YOGYAKARTA, POPULI.ID – Ribuan warga DIY menghadiri kegiatan open house atau silahturahmi kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Bangsal Kepatihan pada Senin (30/3/2026).
Setelah bersalaman dengan Ngarsa Dalem dan Sri Paduka, ribuan warga tersebut mulai menikmati santapan makanan yang disediakan Pemda DIY.
Pada kesempatan tersebut, Pemda DIY menghadirkan sebanyak 70 gerobak angkringan dan pelaku UMKM, mulai dari soto, gorengan, jenang, es dawet, hingga es krim. Makanan dan minuman tersebut disediakan secara gratis untuk ribuan warga yang hadir dalam acara silahturahmi.
Para pedagang angkringan dan UMKM tersebut tampak sumringah melayani warga. Hanya dalam beberapa jam makanan dan minuman yang disediakan ludes tak bersisa.
Seorang pedagang soto, Tia (30) merasa senang dan terhormat bisa menjadi bagian UMKM yang terpilih untuk mengikuti kegiatan silahturahmi di Kantor Gubernur DIY. Dikatakan dalam acara itu, para pedagang soto menyediakan total sebanyak 3.000 sampai 4.000 porsi untuk masyarakat.
“Yang jelas kami berterima kasih sudah diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi di acara silahturahmi. Tentu hal itu sangat membantu kami sebagai UMKM sehingga warga Yogyakarta bisa menikmati sajian kami. Semoga momen seperti ini lebih sering diadakan agar pelaku UMKM lain diberi kesempatan untuk berpartisipasi,” paparnya kepada Populi.id, Senin (30/3/2026).
Perasaan syukur dan bangga menyajikan makanan untuk warga Yogyakarta juga dirasakan Parjono (50), pedagang angkringan yang biasa berjualan di Giwangan.
Warga asal Kabupaten Gunungkidul itu bercerita bisa ikut menyajikan dagangan angkringan karena ditawari oleh panitia silahturahmi Pemda DIY.
“Saya baru pertama kali terlibat dalam acara silahturahmi. Kami bersyukur dan senang sekali bisa diundang Gubernur DIY dan terlibat bersama 18 angkringan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Parjono menyebut para pedagang angkringan menyediakan total sekitar 1.000 porsi per masing-masing menu. Di antaranya ada nasi kucing, nasi sambel, sate-satean, gorengan, dan bakso bakar.
“Saya menggandeng UMKM sekitar lingkungan saya. Karena kalau saya kerjakan sendiri tidak mampu, lantaran satu item semisal nasi kucing itu dibuat sampai seribuan lebih. Jadi ini berdampak juga terhadap UMKM di masyarakat sekitar,” paparnya.
Dia pun berharap bisa ikut silahturahmi dan bersalaman dengan Ngarsa Dalem serta Sri Paduka begitu dagangannya habis diserbu warga.
“Saya sebenarnya ingin sekali bersalaman dengan Ngarsa Dalem. Semoga nanti dapat kesempatan,” harapnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












