POPULI.ID – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi mengumumkan 24 nama pemain yang masuk ke dalam skuad final untuk melakoni ajang FIFA Series 2026. Pengumuman ini dilakukan pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idulfitri.
Dari total 41 nama yang masuk dalam skuad sementara (provisional squad) pada awal Maret lalu, Herdman memutuskan untuk mencoret 17 pemain. Skuad ini disiapkan untuk menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), serta laga kedua melawan pemenang antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon pada 30 Maret 2026.
Pengamat sepak bola, Haris Pardede alias Bung Harpa, menyebut pemangkasan skuad ini adalah hal yang lumrah namun tetap menyisakan beberapa kejutan besar.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah dipertahankannya Cahya Supriadi dan dicoretnya Ernando Ari. Bung Harpa menilai ini adalah langkah investasi jangka panjang dari John Herdman.
“Cahya Supriadi ini punya kans untuk dipertahankan karena ini adalah investasi untuk ke depannya. Kiper satu-dua kan sudah pastilah Emil Audero sama Maarten Paes, tapi kan usia mereka semakin lama semakin digerogoti,” ujar Bung Harpa di kanal YouTube miliknya, dilansir Sabtu (21/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Nadeo Argawinata sangat tepat karena Nadeo adalah kiper lokal paling menonjol di liga dari sisi penyelamatan (save).
Kejutan lain datang dari sektor sayap kiri dengan bertahannya Dony Tri Pamungkas. Bung Harpa menyebut ini sebagai kejutan yang positif karena Dony berhasil bersaing dengan nama-nama senior dan pemain keturunan lainnya. Namun, ia merasa sangat janggal dengan dicoretnya Ezra Walian.
“Ini paling mengejutkan, jujur. Janggal dalam arti dia (Ezra) itu pemain lokal di Super League yang paling banyak cetak gol dan assist, tapi ya enggak tahu kenapa dia enggak dipanggil,” cetusnya.
Bung Harpa juga menganalisa bahwa John Herdman tampaknya sedang melakukan langkah regenerasi besar-besaran, mirip dengan apa yang pernah dilakukan Shin Tae-yong. Hal ini terlihat dari dicoretnya pemain-pemain senior seperti Marc Klok (34 tahun) dan Stefano Lilipaly (37 tahun).
Terkait Marc Klok, Bung Harpa menilai faktor usia dan kegagalan duetnya dengan Joey Pelupessy di laga sebelumnya menjadi pertimbangan utama pelatih. Sementara untuk Lilipaly, meskipun tampil baik di awal, faktor “potong generasi” tampaknya menjadi alasan kuat Herdman tidak membawanya ke skuad final.
Meskipun banyak nama besar seperti Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, hingga penyerang muda Hokky Caraka dan Jens Raven yang harus tersisih, Bung Harpa mengingatkan bahwa pintu Timnas belum tertutup sepenuhnya bagi mereka.
“Bukan tidak mungkin nanti pas Juni itu ada lagi satu kali FIFA Matchday, yang tadi enggak dipanggil bisa kemudian dipanggil lagi,” katanya.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan segera berkumpul untuk mempersiapkan diri menghadapi laga perdana pada Jumat (27/3/2026) depan.
Adapun Persija Jakarta menjadi klub penyumbang pemain terbanyak dengan empat wakil, disusul oleh Persib Bandung dengan dua pemain. Berikut adalah daftar lengkap skuad final Timnas Indonesia:
Penjaga Gawang:
- Emil Audero (Cremonese)
- Maarten Paes (Ajax Amsterdam)
- Nadeo Argawinata (Borneo FC)
- Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Pemain Belakang:
- Jay Idzes (Sassuolo)
- Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach)
- Justin Hubner (Fortuna Sittard)
- Elkan Baggott (Ipswich Town)
- Nathan Tjoe-A-On (Willem II)
- Sandy Walsh (Buriram United)
- Rizky Ridho (Persija Jakarta)
- Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
- Dean James (Go Ahead Eagles)
Gelandang:
- Calvin Verdonk (Lille)
- Ivar Jenner (Dewa United)
- Joey Pelupessy (Lommel)
- Eliano Reijnders (Persib Bandung)
- Jordi Amat (Persija Jakarta)
Penyerang:
- Ole Romeny (Oxford United)
- Ragnar Oratmangoen (Dender)
- Ramadhan Sananta (DPMM)
- Yakob Sayuri (Malut United)
- Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung)
- Mauro Zijlstra (Persija Jakarta)












