JAKARTA, POPULI.ID – Menjelang perhelatan FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada akhir Maret ini, mantan pelatih Timnas Indonesia asal Bulgaria, Ivan Kolev, memberikan kritik terhadap arah kebijakan sepak bola tanah air.
Dalam sebuah wawancara dengan media Bulgaria, Darik Radio dan DSport, Kolev menyoroti pergeseran nilai dalam skuad Garuda yang kini sangat bergantung pada pemain naturalisasi, sangat berbeda dengan prinsip yang ia pegang saat menahkodai Indonesia pada periode 2002-2004 dan 2007.
Kolev, yang kini melatih klub kasta kedua Bulgaria, FC Chernomorets Burgas, mengaku terkejut melihat banyaknya pemain asing di level klub serta dominasi pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pada eranya, ia secara sadar menentang kebijakan naturalisasi demi menjaga panggung bagi talenta lokal.
“Di masa saya, atas desakan saya sendiri, saat masih di tim nasional, saya sangat peduli dengan pemain lokal dan menentang naturalisasi lebih banyak pemain asing. Saya sudah melihat ada 5-6 pemain asing di klub-klub. Tim nasional juga penuh dengan pemain โasingโ,โ kata Kolev dikutip dari Dsport, Jumat (20/3/2026).
Kolev menilai bahwa meskipun otoritas sepak bola Indonesia saat ini menganggap kebijakan tersebut bermanfaat, pencapaian yang diraih belum bisa memuaskan ekspektasi publik.
“Mereka berpikir ini berhasil bagi mereka. Hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Selain urusan komposisi pemain, juru taktik 68 tahun ini juga menyayangkan minimnya kepercayaan PSSI terhadap pelatih domestik. Menurut Kolev, otoritas sepak bola Indonesia cenderung mencari pelatih asing karena alasan “wibawa” atau otoritas yang dianggap tidak dimiliki oleh pelatih lokal.
“Mereka mencari pelatih yang memiliki otoritas lebih besar. Mungkin pelatih lokal dianggap tidak cukup berwibawa, yang tentu saja merupakan kesalahan, tetapi itulah penilaian mereka,โ ucapnya.
Kolev juga memberikan pandangan mengenai transisi kepelatihan di Timnas Indonesia. Ia sempat menyentil rezim pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, yang dinilainya jarang memberikan menit bermain bagi pemain lokal. Namun, ia memberikan apresiasi kepada pelatih saat ini, John Herdman, yang mulai memanggil banyak talenta dari liga domestik untuk ajang FIFA Series 2026.
Kolev melihat ajang FIFA Series sebagai momentum tepat untuk mengevaluasi pemain lokal karena sifat pertandingannya yang tidak terlalu berisiko secara poin.
“Ini adalah pertandingan di mana pelatih bisa mengandalkan lebih banyak pemain lokal. Karena pertandingan-pertandingan ini tidak terlalu berarti,” tuturnya.
Kritik Kolev ini memiliki bobot tersendiri, mengingat rekam jejak panjangnya di sepak bola Indonesia. Selain dua kali melatih Timnas, ia juga pernah menangani sejumlah klub besar seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, hingga Mitra Kukar.
Menjelang potensi duel antara negaranya, Bulgaria, melawan Indonesia di final FIFA Series nanti, Kolev mengaku penasaran melihat bagaimana komposisi pemain yang akan diturunkan oleh John Herdman.
“Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana kedua tim akan disusun,” tandasnya.












