• Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Deretan Skandal PT Taru Martani, Dari Korupsi Belasan Miliar hingga Tudingan Pemberangusan Serikat Pekerja

di balik sejarah panjangnya, perusahaan PT Taru Martani baru-baru ini diguncang berbagai persoalan serius yang mencoreng reputasinya

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
March 12, 2026
in headline, Kota Yogyakarta, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PT Taru Martani, satu di antara BUMD milik Pemda DIY

PT Taru Martani, satu di antara BUMD milik Pemda DIY. [Dok thomex haryanto]

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – PT Taru Martani dikenal sebagai satu di antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tertua milik Pemda DIY yang memproduksi cerutu legendaris.

Namun, di balik sejarah panjangnya, belakangan ini perusahaan yang terletak di jantung Kota Yogyakarta tersebut diguncang berbagai persoalan serius yang mencoreng reputasinya, mulai dari kasus korupsi yang menyeret pimpinan tertinggi hingga konflik industrial yang memanas.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

Berikut adalah deretan skandal dan kasus yang pernah menghantam PT Taru Martani:

1. Skandal Korupsi Investasi Emas

Kasus yang paling menyita perhatian publik adalah keterlibatan mantan Direktur Utama, Nur Achmad Affandi, dalam praktik korupsi investasi ilegal. Tanpa persetujuan Komisaris maupun Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dana idle cash perusahaan digunakan untuk perdagangan emas berjangka. Ironisnya, investasi ini menggunakan akun pribadi namun modalnya berasal dari kas perusahaan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa pihaknyalah yang melaporkan langsung kasus ini ke kejaksaan.

“Memang kami yang lapor kok. Kan surat gubernur ke kejaksaan, ya udah,” ujar Sultan kala itu.

Akibat perbuatannya yang merugikan negara, Nur Achmad Affandi divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Yogyakarta pada November 2024. Ia juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 17,4 miliar.

2. Dugaan Union Busting

PT Taru Martani juga sempat dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY atas dugaan praktik union busting atau pemberangusan serikat pekerja.

Konflik ini dipicu oleh perbedaan pendapat antara manajemen dan pekerja mengenai usia pensiun. Perusahaan menetapkan 56 tahun berdasarkan surat keputusan (SK) direksi, sementara pekerja berpegang pada perjanjian kerja bersama (PKB) yang menetapkan usia 60 tahun.

Tensi meningkat ketika perusahaan mem-PHK belasan karyawan dan tiga pengurus inti serikat (ketua, sekretaris, dan bendahara).

“Karena tidak sependapat dengan direktur itu makanya ada hal-hal intimidasi sampai PHK kepada kami,” ungkap Ketua PUK SPSI PT Taru Martani, Hariyanto.

Meski sempat dibantah oleh manajemen baru, perusahaan akhirnya melunak dan mempekerjakan kembali para pekerja tersebut untuk menjaga kondusivitas lingkungan kerja.

3. Aksi Mogok Kerja Massal

Puncaknya pada Maret 2026, ratusan buruh PT Taru Martani melakukan aksi mogok kerja sebagai reaksi atas buntunya perundingan terkait kesejahteraan dan hak organisasi. Buruh menuntut tiga poin utama: pemulihan hak kerja bagi karyawan yang dibebastugaskan, pengakuan serikat melalui sistem potong gaji iuran, serta pelaksanaan struktur dan skala upah.

Ketua Serikat Pekerja PT Taru Martani, Hariyanto, menekankan bahwa aksi ini bukanlah gertakan semata.

“Mogok bukan ancaman tapi reaksi dari hasil perundingan yang buntu,” tegas Hariyanto.

Senada dengan itu, Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsad Ade Irawan, mengingatkan manajemen akan posisi tawar buruh.

“Ini adalah pengingat bagi manajemen bahwa tanpa buruh, industri tidak akan berjalan,” kata Irsad.

Aksi yang awalnya direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut akhirnya berakhir di hari pertama setelah pihak direksi menandatangani kesepakatan untuk memenuhi tuntutan para pekerja.

Tags: BUMDKorupsiMogok kerjaPHKPT Taru MartaniskandalSri Sultan Hamengku Buwono XYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Next Post
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Teka-teki Status Siaga 1 TNI, Mahfud MD: Ada Sesuatu yang Serius

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.