YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa bergeliat di Terminal Giwangan di Kota Yogyakarta, DIY, pada Selasa (10/3/2026).
Pemandangan puluhan orang membawa koper, tas besar, dan kardus-kardus mulai menghiasi kursi ruang tunggu Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta.
Sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pun silih-ganti berdatangan untuk menurunkan maupun memberangkatkan penumpang di Terminal Giwangan.
Para petugas Terminal Giwangan terlihat siaga memastikan mobilitas penumpang dan armada bus berjalan lancar.
Di antara puluhan penumpang yang sedang menunggu bus di ruang tunggu Terminal Giwangan, tampak terduduk Yanti.
Wanita berusia 40 tahun itu sedang menunggu bus untuk mudik ke kampung halamannya di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Pulau Sumatera.
“Saya lebih memilih mudik naik bus karena barang bawaannya banyak, kalau naik pesawat cuma dibatasi 20 kg. Selain itu harga tiket bus lebih murah daripada tiket pesawat. Saya juga bisa lebih santai kalau mudik pakai bus,” paparnya kepada Populi.id, Selasa (10/3/2026).
Warga asal Bengkulu itu menyampaikan, awalnya berencana pulang ke kampung halaman lebih cepat.
Namun, karena kehabisan tiket bus akhirnya dia memilih berangkat pada Selasa (10/3/2026).
“Untuk tiket bus saat ini sudah termasuk mahal, yang biasanya Rp750 ribu kini jadi Rp900 ribu, tapi tidak apa-apa,” ujarnya.
Di sisi lain, pengelola Terminal Giwangan Kota Yogyakarta mulai bersiap menyambut peningkatan mobilitas penumpang selama momen arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Upaya yang dilakukan yakni mempersiapkan sarana prasarana penunjang fasilitas Terminal Giwangan serta armada bus.
“Kami menyiapkan tambahan ruang tunggu, sehingga nanti bisa menampung sekitar 500 orang. Karena nanti Terminal Giwangan akan menampung atau memberangkatkan penumpang program bus mudik dan balik gratis dari pemerintah serta BUMN, sehingga kami siapkan tambahan ruang tunggu,” ungkap Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto.
Pihaknya juga menyiapkan ruang khusus laktasi untuk ibu menyusui, ruang kesehatan, serta zona bermain anak di Terminal Giwangan.
Tak hanya itu, bagi pengemudi ojek online (ojol) yang membawa atau mau menjemput penumpang dikatakan bisa masuk ke dalam area Terminal Giwangan.
“Bagi masyarakat yang belum kebagian tiket, jangan khawatir, datang saja ke Terminal Giwangan. Karena nanti kami akan tambah armada bus cadangan, jika ada lonjakan penumpang. Kami sudah berkoordinasi dengan PO-PO Bus, penambahan armada mungkin sekitar 25-30 persen,” paparnya.
Menurut Sigit, pada hari biasa jumlah armada bus yang beroperasi di Terminal Giwangan sebanyak 700 bus. Adapun selama momen libur Lebaran 2026, dia memprediksi jumlah armada bus yang beroperasi bisa mencapai 1.000 bus.
Dia menyampaikan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi dalam dua periode. Antara lain pada 13-14 Maret 2026 dan periode 17-18 Maret 2026.
Pihaknya pun memperkirakan ribuan pemudik akan membanjiri Terminal Giwangan selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Kalau hari biasa, jumlah kedatangan penumpang sekitar 3.500-4.000 orang. Tapi pada puncak arus mudik Lebaran 2026 periode pertama (13-14 Maret 2026) diperkirakan mencapai 10.000 penumpang. Sedangkan pada periode kedua puncak arus mudik diprediksi mencapai 12.000-15.000 penumpang di Terminal Giwangan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











