POPULI.ID – Isu naturalisasi pemain keturunan kembali memanas di tubuh Timnas Indonesia seiring dengan upaya PSSI dan tim pelatih untuk meningkatkan kualitas lini serang. Nama terbaru yang mencuat ke permukaan adalah Luke Vickery, talenta muda milik klub Australia, Macarthur FC, yang dilaporkan menjadi bidikan serius pelatih John Herdman untuk menambah kedalaman skuad Merah Putih.
Staf Khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, Noor Korompot, memasukkan nama Luke bersama Demiane Agustien sebagai dua nama diaspora yang masih dipantau pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Luke Vickery memiliki garis keturunan Indonesia yang sangat kuat melalui nenek dari pihak ibunya. Sang nenek diketahui lahir di Sumatra dan pernah menetap di Indonesia sebelum akhirnya pindah ke Belanda dan kini tinggal di California, Amerika Serikat.
Hal yang memudahkan proses administrasi nantinya adalah ketersediaan dokumen kependudukan yang lengkap. Vickery mengonfirmasi bahwa neneknya masih menyimpan bukti otentik asal-usulnya.
โNenek saya lahir di Indonesia, di Sumatra. Dia memiliki semua akta kelahirannya,โ ujar pemain berusia 20 tahun tersebut dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha, dikutip Sabtu (21/3/2026).
Kebutuhan akan sosok striker tajam memang menjadi prioritas, mengingat lini depan Garuda saat ini masih terus mencari komposisi yang konsisten. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dilaporkan telah melakukan langkah nyata dengan memantau serta menjalin komunikasi intensif secara langsung dengan Vickery.
Vickery mengakui adanya pembicaraan tersebut dan merasa terkesan dengan proyeksi masa depan Timnas Indonesia di bawah arahan Herdman.
โSaya kontak sudah di sana, kami sudah berbicara beberapa kali dan saya suka visinya bersama Timnas Indonesia dan itu sangat menarik,โ ungkapnya.
Pemain yang lahir di Hawaii ini tidak menutupi ketertarikannya untuk berseragam Merah Putih. Salah satu faktor utama yang membuatnya antusias adalah fanatisme luar biasa dari suporter Indonesia yang dikenal sangat militan di kancah internasional.
“Saya pasti akan terbuka untuk itu dan sangat tertarik membela tim nasional. Sebagai striker di depan puluhan ribu orang di Indonesia, saya pikir itu akan menjadi pengalaman luar biasa dan pasti saya akan mempertimbangkannya,” tambah Vickery.
Secara teknis, Luke Vickery menawarkan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern. Meski sering dipasang sebagai pemain sayap (winger), ia juga sangat nyaman berperan sebagai penyerang tengah (striker). Kelebihan utamanya terletak pada kemampuan menyelesaikan peluang dengan kedua kaki yang sama baiknya (ambipedal).
โSaya bisa bermain sebagai striker, tapi biasanya bermain sebagai pemain sayap. Mau penyerang sayap kiri atau kanan tidak masalah. Saya suka keduanya. Aku bisa menggunakan kedua kaki,โ jelas Vickery.
Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menanjak di kasta tertinggi liga Australia, Luke Vickery berpotensi menjadi aset berharga bagi masa depan lini depan Indonesia jika proses naturalisasinya segera terealisasi. Kini, publik sepak bola tanah air tinggal menunggu langkah konkret dari PSSI untuk meresmikan sang pemain menjadi bagian dari skuad Garuda.











