• Tentang Kami
Saturday, July 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

4 Catatan Mahfud MD Soal Penegakan Hukum hingga Tata Kelola Sosial di Indonesia

Mahfud MD memberikan sorotannya mengenai kondisi penegakan hukum terkini di Indonesia serta tata kelola sosial yang urung maksimal

byredaksi
February 18, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahfud MD dalam program acaranya bertajuk Terus Terang

Mahfud MD dalam program acaranya bertajuk Terus Terang. [YouTube/Mahfud MD]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan catatan kritis terhadap kondisi penegakan hukum dan tata kelola sosial di Indonesia saat ini.

Mahfud MD menyoroti berbagai isu krusial mulai dari tertangkapnya oknum hakim hingga tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

BERITA MENARIK LAINNYA

7 Fakta Penggeledahan Cafe de’Clan Cipete: Brankas Rahasia hingga Temuan Uang Fantastis

Erick Thohir Siap Jembatani Pemda DIY dan KPK Terkait Status Hukum Stadion Mandala Krida

Koruptor Kebanyakan Gajinya Besar

Berkait mengenai tertangkapnya oknum hakim di Depok, mantan Ketua MK tersebut menilai kenaikan gaji bukan jaminan bagi hakim sekalipun mampu menjaga marwahnya sebagai pengadil.

Mahfud menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan bukanlah kunci utama pemberantasan korupsi. Menurutnya, banyak pelaku korupsi justru berasal dari kalangan yang sudah memiliki penghasilan besar.

“Saya setuju gaji hakim itu dinaikkan, tapi bukan untuk memberantas korupsi. Itu salah. Yang koruptor itu gajinya sudah besar-besar,” ujar Mahfud dilansir dari laman YouTubenya bertajuk Terus Terang sebagaimana dilansir, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan bahwa korupsi lebih berkaitan dengan mentalitas, tindakan hukum yang tegas, serta pengawasan yang ketat terhadap institusi.

Kegagalan Perlindungan Sosial

Lebih lanjut, ia menyorot terkait kasus bunuh diri siswa SD di NTT. Mahfud mengaku prihatin mendalam atas kasus bunuh diri seorang anak kelas 4 SD di NTT karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10.000.

Baginya, hal ini adalah potret nyata kegagalan sistem perlindungan sosial.

“Tata kelola sistem perlindungan sosial kita gak beres,” tegas Mahfud.

Ia mengkritik penyaluran bantuan sosial yang sering salah sasaran, di mana dana justru mengalir ke pejabat atau pihak yang tidak berhak, sementara rakyat kecil harus berjuang demi kebutuhan dasar.

Terkait surat terbuka BEM UGM ke UNICEF mengenai masalah tersebut, Mahfud menilainya sebagai bentuk kebebasan berpendapat yang merupakan teriakan moral yang benar meski secara politis UNICEF tidak memiliki wewenang eksekusi.

Pemberantasan Korupsi Pilah Pilih

Dalam hal pemberantasan korupsi, Mahfud melihat adanya ketidakefektifan dalam sistem komando.

Meski ia mengapresiasi kinerja KPK saat ini yang mulai aktif melakukan penangkapan, ia memberikan peringatan keras agar lembaga tersebut tidak diintervensi.

“KPK tuh sekarang sudah mulai baguslah, mulai bagus. Mudah-mudahan jangan dipegang lehernya gitu, biar aja ini penegakan hukum,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena “sarang korupsi” di sektor pajak dan bea cukai yang dinilainya sudah bersifat sistemik.

Catatan untuk Prabowo

Mahfud mencatat bahwa sang Presiden memiliki gaya yang unik dan tidak mau ditebak oleh publik maupun media. Ia menilai Prabowo mulai tergerak untuk mendengar suara masyarakat secara langsung melalui diskusi yang panjang.

Namun, Mahfud menekankan bahwa untuk memperbaiki bangsa, diperlukan keberanian untuk mengambil risiko.

“Seorang pemimpin harus jangan gara-gara ragu sehingga dia tidak melakukan apa-apa. Harus kuat menerima risiko,” pungkasnya.

Ia berharap ke depannya ada kepemimpinan nasional yang mampu mengonsolidasikan seluruh institusi penegak hukum agar tidak berjalan sendiri-sendiri atau saling menyalahkan.

Tags: KorupsiMahfud MDpenegakan hukumperlindungan sosialprabowo

Related Posts

Polri melakukan penggeledahan di Cafe de'Clan Signature terkait dugaan korupsi di PLN

7 Fakta Penggeledahan Cafe de’Clan Cipete: Brankas Rahasia hingga Temuan Uang Fantastis

July 9, 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Erick Thohir Siap Jembatani Pemda DIY dan KPK Terkait Status Hukum Stadion Mandala Krida

July 9, 2026
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Ini 3 Modus Korupsi MBG yang Diungkap Kejagung: SPPG, Motor Listrik, dan Ompreng

July 6, 2026
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Korupsi Ompreng MBG Seret Brigjen Polisi, Eks Ketua Komnas HAM: Sudah Lewati Batas Kemanusiaan

July 6, 2026
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, Suhardiman Amby, mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Skandal Korupsi Kuansing: Dari Suap Mobil Mewah Hingga Misteri Amplop di Meja Menteri

July 4, 2026
Momen Andi Saputra kala diambil sumpah jabatan dan hakim Ad Hoc tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 30 April 2025 lalu. Namanya belakangan jadi sorotan setelah menjadi satu-satunya yang menolak vonis untuk eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi Chromebook

Rekam Jejak Hakim Andi Saputra: Eks Jurnalis yang Tolak Vonis Nadiem Makarim

July 3, 2026
Next Post
Ilustrasi bunuh diri anak

Lagi-lagi Mencuat Kasus Bunuh Diri Anak, KPAI Desak Pemerintah Serius Tangani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.