JAKARTA, POPULI.ID – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Asia yang memberikan dampak signifikan bagi konstelasi peringkat dunia.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan FIFA resmi menjatuhkan hukuman berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang secara langsung menguntungkan posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA.
Hukuman ini dijatuhkan setelah Malaysia terbukti memainkan tujuh pemain naturalisasi ilegal, yaitu Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero. Akibat pelanggaran serius ini, AFC menganulir dua kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 saat melawan Nepal (25 Maret 2025) dan Vietnam (10 Juni 2025).
Status pertandingan tersebut kini dinyatakan kekalahan walk-out (WO) 0-3 untuk Malaysia. Tidak hanya itu, hasil uji coba internasional mereka melawan Singapura, Palestina, dan Tanjung Verde juga ikut dibatalkan oleh FIFA.
Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi skuad Harimau Malaya. Selain dipastikan gagal lolos ke Piala Asia 2027, peringkat FIFA mereka diprediksi akan terjun bebas. Malaysia diperkirakan kehilangan hingga 44,96 poin, yang membuat posisi mereka melorot tajam sebanyak 14 peringkat, dari urutan 121 ke posisi 135 dunia. Media Vietnam, The Thao 247, bahkan memprediksi skenario terburuk di mana Malaysia bisa terlempar ke luar peringkat 130 dunia.
“Dua kekalahan yang telah disebutkan pasti akan mengakibatkan ‘Harimau Malaya’ kehilangan poin, dan ada kemungkinan mereka akan terlempar dari peringkat 130 dunia,” tulis The Thao 247.
Di sisi lain, situasi ini menjadi berkah bagi Timnas Indonesia. Sebelum hukuman dijatuhkan, Malaysia berada di peringkat 121 dengan 1145,89 poin. Sementara Indonesia menempel ketat di posisi 122 dengan 1144,73 poin.
Dengan pengurangan poin masif yang dialami Malaysia, Timnas Indonesia dipastikan naik ke peringkat 121 dunia bahkan sebelum menginjakkan kaki di lapangan untuk bertanding. Ini menjadi momentum comeback bagi skuad Garuda setelah sebelumnya sempat disalip Malaysia pada Oktober 2025.
Peluang Timnas Indonesia untuk mendongkrak peringkat lebih tinggi lagi terbuka lebar melalui ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Berikut adalah skenario penambahan poin bagi anak asuh John Herdman:
1. Melawan Saint Kitts and Nevis (27 Maret 2026): Kemenangan atas tim ini diprediksi akan memberikan tambahan 3,96 poin bagi Indonesia.
2. Laga Final (30 Maret 2026): Jika berhasil menang di laga pertama, Indonesia akan menghadapi pemenang antara Bulgaria (peringkat 87 FIFA) atau Kepulauan Solomon.
3. Potensi Lawan Bulgaria: Menang atas Bulgaria di babak final akan memberikan tambahan poin yang sangat signifikan, yakni sebesar 6,20 poin.
Jika Timnas Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan dan menjuarai FIFA Series 2026, total poin Garuda akan meningkat menjadi 1.154,89 angka. Dengan raihan tersebut, Timnas Indonesia diprediksi akan melesat naik tiga posisi lagi menuju peringkat 118 dunia pada rilis ranking FIFA per 1 April 2026 mendatang.
Kombinasi antara sanksi yang menimpa rival serumpun dan kesempatan mendulang poin di kandang sendiri menjadi momentum emas bagi sepak bola Indonesia untuk terus memperbaiki posisi di level internasional.












