• Tentang Kami
Saturday, June 6, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

Indonesia Corruption Watch menilai penahanan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional menguatkan dugaan adanya masalah korupsi yang bersifat sistemik dalam program Makan Bergizi Gratis.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 6, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN). [Dok. Biro Hukum dan Humas BGN]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Penahanan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dinilai oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai puncak gunung es dari karut-marutnya tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). ICW menegaskan bahwa sejak awal program unggulan pemerintah ini telah terindikasi menjadi ladang korupsi sistemik yang melibatkan jaringan loyalitas politik dan aparat.

Peneliti ICW, Seira Tamara Herlambang, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut merupakan konfirmasi atas peringatan yang telah disampaikan masyarakat sipil sejak tahun lalu. Menurutnya, desain program MBG membuka peluang lebar bagi praktik bagi-bagi proyek melalui puluhan yayasan yang terafiliasi dengan kepentingan tertentu.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Ini Profil dan Rekam Jejak Nanik S. Deyang

“Penahanan dari tiga mantan petinggi BGN ini pun bisa dibilang terlambat karena kita sudah menemukan indikasinya itu sudah banyak beredar sejak lama,” ujar Seira Tamara, dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan riset ICW, ditemukan adanya 28 yayasan yang memiliki keterkaitan erat dengan individu di partai politik, serta institusi keamanan seperti TNI dan Polri. Praktik ini diduga kuat sebagai bentuk patronase politik untuk mengamankan dukungan menuju kontestasi elektoral 2029.

Seira menyoroti bagaimana internal BGN sendiri justru ikut menjadi “pemain” dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa, yang menciptakan konflik kepentingan akut.

“Temuan kami sebelumnya memperlihatkan bahwa ada internal BGN yang juga terafiliasi dengan yayasan. Bagaimana mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik ketika mereka pun juga ikut terlibat sebagai pemain? Bagaimana mereka mengawasi dirinya sendiri?” tegas Seira.

Krisis transparansi semakin nyata ketika data mengenai yayasan mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sulit diakses oleh publik. Seira menyebut bahwa BGN bahkan sempat menghapus data yayasan dari situs resminya.

“Keengganan untuk diawasi oleh publik yaitu bagian dari upaya untuk menutupi keborokan-keborokan yang saat ini sedang terjadi di dalam internal BGN itu sendiri,” katanya.

Selain masalah afiliasi, ICW juga melaporkan temuan terkait pengadaan barang yang dinilai tidak relevan dan penuh manipulasi harga. Salah satu yang mencolok adalah pengadaan tablet yang dipatok seharga Rp 16,9 juta per unit, padahal harga pasaran hanya berkisar Rp 8 juta.

“Potensi markup-nya juga sangat besar. Untuk satu tablet di pengadaan itu saja dihargai Rp 16,9 juta, sementara barang yang sama di pasaran itu hanya berharga sekitar setengahnya,” ungkap Seira.

Tak hanya itu, ICW juga melaporkan dugaan markup pengadaan sertifikasi halal senilai Rp 40 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemborosan anggaran lainnya yang disorot meliputi pengadaan motor trail senilai Rp 1,2 triliun hingga pengadaan sepatu dan kaos kaki yang dianggap tidak berdampak langsung pada perbaikan gizi anak.

Meskipun pemerintah telah menunjuk pimpinan baru di BGN, ICW menilai hal tersebut tidak akan mengubah keadaan selama program MBG tetap diperlakukan sebagai instrumen politik. Seira menekankan masalah dalam program ini sudah bersifat sistemik, mulai dari keterlambatan regulasi hingga lemahnya pengawasan.

“Permasalahannya sudah menjadi sebuah permasalahan yang sistemik karena baik dari regulasi pengawasannya tidak optimal, kemudian implementasinya pun juga tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban politik, ICW mendesak presiden untuk segera menghentikan program MBG guna dilakukan evaluasi total secara transparan.

“Tanggung jawab politik dari presiden ya salah satunya adalah menghentikan program ini dan kemudian membuka seluruh catatan evaluasinya kepada publik. Perbaikan sesungguhnya tidak bisa cukup tercapai dengan hanya mengganti kepala BGN,” tandas Seira.

Tags: Badan Gizi NasionalBGNDadan HindayanaICWKorupsiProgram Makan Bergizi Gratis (MBG)Seira Tamara Herlambang

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Ini Profil dan Rekam Jejak Nanik S. Deyang

June 4, 2026
Kredit Fiktif di BUKP Tempel Rugikan Negara Rp2,1 M, Tiga Eks Pengurus Tersangka

Kredit Fiktif di BUKP Tempel Rugikan Negara Rp2,1 M, Tiga Eks Pengurus Tersangka

May 26, 2026
Ilustrasi buruh atau pekerja proyek infrastruktur

Korupsi Material Penyebab Infrastruktur Indonesia Cepat Rusak

May 18, 2026
Ilustrasi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guru Besar UMY Soroti Wacana Dapur MBG di Kampus, Tekankan Perguruan Tinggi Fokus di Tri Dharma

May 16, 2026
Istri Nadiem Makarim yakni Franka Franklin berkisah tentang situasi berat yang dihadapi keluarganya saat Nadiem Makarim harus menjalani kasus hukum terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Istri Cerita Momen Paling Berat Saat Anak-anak Tanya soal Ayahnya

May 14, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.