• Tentang Kami
Wednesday, April 15, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Massa Organisasi GeBUKK Datangi DPRD DIY, Minta Keadilan Agar Pengadilan Tunda Eksekusi Rumah Desi

Dalam audiensi tersebut, perwakilan massa aksi menceritakan bahwa rumah milik Desi dan Nabila yang ada di Jalan Pangeran Wirosobo, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo sudah terlelang

byredaksi
April 14, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi GeBUKK melakukan audiensi dengan Ketua DPRD DIY, Nuryadi, pada Selasa (14/4/2026).

Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi GeBUKK melakukan audiensi dengan Ketua DPRD DIY, Nuryadi, pada Selasa (14/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARYA, POPULI.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi gerakan rakyat bersatu untuk keadilan dan kemanusiaan (GeBUKK) mendatangi Gedung DPRD DIY pada Selasa (14/4/2026).

Kedatangan mereka siang itu untuk menyampaikan unek-unek kepada anggota wakil rakyat terkait permasalahan rumah yang menimpa warga bernama Desi dan Nabila. Unek-unek mereka pun didengarkan langsung oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi, dalam sebuah forum audiensi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Ratusan Karyawan PT MTG Tolak Pesangon Rendah, Pemkab Sleman Turun Tangan

Ratusan Buruh PT MTG Gelar Unjuk Rasa di Pemkab Sleman, Resah Terancam PHK hingga Pesangon Rendah

Dalam audiensi tersebut, perwakilan massa aksi menceritakan bahwa rumah milik Desi dan Nabila yang ada di Jalan Pangeran Wirosobo, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta sudah terlelang dan akan dilakukan eksekusi pada Kamis (16/4/2026) mendatang.

Padahal saat ini, keluarga Desi sedang berproses melakukan upaya hukum gugatan perdata tingkat pertama terkait proses pelelangan tersebut.

“Kedatangan kami ke DPRD DIY untuk meminta anggota dewan agar memberikan pertimbangan kepada Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, supaya menunda proses eksekusi rumah Ibu Desi pada Kamis (16/4/2026) besok,” ucap Waljito kepada Populi.id, Selasa (14/4/2026).

“Kami tidak minta membatalkan, hanya menunda. Karena Ibu Desi baru pertama kali mengajukan gugatan perdata tingkat pertama, mbok tolong dikasih kesempatan. Kalau nanti inkrach, sudah ada putusan dari pengadilan perdata. Nah silakan, karena itu merupakan suatu keputusan mutlak dari proses hukum,” jelasnya.

Waljito menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika Desi mengajukan pinjaman atau kredit ke BPR UGM. Namun, karena terdampak pandemi Covid-19 akhirnya kredit tersebut macet. Sehingga aset rumah Desi yang menjadi jaminan kredit pun dilelang.

“Dia (Desi) cerita bahwa dalam proses perbankan ada masalah, kemudian proses penanganannya juga bermasalah. Karena Ibu Desi sudah beritikad baik mau melunasi tapi pihak bank menghambat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Desi pun meminta pertolongan konsultasi dan pendampingan hukum kepada seorang pengacara (advokat). Namun di tengah jalan, advokat tersebut justru beralih mendampingi pihak pemenang lelang.

“Jadi itu ada indikasi tidak benar (terkait kuasa hukum ganda). Sehingga waktu pertama kali mau dilakukan eksekusi, kami minta pertimbangan kepada PN untuk menunda sudah dikabulkan. Lalu saran dari PN Kota Yogyakarta untuk segera menyusulkan surat gugatan,” papar dia.

Dikatakan, gugatan perdata di Pengadilan Negeri Sleman sudah diajukan. Sidang perdana gugatan perdata itu juga sudah dijadwalkan akan digelar pada 24 April 2026.

“Tapi faktanya setelah surat gugatan masuk dan proses negosiasi masih berjalan serta jadwal sidang pertama sudah ditentukan pada 24 April 2026. Ternyata besok Kamis (16/4/2026) ada surat eksekusi kedua,” katanya.

Dia menyebut, apabila permohonan itu tidak dihiraukan dan PN Kota Yogyakarta tetap memaksa untuk melakukan eksekusi. Maka pihaknya akan mengambil keputusan untuk mendukung keluarga Desi.

“Tetap kami akan upaya mendampingi sampai Bu Desi mendapatkan keadilan. Apalagi itu rumah satu-satunya, kalau dilelang ya dia tidak punya rumah. Karena pengembalian sisa lelang hanya Rp35 juta, padahal nilai asetnya Rp1,5 miliar dan putus lelang Rp480 juta,” katanya.

Setelah mendengar paparan kronologi kasus yang menimpa Desi, serta melihat adanya itikad baik dan upaya hukum sedang berjalan. Ketua DPRD DIY, Nuryadi, langsung memgambil langkah tegas dengan membuat surat resmi kepada Pengadilan Tinggi DIY.

Menurutnya ada aspek ketidakadilan yang harus segera diperbaiki. Apalagi eksekusi yang akan dilakukan berdekatan dengan jadwal sidang perdana gugatan, ia menilai hal itu perlu dikaji ulang demi kepastian hukum.

“Kami melihat ada persoalan mendasar. Warga punya niat baik menyelesaikan, justru terkendala. Sementara upaya hukum lain sedang berjalan, maka itu tidak bisa dibiarkan tanpa melihat aspek kemanusiaan,” katanya.

Nuryadi menuturkan, pembuatan surat resmi ke Pengadilan Tinggi DIY bukan bertujuan untuk menekan lembaga, melainkan sebagai upaya penyampaian aspirasi.

Sebab, legislatif mempunyai fungsi untuk menampung aspirasi rakyat. Lantas ketika ada indikasi ketidakadilan dan hak dasae warga terancam, maka DPRD wajib hadir memberikan perlindungan serta pertimbangan.

“Mudah-mudahan Pengadilan Tinggi DIY bisa memahami agar proses eksekusi ditunda,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: BPR UGMDesiDPRD DIYeksekusi rumahGeBUKKkreditNabilaWaljito

Related Posts

Ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) saat melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Rabu (1/4/2026).

Ratusan Karyawan PT MTG Tolak Pesangon Rendah, Pemkab Sleman Turun Tangan

April 2, 2026
Ratusan karyawan PT Mitra Tunggal Garment (MTG) melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Rabu (1/4/2026).

Ratusan Buruh PT MTG Gelar Unjuk Rasa di Pemkab Sleman, Resah Terancam PHK hingga Pesangon Rendah

April 1, 2026
Anggota Sekolah Lansia Kalimasada, Ety Roossetiyawati saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).

Lansia Sleman Usulkan Anggaran MBG Dialihkan untuk Pendidikan Gratis

February 12, 2026
Massa buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD DIY, Kamis (8/1/2026).

Aliansi Buruh Desak Pemda DIY Revisi UMP 2026 ke Angka Rp4 Juta

January 8, 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan HB X Ungkap Visi Misi Pembangunan Kepariwisataan DIY 2026-2045: Berkelanjutan dan Adaptif

September 17, 2025
Sejumlah massa di DPRD DIY melakukan aksi damai, Senin (1/8/2025). (Hadid Pangestu)

Ratusan Massa Front Aliansi Jogja Bergerak Desak Reformasi Polri di DPRD DIY

September 1, 2025
Next Post
Suasana tribun Stadion SUltan Agung, Bantul, dalam laga PSIM melawan PSM Makassar, Jumat (10/4/2026).

5 Fakta di Balik Sunyinya Laga Kandang PSIM Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.