YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memprediksi volume kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Yogyakarta selama momen libur Lebaran 2026 akan meningkat 20 sampai 30 persen.
Berdasarkan data Kenterian Perhubungan, sebanyak 750 ribu hingga satu juta orang diprediksi akan memasuki wilayah Kota Yogyakarta selama momen mudik Lebaran 2026. Adapun di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 8,2 juta orang.
“Untuk lalu lintas harian yang masuk Kota Yogyakarta pada masa Lebaran kurang lebihencapai 123.256 satuan mobil penumpang. Jadi kalau dirata-rata kendaraan besar dan kecil yang beredar di Kota Yogyakarta sebanyak 123 ribu per hari,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho.
Dia menyebut, eskalasi kepadatan volume kendaraan di Kota Yogyakarta akan terjadi pada H+ Lebaran atau setelah salat Idul Fitri. Sebab, setelah salat Ied dan silahturahmi ke sanak saudara, warga terbiasa menikmati Kota Yogyakarta dengan berlibur maupun kulineran.
Oleh karena itu, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi kepadatan arus lalu lintas bersama jajaran Satlantas Polresta Kota Yogyakarta. Skema rekayasa lalu lintas disiapkan untuk titik-titik rawan keramaian semisal kawasan Malioboro, Tugu Jogja, dan Gembira Loka.
Optimalisasi kantong-kantong parkir juga dilakukan dengan menghadirkan layanan informasi arkir berbasis barcode. Hal itu bertujuan untuk mempermudah wisatawan menemukan lokasi parkir sekaligus mengantisipasi lonjakan kunjungan selama libur Lebaran 2026.
Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Sumanto, menuturkan selama momen libur Lebaran mulai 13-25 Maret 2026, pihak kepolisian melakukan pengamanan Operasi Ketupat Progo. Dikatakan pada 26-29 Maret 2026, pihaknya juga bakal melakukan kegiatan yang ditingkatkan atau KPID untuk menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat dalam arus balik Lebaran.
“Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026, dilanjut 20 Maret 2026 atau 23 Maret 2026 sebagai puncak arus libur lebaran. Kemudian puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada 29 Maret 2026,” paparnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menerjunkan 700 personel kepolisian untuk melakukan pengamanan saat malam takbiran. Salah satu hal yang menjadi fokus pengamanan adalah memastikan tidak ada sound horeg yang masuk ke wilayah Kota Yogyakarta.
“Sehingga kami lakukan antisipasi dengan penyekatan-penyekatan di wilayah perbatasan. Ada 15 titik penyekatan baik di sisi utara, timur, barat, dan selatan,” katanya.
Sementara itu, ratusan personel juga disiagakan untuk pengamanan salat Idul Fitri di 122 titik yang tersebar di Kota Gudeg.
“Setelah kegiatan itu selesai, baru kami antisipasi adanya libur lebaran di wilayah Kota. Sebagai Kota Wisata, pengamanan akan terus dilakukan selama libur lebaran, terutama titik keramaian seperti kawasan Malioboro hingga situasi benar-benar normal,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












