• Tentang Kami
Wednesday, April 1, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Skandal Operasi Sadang: Koalisi Sipil Bongkar Keterlibatan 16 Pelaku dalam Penyerangan Andrie Yunus

informasi terkini, aktivis KontraS Andrie Yunus dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) dalam kondisi yang belum stabil.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
April 1, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Aksi solidaritas di Utan Kayu untuk aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI

Aksi solidaritas di Utan Kayu untuk aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI. [Instagram/Utan Kayu]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Tim advokasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memaparkan temuan mengejutkan terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Koalisi yang terdiri dari KontraS, LBH Jakarta, YLBHI, PSHK, hingga Amnesty International ini menegaskan bahwa serangan tersebut bukanlah penganiayaan biasa, melainkan sebuah operasi intelijen yang sistematis dan terorganisir.

BERITA MENARIK LAINNYA

7 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel

Fakta Terbaru Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Jejak “Operasi Sadang” dan Keterlibatan 16 Pelaku

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus merupakan bagian dari operasi bersandi “Operasi Sadang”.

Berbeda dengan keterangan resmi aparat yang sebelumnya menetapkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI sebagai tersangka, investigasi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menemukan keterlibatan personel yang jauh lebih masif.

Berdasarkan penelusuran terhadap 37 titik CCTV dan perangkat intelijen terbuka (open source intelligence), koalisi mengidentifikasi setidaknya ada 16 orang yang terlibat dalam rangkaian penyerangan tersebut.

“Temuan dari kami, operasi ini melibatkan 16 orang atau lebih. Hasil penelusuran CCTV dan pencarian alat bukti menggunakan perangkat open source intelligence menemukan setidaknya 16 orang yang terlibat dalam rangkaian konstruksi penyerangan ini, belum termasuk aktor intelektualnya,” ungkap Dimas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, dikutip dari TVR Parlemen, Selasa (31/3/2026).

Operasi ini disebut melibatkan tahap perencanaan matang, mulai dari upaya surveilans hingga penguntitan intensif terhadap pergerakan korban.

Kondisi Kritis Korban dan Klasifikasi Percobaan Pembunuhan

Hingga dua pekan pasca-kejadian, Andrie Yunus dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) dalam kondisi yang belum stabil.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen di sekujur tubuhnya, dengan kondisi paling parah pada mata kanan yang kini terancam cacat permanen.

Melihat tingkat kekejaman dan alat yang digunakan, pakar hukum pidana Universitas Binus, Ahmad Sofyan, menilai kasus ini layak dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana. Pemilihan air keras sebagai senjata dan wajah sebagai sasaran dianggap sebagai elemen perencanaan untuk memberikan dampak fatal.

“Dampaknya apa? Dampaknya hal yang paling terburuk adalah kematian apabila itu terhirup ke saluran pernapasan. Atau yang paling minimal adalah cacat permanen,” kata Dimas.

Ancaman bagi Aktivis Lain: Andrie Bukan Target Tunggal

Satu di antara poin paling mengkhawatirkan yang terungkap dalam rapat tersebut adalah adanya indikasi bahwa Andrie Yunus bukanlah satu-satunya sasaran dalam “Operasi Sadang”. Informasi yang diterima koalisi menunjukkan adanya beberapa nama aktivis pembela HAM dan tokoh kritis lainnya yang masuk dalam daftar target operasi.

“Operasi Sadang ini bermula dengan sejumlah tindakan perencanaan dan penguntitan. Informasi yang kami terima, ada beberapa target lainnya selain saudara Andrie Yunus,” ungkap Dimas.

Hal ini dinilai menciptakan efek domino intimidasi yang membayangi kerja-kerja kemanusiaan di Indonesia.

Protes Keras Pelimpahan ke Puspom TNI

Koalisi masyarakat sipil menyatakan protes keras atas keputusan Polda Metro Jaya yang melimpahkan kasus ini ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Pelimpahan tersebut dianggap sebagai langkah yang dapat menghambat transparansi dan berisiko hanya menyentuh pelaku lapangan tanpa mengungkap struktur komando di baliknya.

TAUD mendesak agar proses hukum dilakukan melalui peradilan umum demi menjamin akuntabilitas dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Pengungkapan kasus ini juga disebut sebagai ujian bagi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya secara tegas menyebut peristiwa ini sebagai bentuk terorisme.

Desakan Pembentukan TGPF Independen

Mengingat adanya indikasi keterlibatan aktor negara dan tembok politik yang sulit ditembus, koalisi mendesak DPR RI untuk mendorong Presiden segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen. Tim ini diharapkan melibatkan ahli, aparat penegak hukum, dan perwakilan masyarakat sipil.

Dimas menekankan bahwa TGPF adalah satu-satunya jalan untuk membongkar tuntas dalang di balik teror ini:

“Kami memohon agar forum ini (DPR) bisa menghasilkan keputusan politik untuk membentuk TGPF independen. Tujuannya agar bisa membongkar secara terang-benderang, tidak hanya eksekutor lapangannya, tapi juga aktor intelektualis dan motifnya,” ujar Dimas.

Tags: Andrie YunusDimas Bagus AryaKoalisi Masyarakat SipilKontrasOperasi Sadangpenyiraman air kerasTNI

Related Posts

bendera PBB untuk misi perdamaian UNIFIL

7 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel

April 1, 2026
Fakta Terbaru Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Fakta Terbaru Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

March 25, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Kutuk Serangan Air Keras ke Andrie Yunus: Tak Ada Impunitas

March 20, 2026
Ilustrasi penganiayaan

Fakta dan Kronologi Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras

March 13, 2026
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Teka-teki Status Siaga 1 TNI, Mahfud MD: Ada Sesuatu yang Serius

March 11, 2026
Ilustrasi gedung KPK

ICW dan Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK karena Diduga Terlibat Pemerasan

December 23, 2025
Next Post
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar serentak melalui daring, bertempat di Halaman Kantor Kalurahan Sinduadi Mlati Sleman, Senin (21/7). (dok.Prokopim)

Guru Besar UGM Kritik Kebijakan Pemerintah Alihkan Sebagian Besar Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.