YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sebanyak 10.000 sampai 12.000 lurah dan pamong lurah se-DIY diperkirakan akan memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Kamis (2/4/2026). Ribuan lurah tersebut akan berkumpul memeriahkan acara Mangayubagya Yuswa Dalem atau perayaan HUT ke-80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan DIY Nayantaka, Gandang Hardjanta, mengatakan bahwa belasan ribu pamong lurah dan lurah dari lima kabupaten/kota di DIY dijadwalkan berkumpul di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Kemudian bergerak bertahap menuju Keraton Yogyakarta dalam rombongan kirab.
“Diperkirakan akan melibatkan sekitar 10.000 sampai 12.000 peserta dari 392 kelurahan di empat kabupaten dan Kota Yogyakarta. Karena setiap kalurahan diproyeksikan mengirim 20 hingga 30 orang perwakilan,” katanya, Rabu (1/4/2026).
Nantinya, lanjut dia, para lurah dan pamong akan mengenakan pakaian adat Yogyakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi. Mereka juga bakal membawa hasil bumi atau potensi unggulan masing-masing wilayah saat sowan ke Keraton Yogyakarta.
Dia menegaskan, kontribusi tersebut bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan. Gelaran tersebut juga dirancang sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih masyarakat kepada pemimpin daerahnya.
“Tidak ada yang diwajibkan. Semua berdasarkan keikhlasan dan kemampuan masing-masing kalurahan. Apa yang dimiliki, itulah yang dibawa,” katanya.
Adapun, hasil bumi yang dibawa oleh para lurah dan pamong lurah nantinya akan didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah kabupaten atau kota masing-masing.
“Jadi konsepnya dari masyarakat, kembali ke masyarakat. Itu sekaligus wujud gotong royong,” tuturnya.
Menurut Gandang, momentum itu memiliki makna khusus bagi para lurah dan pamong se-DIY. Sebab pihaknya menilai sosok Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai teladan dalam memimpin, baik sebagai Gubernur DIY maupun Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Sebagai gubernur sekaligus raja, bagaimana beliau menempatkan diri itu yang menjadi contoh bagi kami. Di usia ke-80, kami ingin memberikan semangat serta penghargaan atas pengabdian beliau,” jelasnya.
Meski acara tersebut akan melibatkan ribuan lurah dan pamong lurah se-DIY. Namun kegiatan tersebut juga terbuka untuk umum bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi.
Hanya saja, pihaknya akan membatasi jumlah masyarakat umum yang terlibat demi menjaga kenyamanan serta kelancaran acara. (populi.id/Dewi Rukmini)












