• Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Ratusan Karyawan PT MTG Tolak Pesangon Rendah, Pemkab Sleman Turun Tangan

Ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garment atau MTG melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Sleman lantaran perusahaan tempat mereka bernaung bakal melakukan PHK dengan kebijakan yang dianggap tak adil

byredaksi
April 2, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) saat melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Rabu (1/4/2026).

Ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) saat melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Rabu (1/4/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Penolakan terhadap besaran pesangon mewarnai rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 379 karyawan PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Para pekerja menilai kompensasi yang ditawarkan perusahaan jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Kritik Kinerja OPD, Siap Terapkan Sanksi Pemotongan TPP

Massa Organisasi GeBUKK Datangi DPRD DIY, Minta Keadilan Agar Pengadilan Tunda Eksekusi Rumah Desi

Aksi protes pun digelar ratusan karyawan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Beran, Tridadi, Rabu (1/4/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Salah satu karyawan, Hariyani, mengungkapkan bahwa PHK gelombang kedua justru menyasar pekerja lama yang telah mengabdi selama puluhan tahun. “Kami ini karyawan lama, bahkan yang tersisa merupakan tenaga terbaik sebelum kebakaran. Tapi sekarang justru kami yang diberhentikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti turunnya nilai pesangon yang ditawarkan perusahaan. “Dulu saat PHK pascakebakaran diberikan 0,75 kali, sekarang hanya 0,5 kali,” tambahnya.

Ketua Advokasi DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Waljito, menilai kondisi perusahaan sebenarnya masih stabil dan tidak dalam keadaan merugi. “Produksi masih berjalan, pesanan ada, bahkan ada rencana perekrutan tenaga kontrak baru,” katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021. KSPSI pun mendorong penyelesaian melalui jalur tripartit dengan mempertimbangkan aspek keadilan bagi pekerja.

Menanggapi hal itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman mulai memfasilitasi pertemuan antara pekerja dan pihak perusahaan.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Sleman, Cicilia Lusiani, menyebut proses penyelesaian kini telah memasuki tahap tripartit setelah sebelumnya tidak tercapai kesepakatan dalam perundingan bipartit.

“Kami meminta kedua pihak menyampaikan fakta dan bukti pendukung agar persoalan ini bisa diklarifikasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika dalam waktu 30 hari tidak tercapai kesepakatan, maka sengketa dapat dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Sementara itu, pihak perusahaan disebut mengaitkan kebijakan tersebut dengan kondisi force majeure akibat kebakaran pabrik yang terjadi sebelumnya. Namun, Disnaker menegaskan bahwa setiap klaim kerugian harus dibuktikan sesuai aturan yang berlaku.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya menjembatani kedua belah pihak agar tercapai solusi terbaik.

“Kami ingin ada titik temu yang adil. Jika diperlukan, kami siap mempertemukan langsung dengan pemilik perusahaan,” ujarnya.

Tags: Bupati Slemanharda kiswayapesangon rendahPHKPT Mataram Tunggal Garmentunjuk rasaWaljito

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Bupati Sleman Kritik Kinerja OPD, Siap Terapkan Sanksi Pemotongan TPP

April 15, 2026
Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi GeBUKK melakukan audiensi dengan Ketua DPRD DIY, Nuryadi, pada Selasa (14/4/2026).

Massa Organisasi GeBUKK Datangi DPRD DIY, Minta Keadilan Agar Pengadilan Tunda Eksekusi Rumah Desi

April 14, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran DPUPKP meninjau kondisi jalan di wilayah Sleman

Pelihara Jalan, DPUPKP Sleman Pertimbangkan Aspek Konektivitas

April 12, 2026
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (kanan) bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya saat ditemui di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sleman, Senin (6/4/2026).

ASN Pemprov DIY Bakal WFH, Sri Sultan HB X Soroti Tantangan Pengawasan

April 7, 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Bupati Sleman Pastikan SD Nglarang yang Terdampak Tol Jogja Segera Direlokasi

April 6, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya memberi keterangan kepada pers terkait penerapan WFH pada hari Jumat (3/4/2026), Kamis (2/4/2026)

Bupati Sleman Tak Terapkan WFH Demi Layanan Masyarakat

April 2, 2026
Next Post
Bupati Sleman Harda Kiswaya memberi keterangan kepada pers terkait penerapan WFH pada hari Jumat (3/4/2026), Kamis (2/4/2026)

Bupati Sleman Tak Terapkan WFH Demi Layanan Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.