YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kelangkaan bahan pokok akibat lonjakan permintaan masyarakat saat momen Lebaran 2026. Salah satu langkah mitigasi yang disiapkan yakni terkait ketersediaan Liquid Petroleum Gas (LPG) atau gas melon 3 kg.
Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan pihaknya akan menambah kuota gas melon 3 kg sebanyak 96.000 tabung untuk menghadapi Lebaran 2026.
“Untuk saat ini stok gas LPG masih terkendali,” ucap Ambar kepada Populi.id, Senin (9/3/2026).
Memasuki momen Lebaran 2026, Ambar berpesan kepada pangkalan gas melon 3 kg untuk mempersiapkan stoknya. Terutama pangkalan LPG 3 kg yang berada di kawasan titik rawan macet semisal Kotabaru dan Malioboro.
“Supaya jangan sampai nanti ketika macet terkendala distribusi, sehingga masyarakat kesulitan untuk memperoleh barang,” katanya.
Lebih lanjut, Ambar mengungkapkan sejumlah komoditas pangan diprediksi akan mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Di antaranya komoditas daging sapi dan daging ayam serta minyak goreng.
“Kalau minyak goreng pasti dibutuhkan untuk mengoreng kacang, mete, dan lauk. Sedangkan saat hari raya pasti masyarakat berpesta dan makan enak, sehingga daging sapi dan ayam pasti naik harganya,” jelas dia.
Selain itu, pihaknya juga mewaspadai kenaikan harga ayam kampung menjelang Lebaran 2026. Dikatakan saat ini harga ayam kampung sudah melonjak cukup signifikan dari Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu per kg.
“Karena ayam kampung menjadi kebutuhan untuk persiapan menghadapi wisatawan terutama bagi warung makan atau restoran gudeg, jadi pasti sudah stok,” ujarnya.
Sementara itu untuk harga daging ayam dikatakan masih stabil Rp40 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah dikatakan mengalami kenaikan dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
“Harga daging sapi hari ini masih stabil Rp135 ribu. Tapi besok Rabu (11/3/2026) akan ada kenaikan Rp10 ribu menjadi Rp145 ribu per kg. Meski begitu secara ketersediaan saya kira masih terkendali dan stoknya masih ada,” tutur Ambar.
“Begitu juga dengan minyak goreng, barang ada, harga masih standar. Untuk Minyakita permintaan cukup banyak. Kemarin sudah stok dan hari ini mulai habis. Tetapi hari ini ada kiriman lagi dari Bulog di beberapa titik, karena permintaan cukup banyak,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











