• Tentang Kami
Wednesday, February 25, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

5 Tempat Korban Vandalisme Digital Serupa Rumah Jokowi, Ternyata Ada Kediaman Presiden

Belum lama ini rumah atau kediaman Jokowi menjadi sasaran vandalisme digital dimana titik lokasi rumah presiden dua periode itu dalam aplikasi Google Maps diubah sebagai Tembok Ratapan Solo

byredaksi
February 25, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi tembok ratapan solo yang mengarah ke kediaman atau rumah Jokowi.

Ilustrasi tembok ratapan solo yang mengarah ke kediaman atau rumah Jokowi. [x.com/telinga senayan]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Pengubahan nama berbagai titik lokasi pada platform navigasi digital seperti Google Maps kini menjadi sarana baru bagi publik di Indonesia untuk melontarkan kritik satir.

Fenomena vandalisme digital ini biasanya muncul sebagai respons spontan masyarakat terhadap kebijakan kontroversial maupun situasi politik yang sedang memanas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

Fakta di Balik Rumah Jokowi yang Viral Dijuluki Tembok Ratapan Solo

Dengan memanfaatkan fitur crowdsource yang menghimpun data langsung dari pengguna, warganet menyulap peta digital menjadi papan aspirasi sekaligus sindiran tajam.

Yang terbaru dan sedang hangat diperbincangkan adalah perubahan nama pada titik lokasi rumah pribadi mantan Presiden Joko Widodo di Kota Solo, Jawa Tengah. Pada Februari 2026, lokasi tersebut mendadak berubah menjadi “Tembok Ratapan Solo”.

Keriuhan ini dipicu oleh sebuah tren di media sosial, di mana sejumlah anak muda mendatangi rumah tersebut, lalu melakukan aksi simbolis menempelkan tangan ke pagar kayu sambil menundukkan kepala.

Aksi yang menyerupai ritual doa ini diduga menjadi alasan di balik penamaan “Tembok Ratapan”. Pihak Google segera bertindak dengan menghapus label tersebut dari sistem pencarian mereka setelah viral.

Jauh sebelum rumah Jokowi jadi sasaran vandalisme digital, nyatanya sejumlah tempat lain di Indonesia juga sempat jadi korban aksi serupa. Berikut daftarnya

1. Pegunungan Muria, Kudus: “Perusak Alam”

Pada pertengahan Januari 2026, lini masa media sosial diramaikan dengan kemunculan label “Perusak Alam Gunung Muria” di sejumlah titik di lereng Pegunungan Muria, Kudus.

Penamaan ini muncul di tengah bencana banjir besar yang merendam setidaknya 25 desa di enam kecamatan di Kudus akibat curah hujan tinggi.

Label satir ini secara eksplisit disematkan pada area yang terdeteksi merupakan lokasi penambangan pasir dan penggundulan hutan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah menilai bahwa banjir tersebut bukan sekadar bencana alam, melainkan akumulasi krisis ekologis akibat alih fungsi lahan dan aktivitas ekstraktif yang masif di kawasan hulu.

Bupati Kudus saat itu, Samani Intakoris, merespons dengan menutup sejumlah tambang ilegal yang tidak berizin.

2. Desa Sukolilo, Pati: “Kampung Maling”

Salah satu kasus vandalisme digital yang cukup menggemparkan terjadi di Desa Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Juni 2024. Nama wilayah ini di Google Maps mendadak berubah menjadi “Kampung Maling” atau “Kampung Bandit”.

Aksi ini merupakan bentuk “hukuman sosial” dari warganet menyusul peristiwa tragis pengeroyokan yang menewaskan seorang bos rental mobil asal Jakarta bernama Burhanis (52) pada 6 Juni 20204.

Burhanis dan tiga rekannya dikeroyok massa di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, saat hendak mengambil kembali mobil rental miliknya yang terdeteksi di lokasi tersebut menggunakan GPS. Warga setempat salah mengira mereka sebagai pencuri, yang kemudian berujung pada aksi main hakim sendiri.

