• Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Benarkah Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia? Psikolog Ungkap Faktanya

Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar keluhan emosional, melainkan bentuk kebutuhan akan validasi sosial dan ruang aman untuk mengekspresikan tekanan psikologis.

byredaksi
March 1, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi bahagia

Ilustrasi bahagia. [pexels/Pixabay ]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Klaim Indonesia sebagai satu di antara negara paling bahagia di dunia dinilai perlu dibaca secara lebih kritis.

Psikolog RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mufliha Fahmi menegaskan bahwa indikator yang digunakan dalam pemeringkatan tersebut bukan semata-mata mengukur kebahagiaan (happiness), melainkan konsep flourishing yang memiliki makna lebih luas dan berbeda secara substansial.

BERITA MENARIK LAINNYA

Arie Sujito: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Berlapis

6 Catatan Soal Perjanjian Dagang Baru RI-AS: Produk Amerika Bakal Banjiri Pasar Lokal?

“Flourishing tidak sama dengan happiness. Kebahagiaan hanya sebagian dari kebermaknaan hidup. Flourishing mencakup aspek relasi sosial, makna hidup, tujuan, hingga kontribusi individu dalam masyarakat,” jelas Mufliha dilansir dari laman UMY, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memang memiliki skor tinggi dalam dimensi nonmaterial, seperti makna hidup, relasi sosial, dan religiositas.

Namun, pada indikator kepuasan finansial, kesehatan fisik, dan kesehatan mental, nilainya justru relatif rendah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara persepsi kebahagiaan kolektif dan realitas kesejahteraan psikologis masyarakat.

Mufliha mengaitkan temuan tersebut dengan dinamika sosial yang berkembang, termasuk meningkatnya ekspresi ketidakbahagiaan di media sosial, terutama di kalangan generasi muda dan kelas pekerja.

Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar keluhan emosional, melainkan bentuk kebutuhan akan validasi sosial dan ruang aman untuk mengekspresikan tekanan psikologis.

Ia juga menyoroti data kasus bunuh diri di Kabupaten Sleman yang hingga Februari 2026 telah mencapai empat hingga lima kasus, lebih dari separuh total kasus sepanjang 2025.

“Padahal ini baru bulan Februari, belum genap satu tahun. Artinya, ada persoalan kesejahteraan psikologis yang tidak bisa diabaikan,” imbuhnya.

Meski mengkritisi dimensi struktural, Mufliha menegaskan bahwa kebahagiaan tidak sepenuhnya boleh digantungkan pada situasi politik atau kebijakan negara.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun ketahanan psikologis melalui penerimaan diri, pengelolaan emosi, serta perjuangan aktif dalam menghadapi tantangan hidup.

“Kebahagiaan bukan berarti tidak ada kesedihan atau kekecewaan. Kebahagiaan adalah bagaimana kita merespons keadaan tanpa menyerahkan kendali batin sepenuhnya pada situasi eksternal,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan perspektif tentang makna bahagia menjadi penting di tengah tekanan ekonomi, polarisasi politik, dan derasnya arus informasi digital yang turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

Merujuk pemikiran filsuf Al-Farabi, Mufliha menekankan bahwa kebahagiaan individu tidak akan utuh tanpa kebahagiaan sosial.

Dalam konteks tersebut, kesejahteraan psikologis masyarakat menjadi tanggung jawab kolektif, termasuk para pemimpin dan otoritas moral dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara sosial maupun mental.

Tags: bunuh diriindonesiakebahagiaanMufliha Fahminegara paling bahagiapsikologi masyarakat

Related Posts

Sosiolog UGM, Arie Sujito

Arie Sujito: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Berlapis

February 27, 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandatangani perjanjian dagang di Washington DC, Kamis, pada 19 Februari 2026.

6 Catatan Soal Perjanjian Dagang Baru RI-AS: Produk Amerika Bakal Banjiri Pasar Lokal?

February 21, 2026
ilustrasi PHK

PHK Meningkat Berpotensi Destruktif, Hempri: Pemerintah Jangan Abai

February 9, 2026
Bendera IOC

Rusia Sebut IOC Pakai Standar Ganda Respon Soal Sikap Indonesia Tolak Visa Atlet Israel

October 23, 2025
Tangkapan layar film animasi bertajuk Merah Putih: One For All yang menuai kritik pedas dari publik

3 Film Indonesia yang Panen Kritik Pedas Senasib Merah Putih: One For All

August 12, 2025
Pedagang Pasar Beringharjo lomba menghias los meriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, Sabtu (9/8/2025)

Meriahkan HUT ke-80 RI, Pedagang Pasar Beringharjo Lomba Hias Los

August 9, 2025
Next Post
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Mantapkan Jateng Sebagai Lumbung Pangan, Ini Pesan Ahmad Luthfi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.