POPULI.ID – Klub sepak bola Italia milik Djarum Group, Como 1907, mencetak sejarah dengan memastikan tiket ke Liga Champions Eropa (UCL) musim depan setelah finis di posisi empat besar Serie A musim 2025/2026. Kepastian ini diraih usai skuat asuhan Cesc Fabregas menang telak 4-1 atas Cremonese pada laga pamungkas, Minggu (24/5/2026), yang sekaligus menggeser posisi AC Milan dari zona kompetisi elit Eropa tersebut.
Kisah Sukses: Dari Kebangkrutan Menuju Pentas Eropa
Perjalanan Como 1907 menuju kompetisi kasta tertinggi Eropa adalah sebuah fenomena. Pada tahun 2019, klub ini masih mendekam di Serie D (divisi amatir) setelah sempat mengalami kebangkrutan dan terlempar dari sepak bola profesional. Di titik nadir itulah, Grup Djarum melalui anak usahanya, SENT Entertainment, mengakuisisi klub dengan nilai investasi awal sekitar Rp 10 miliar.
Sejak akuisisi tersebut, manajemen melakukan pembenahan total dengan investasi mencapai 12 juta Euro hingga tahun 2022. Hasilnya terlihat nyata. Como perlahan naik kasta ke Serie B, menembus Serie A pada 2024, dan kini bersiap menjamu klub-klub raksasa Eropa di kompetisi elit.
Penerapan Strategi Moneyball dan Analisa Data
Keberhasilan Como bukan didorong oleh belanja pemain bintang dengan harga selangit, melainkan melalui efisiensi analisa data. Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengungkapkan bahwa klub mengadopsi sistem moneyball yang terinspirasi dari Billy Beane.
Mirwan menjelaskan bahwa klub menggunakan data sebagai landasan utama dalam setiap keputusan teknis. Mereka menggabungkan sistem data dari klub-klub papan atas seperti Brighton dan Liverpool, lalu melakukan reverse engineer untuk membangun sistem internal sendiri.
“Kami memang menggunakan sistem data sebagai landasan buat semua keputusan sepak bola kita,” ujar Mirwan dalam kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, dikutip Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan bahwa proses rekrutmen melibatkan penyaringan data ribuan pemain secara objektif sebelum akhirnya dipilih oleh tim pelatih.
Filosofi Manajemen Djarum: Tanpa Ego
Di balik kecanggihan data, Mirwan menekankan bahwa kunci sukses Como terletak pada budaya kerja yang dibawa dari Grup Djarum. Keputusan tidak diambil berdasarkan insting individu, melainkan melalui Dewan Sepak Bola yang terdiri dari delapan orang, termasuk perwakilan pemilik dan tim finansial.
Mirwan menekankan pentingnya menekan ego dalam organisasi. Menurutnya, setiap langkah strategis harus didasarkan pada informasi yang akurat dan dikonsultasikan langsung dengan pemilik di Jakarta.
“Kunci utama kita itu kita harus menganggap diri kita semuanya enggak tahu apa-apa dan mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya,” tegas Mirwan.
“Di sepak bola menurut gua yang paling penting itu enggak boleh ada ego dan enggak boleh ada emosi. Kalau kita menang, jangan (terlalu) senang, kalau kalah jangan sedih. Kita lihat datanya gimana,” tambahnya.
Membangun Ekosistem Jangka Panjang
Pencapaian UCL ini melengkapi visi manajemen untuk membangun Como bukan sekadar sebagai klub bola, melainkan sebuah ekosistem sports tourism dan ritel premium di kawasan Danau Como.
Desain jersei mereka yang dikerjakan oleh desainer ternama seperti Didit Prabowo dan sistem manajemen data internal kini bahkan telah digunakan oleh 13 klub internasional lainnya, termasuk Tottenham dan Everton.
Dengan tiket Liga Champions di tangan, klub kecil dari kota kecil di tepi danau ini telah membuktikan bahwa visi modern dan manajemen yang disiplin mampu meruntuhkan dominasi klub-klub besar Italia.









![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)