• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Krisis Integritas Penegak Hukum, Eks Pimpinan KPK Dorong Budaya Saling Tangkap

Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai saling menindak antarpenegak hukum merupakan bentuk pengawasan yang sehat dan mendukung KPK mengambil alih kasus Jampidsus.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 21, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Thony Saut Situmorang.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Thony Saut Situmorang.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Thony Saut Situmorang, menyoroti krisis integritas dan dinamika antar lembaga penegak hukum di Indonesia. Saut menegaskan bahwa fenomena “saling tangkap” antar aparat penegak hukum justru merupakan bentuk pengawasan yang sehat bagi demokrasi.

Menurut Saut, ego sektoral antar lembaga seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK harus dipecahkan melalui sistem check and balance yang nyata. Ia menilai perseteruan atau tindakan hukum antarlembaga bukanlah sebuah kegagalan, melainkan tanda berjalannya fungsi pengawasan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

Wacana Kopdes Merah Putih Bakal Salurkan Barang Bersubsidi, Menteri Purbaya Optimis Akan Untung

“Saya paling senang ini kalau polisi nangkap jaksa, jaksa nangkap polisi, KPK nangkap jaksa dan polisi, polisi-jaksa nangkap KPK. Itu baru keren,” ujar Saut dalam siniar di kanal YouTube CEMAS – Cerita Masyarakat, dikutip Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, hal ini sesuai dengan sejarah berdirinya KPK yang muncul karena performa kepolisian dan kejaksaan yang saat itu dinilai belum maksimal.

Saut juga memberikan kritik keras terhadap revisi Undang-Undang KPK tahun 2019 yang memuat 21 poin pelemahan. Ia menyoroti perubahan status KPK yang kini berada di bawah ranah eksekutif, sehingga tanggung jawabnya beralih dari rakyat kepada presiden.

Kondisi ini, menurut Saut, membuat lembaga antirasuah tersebut sangat rentan terhadap intervensi kekuasaan.

“Sekarang dengan dia (KPK) di bawah pemerintah, dia bertanggung jawab kepada pemerintah yang sedang memimpin. Praktis bagaimana mereka bisa melaksanakan kewajibannya, sangat banyak berpotensi dipengaruhi karena memang dia ikut apa kata majikannya,” tegasnya.

Terkait dinamika kasus Jampidsus yang sedang mencuat, Saut menyarankan agar KPK segera mengambil alih kasus tersebut sesuai kewenangannya dalam Pasal 10A UU KPK guna meminimalkan konflik kepentingan. Menurutnya, meskipun di KPK terdapat unsur jaksa dan polisi, mekanisme voting di antara lima pimpinan dapat menekan risiko conflict of interest.

Lebih lanjut, Saut memaparkan akar permasalahan korupsi di tingkat pejabat publik. Ia menyebut bahwa biaya politik yang tinggi menjadi pemicu utama pejabat untuk mencari “setoran” demi mengembalikan modal kampanye. Selain faktor ekonomi, Saut menilai inkompetensi pejabat juga menjadi pintu masuk praktik suap.

“Inkompeten itu bisa bermuara awal dari suap-menyuap. Orang yang nyuap itu pasti enggak kompeten atau enggak memenuhi kriteria dan standar,” ungkapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Saut mendorong pemerintah untuk mengadopsi prinsip yang diterapkan Singapura dalam membangun indeks persepsi korupsi yang tinggi, yakni mengutamakan meritokrasi dan kejujuran.

Ia juga mengingatkan para pemimpin untuk bersikap egaliter dan terbuka terhadap kritik dari bawahan maupun masyarakat. Saut menilai sikap anti kritik merupakan salah satu indikasi awal perilaku korup.

“Kalau anak buah ngritik pimpinan dibilang salah, ‘saya lebih tahu, saya yang memutuskan’, kalau sudah kayak gitu pasti itu indikasi korupsi,” pungkas Saut.

Ia berharap ke depannya ada kepemimpinan yang berani menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang jelas untuk menaikkan indeks persepsi korupsi Indonesia secara signifikan.

Tags: aparatKorupsiKPKpenegakan hukumSaut Situmorang

Related Posts

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

July 21, 2026
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, saat berkunjung ke Alun-alun Selatan Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Wacana Kopdes Merah Putih Bakal Salurkan Barang Bersubsidi, Menteri Purbaya Optimis Akan Untung

July 19, 2026
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Novel Baswedan dan Haris Azhar Soroti Kasus Febrie Eks Jampidsus, Desak KPK Ambil Alih Penyidikan

July 18, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Nilai Kondisi Indonesia Sudah Penuhi Syarat Hukuman Mati bagi Koruptor

July 15, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Next Post
PSIM Yogyakarta menggelar latihan perdana jelang musim 2026/2027 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

5 Fakta Menarik Latihan Perdana PSIM Yogyakarta Menuju Super League 2026/2027

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.