JAKARTA, POPULI.ID – Kawasan Cipete, Jakarta Selatan, mendadak ramai setelah aparat kepolisian melakukan penggeledahan besar-besaran di Cafe de’Clan Signature pada Rabu (8/7/2026) siang hingga malam hari. Langkah hukum ini dilakukan terkait penyidikan tiga perkara besar dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
Berikut adalah 7 fakta penting seputar penggeledahan tersebut:
1. Dikawal Personel Brimob Bersenjata
Proses penggeledahan di kafe tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari personel Brimob bersenjata lengkap. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa pengerahan personel Brimob merupakan Standard Operating Procedure (SOP) kepolisian untuk mengantisipasi gangguan selama proses penyidikan berlangsung.
2. Terkait 3 Mega Proyek Korupsi dan TPPU
Penggeledahan ini merupakan bagian dari joint investigation antara Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ada tiga kasus utama yang sedang diusut, yaitu:
– Dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN yang memicu pemadaman listrik (blackout)
– Kasus korupsi di ASABRI periode 2020-2025
– Dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan Krakatau Steel
3. Penemuan Brankas Rahasia di Balik Lemari
Penyidik menemukan sebuah brankas berukuran besar yang disembunyikan secara rapi di lantai dua kafe. Brankas tersebut tertanam di dinding dan berada di balik sebuah lemari. Untuk mengangkut brankas ini, polisi bahkan harus menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
4. Temuan Uang Tunai Hampir Rp60 Miliar
Di dalam brankas tersebut, polisi menemukan tumpukan uang tunai dalam berbagai mata uang yang jumlahnya sangat fantastis. Total uang yang disita dari lokasi de’Clan mencapai sekitar Rp60 miliar, yang terdiri dari:
– SGD 3.130.000 (pecahan 100)
– USD 889.965
– Uang tunai rupiah sebesar Rp259.159.000
5. Tiga Pegawai Kafe Dibawa untuk Pemeriksaan
Selain menyita barang bukti uang dan dokumen, polisi juga membawa tiga orang saksi yang merupakan pegawai kafe de’Clan Signature. Mereka dibawa ke markas kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait operasional kantor di lantai dua tempat ditemukannya barang bukti.
6. Lantai 2 Disegel, Restoran Tetap Buka
Setelah penggeledahan selesai, polisi memasang garis polisi dan menyegel lantai dua kafe yang difungsikan sebagai kantor. Namun, pihak kepolisian tetap mengizinkan manajemen untuk mengoperasikan restoran di lantai satu agar tetap bisa melayani pelanggan sebagaimana mestinya.
7. Hubungan dengan Lokasi Lain dan Nama-Nama Besar
Penggeledahan di Cipete tidak hanya menyasar kafe, tetapi juga sebuah money changer di sebelahnya, di mana uang senilai Rp7,2 miliar turut disita. Selain itu, penyidikan ini berkembang hingga ke sebuah rumah di Sentul, Bogor, yang menghasilkan penyitaan 74 kg emas batangan.
Publik juga menyoroti manajemen kafe yang berada di bawah naungan Declan Kulinari Nusantara, serta nama Ferry Yanto Hongkiriwang yang disebut sebagai pengelolanya. Meski ada spekulasi yang mengaitkan lokasi ini dengan pejabat tertentu, polisi menegaskan bahwa penyidikan masih fokus pada penelusuran aset terkait kasus korupsi yang sedang ditangani.







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