3. Gedung Mahkamah Konstitusi: “Mahkamah Keluarga”

Salah satu aksi vandalisme digital paling ikonik terjadi pada Oktober 2023, ketika gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat diubah namanya menjadi “Mahkamah Keluarga”.

Penandaan ini bahkan sempat muncul di beberapa titik spesifik, termasuk di pepohonan sekitar area gedung.

Sindiran keras ini muncul menyusul Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang kontroversial terkait syarat usia capres-cawapres.

Putusan tersebut dianggap publik memberikan karpet merah bagi putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai cawapres di usia 36 tahun karena sedang menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Keterlibatan Anwar Usman, Ketua MK saat itu yang juga paman Gibran, dalam memutus perkara tersebut semakin memperkuat narasi “Mahkamah Keluarga” di mata publik.

4. Gedung DPR RI: “Istana Tikus”

Kritik terhadap lembaga legislatif juga merambah ke Google Maps. Pada 2 Juli 2023, titik lokasi Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, berubah nama menjadi “Istana Tikus”.

Tidak hanya satu titik, berbagai sebutan kasar dan sindiran mengenai buruknya kinerja anggota dewan juga tersemat di area sekitar bangunan tersebut.

Aksi ini merupakan bentuk olok-olok warganet terhadap para wakil rakyat. Meskipun sempat bertahan dan dilihat oleh banyak pengguna, label-label satir tersebut kembali dibersihkan oleh Google dua hari kemudian untuk mengembalikan informasi ke nama aslinya.

5. Rumah Prabowo di Kertanegara: “Istana Presiden Republik Kertanegara”

Jejak satir digital ini sudah terekam sejak Pilpres 2019. Pada Mei 2019, kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, berubah identitasnya menjadi “Istana Presiden Republik Kertanegara” atau “Istana Pleciden Kertanegara”.

Menariknya, perubahan ini tidak hanya terjadi di Google Maps, tetapi juga merembet ke aplikasi lain seperti Waze dan Gojek.

Fenomena ini muncul setelah Prabowo melakukan klaim kemenangan sepihak dalam Pilpres 2019. Di depan rumah tersebut, Prabowo sempat mendeklarasikan kemenangannya sebanyak tiga kali berdasarkan perhitungan real count internal sebesar 62 persen, sebelum KPU merilis hasil resmi.

Di lokasi ini pula sempat viral video para purnawirawan yang memberikan salam hormat “Siap Presiden!” kepada Prabowo, yang kemudian banyak dijadikan bahan candaan oleh warganet.

Tags: JokowikorbanMahkamah KeluargaprabowoRepublik KertanegaraTembok Ratapan Solovandalisme digital

Related Posts

Ilustrasi simbol perlawanan dan kritik atas kebijakan yang mencederai demokrasi dan supremasi masyarakat sipil

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

February 23, 2026
tangkapan layar sosok Jokowi yang disebut tengah dalam kondisi sakit

Fakta di Balik Rumah Jokowi yang Viral Dijuluki Tembok Ratapan Solo

February 18, 2026
Mahfud MD dalam program acaranya bertajuk Terus Terang

4 Catatan Mahfud MD Soal Penegakan Hukum hingga Tata Kelola Sosial di Indonesia

February 18, 2026
Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama tokoh oposisi saat diundang Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara akhir Januari lalu.

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

February 16, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat berada di podium.

Mengupas Gaya Komunikasi Presiden Prabowo: Orasi Spontan, Transparansi, Kontroversi

February 13, 2026
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono

SBY Optimistis Prabowo-Gibran Bisa Atasi Dinamika Ekonomi Indonesia

February 13, 2026
Next Post
Kolase foto Mahfud MD dan Dwi Sasetyaningtyas

Polemik Alumni LPDP, Mahfud MD: Setuju Sanksi Tegas bagi Pelanggar, Pemerintah Perlu Koreksi Diri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.