JAKARTA, POPULI.ID – Lanskap politik Indonesia menjelang Pemilu 2029 mulai menunjukkan pergeseran menarik. Hingga April 2026, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tercatat menjadi magnet baru bagi sejumlah politisi senior dan tokoh daerah dari berbagai latar belakang partai besar, mulai dari Nasdem, PDI-P, PKS, hingga Demokrat.
Fenomena ini memperkuat posisi partai berlambang bunga mawar tersebut sebagai wadah politik yang dianggap lebih terbuka dan menjanjikan bagi masa depan.
Dari sejumlah data yang dihimpun menunjukkan bahwa sejak tahun 2025, setidaknya sembilan tokoh penting telah resmi menyeberang ke partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep tersebut. Gelombang perpindahan terbesar datang dari Partai Nasdem, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh kunci seperti Ahmad Ali dan Rusdi Masse.
Magnet ‘Partai Masa Depan’
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, yang sebelumnya merupakan elit Partai Nasdem, mengungkapkan bahwa pilihannya berlabuh ke PSI didasari oleh visi partai tersebut ke depan.
“Ya bagi saya partai PSI ini partai masa depan,” ujar Ahmad Ali pada September 2025 lalu.
Ia juga menambahkan bahwa perpindahan haluan merupakan hal lumrah dalam politik, terlebih karena adanya kedekatan emosional dengan para kader PSI.
“Kita ini punya relasi batin yang cukup kuat. Jadi emang tiba-tiba nyatu aja,” imbuhnya.
Sentimen serupa juga terlihat dari bergabungnya kader dari partai lain. Dari PDI-P, muncul nama Nina Agustina yang memutuskan bergabung setelah mengaku mendapatkan restu dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Sementara itu, dalam Rakernas PSI Januari 2026, sejumlah legislator dan mantan kepala daerah dari PKS dan Demokrat juga ikut diperkenalkan sebagai anggota baru.
Keterbukaan Sebagai Nilai Jual
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menegaskan bahwa tren bergabungnya tokoh-tokoh ini membuktikan meningkatnya kepercayaan publik terhadap PSI. Menurutnya, PSI sengaja didesain sebagai institusi yang tidak eksklusif.
“PSI adalah partai super terbuka di mana semua orang diterima, semua orang adalah pemegang saham. Partai ini bukan partai keluarga, bukan partai sekelompok orang segelintir orang saja,” tegas Grace.
Ia juga mengklaim bahwa angka kader yang bergabung terus bergerak dinamis dan pihaknya tetap membuka pintu bagi tokoh nasional lainnya.
Daftar Tokoh yang Bergabung ke PSI (Hingga 2026)
Berdasarkan catatan dari sumber resmi, berikut adalah deretan tokoh yang telah memutuskan berpindah ke PSI:
Eks Partai Nasdem:
– Ahmad Ali (Kini menjabat Ketua Harian PSI)
– Bestari Barus
– Rusdi Masse Mappasessu
– Hendra Joni (Bupati Pesisir Selatan dua periode dan mantan Ketua DPD Nasdem Sumbar)
– Lutfi Halide (Mantan Wakil Bupati Soppeng)
– Resky Mulfiati Lutfi (Mantan anggota DPRD Sulsel 2019-2024)
Eks PDI-P: Nina Agustina
Eks PKS: Vera Firdaus (Mantan anggota DPRD Pinrang dan DPRD Sulsel)
Eks Partai Demokrat: Ikrar Kamaruddin (Mantan anggota DPRD Sulsel 2014-2019)
Tokoh Lainnya:
– Muhammad Asrul (Mantan Ketua LMND 2022-2025)
– Al Habib Syarif Husain (Tokoh Agama)
Persiapan Menuju 2029
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, tidak ingin membuang waktu dengan kehadiran para tokoh baru ini. Ia menargetkan penguatan struktur partai hingga ke level terbawah agar siap menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kalau bisa akhir tahun ini sudah selesai semua sampai tingkat desa supaya nanti di 2029 kita tinggal siap perang saja,” kata Kaesang.
Saat ini, pembentukan struktur di tingkat kecamatan diklaim telah mencapai 74 persen, sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi modal kuat bagi PSI untuk lolos verifikasi 2027 dan memenangkan Pemilu 2029.












