YOGYAKARTA, POPULI.ID – Suasana semarak bulan suci Ramadan menyambut derap langkah penumpang kereta api di pintu utama sebelah timur Stasiun Tugu Yogyakarta. Hiasan kubah dengan pilar-pilar bergaya arsitektur Masjid Nabawi dipadukan instalasi lampu gantung bertema Ramadan menghadirkan nuansa religius dan estetik.
Tak ayal, sejumlah pengunjung seringkali menghentikan langkah kaki untuk mengabadikan momen tak biasa di fasad bangunan Stasiun Tugu Yogyakarta. Mereka tampak meluangkan waktu untuk mengambil gambar dan video keindahan ornamen Stasiun Tugu Yogyakarta, sebelum kembali mengejar waktu keberangkatan kereta tujuan.
Salah satunya Amran. Pria berusia 50 tahun itu tampak meluangkan waktu untuk mengambil foto bersama istrinya, Yuliana, di lobi Stasiun Tugu Yogyakarta yang dihiasi ornamen ala Masjid Nabawi.
“Iya tadi sempat foto-foto karena hiasannya menarik dan bagus, sepertinya baru (dipasang),” ucapnya beberapa waktu kemarin.
Amran mengaku jarang mudik ke Surabaya menggunakan kereta api. Namun, kali ini dia sengaja mudik naik kereta api karena berencana liburan ke Kota Yogyakarta bersama adiknya setelah Lebaran 2026.
“Jadi sekalian pakai kereta api biar nanti bisa berangkat bareng-bareng dari Surabaya,” jelasnya.
Yuliana menambahkan, moda transportasi kereta api dipilih karena lebih cepat ketimbang mudik menggunakan kendaraan roda empat. Sebab jika naik kereta api bisa menghindari resiko bermacet-macetan di jalan raya.

“Lebih bagus dan colorful (berwarna) daripada kondisi Stasiun Tugu sebelumnya,” ujar dia.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novita Saragih, mengatakan bahwa dalam rangka menyambut dan memeriahkan momen liburan Lebaran 2026, pihaknya bekerja sama dengan BSI menghadirkan tematik lebaran di Stasiun Tugu Yogyakarta.
“Seperti yang dapat dilihat saat ini fasad dan bagian dalam Stasiun Tugu Yogyakarta sudah dihias sedemikian rupa dengan tematik lebaran. Untuk memberikan kehangatan dan menyambut para pemudik di Stasiun Tugu Yogyakarta,” jelas Feni.
Dia memaparkan, ornamen tersebut sudah terpasang sejak hari pertama masa angkutan Lebaran pada 11 Maret 2026 dan akan hadir hingga pasca Lebaran di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
“Untuk mempersiapkan pengerjaan ornamen itu dibutuhkan waktu sekitar satu pekan. Termasuk memastikan seluruh elemen desain dan ornamen siap menyambut para pemudik di Stasiun Tugu Yogyakarta,” terangnya.
Dia tak menampik, hiasan tematik lebaran itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan pemudik di Stasiun Tugu Yogyakarta. Bahkan tak terkecuali para wisatawan yang awalnya berjalan-jalan di Malioboro, rela mampir ke Stasiun Tugu Yogyakarta untuk mengambil foto dan video ornamen tersebut.
“Kami memang bersemangat dan komitmen untuk menghadirkan stasiun tidak hanya sebagai area naik dan turun penumpang. Tapi juga menjadi public area untuk merayakan hari-hari besar, sehingga masyarakat dapat menikmati stasiun sebagai tempat untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman yang menarik,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












