SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi peningkatan arus kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Persiapan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi akibat tingginya mobilitas pemudik yang masuk dan keluar wilayah Sleman.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas.
“Selain jalur utama seperti jalan tol dan jalan arteri, kami juga menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan serta mengurangi potensi kemacetan,” ujar Heri saat dihubungi, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pengaturan jalur pada mudik Lebaran tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dengan skema yang diterapkan pada Lebaran tahun sebelumnya maupun saat libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
“Pada prinsipnya hampir sama dengan pengaturan saat Lebaran tahun lalu maupun periode libur Natal dan Tahun Baru 2025,” jelasnya.
Meski demikian, pada mudik tahun ini akan ada pemanfaatan ruas Tol Jogja–Solo secara fungsional, khususnya di wilayah Purwomartani menuju arah Klaten dan Solo.
Heri berharap pemanfaatan jalur tol tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Prambanan atau Taman Wisata Candi (TWC).
Ia menambahkan, sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Sleman umumnya berada di jalur utama yang menjadi akses masuk menuju Kota Yogyakarta, seperti Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Jalan Wates.
Selain itu, potensi kepadatan juga perlu diwaspadai di area exit Tol Prambanan yang mengarah ke Kota Yogyakarta.
“Sebagian besar kendaraan yang masuk ke DIY melewati wilayah Sleman, baik dari arah Prambanan, Tempel, maupun Gamping,” katanya.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan orang yang masuk ke DIY saat Lebaran diperkirakan mencapai 9,4 juta orang.
Meski demikian, Heri mengingatkan bahwa jumlah tersebut bisa saja meningkat ketika arus mudik berlangsung di lapangan.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafaat mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Jasa Marga Toll Road Operator (JMTO) terkait rencana pengoperasian ruas Tol Prambanan–Purwomartani secara fungsional.
Dari hasil koordinasi tersebut disepakati bahwa ruas tol tersebut akan difungsikan secara terbatas, yakni hanya sebagai jalur masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani mulai Maret 2026 pada pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
“Selain itu, sejumlah skema manajemen dan rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan, khususnya bagi kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Prambanan,” ujarnya. (populi.id/Hadid Pangestu)












