Pasar Terban Jadi Pasar Pertama Terintegrasi Rumah Potong Ayam, Mulai Beroperasi 10 Januari 2026

December 31, 2025
Next Post
Suasana kawasan Nitikan yang menjadi satu di antara empat titik yang diproyeksi bakal dipadati saat Ramadan

Ini Empat Titik yang Diprediksi Padat Aktivitas Ngabuburit saat Ramadan 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.