• Tentang Kami
Friday, May 29, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

UNY Masih Telusuri Dugaan Dua Alumni Manipulasi Riset di Denmark

Adapun dua peneliti yang dituding melakukan manipulasi riset itu adalah alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka juga mencantumkan nama instansi Fakultas Biologi UNY dalam risetnya.

byredaksi
May 29, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Seorang pengendara sepeda motor keluar dari gerbang kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (28/5/2026).

Seorang pengendara sepeda motor keluar dari gerbang kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (28/5/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Viral di media sosial sebuah unggahan yang menuding sejumlah orang Indonesia ketahuan melakukan manipulasi riset dalam konferensi International untuk para ahli pneumonia di Kopenhagen, Denmark.

Unggahan akun @mandharabrasika dan @w.o.d.d itu menuding dua peneliti asal Indonesia melakukan manipulasi dengan memalsukan identitas dan menggunakan AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) dalam riset.

BERITA MENARIK LAINNYA

7 Fakta dan Kronologi Skandal Riset Palsu WNI di Denmark

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

“Modusnya pelaku berganti-ganti nama saat presentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag. Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu, dibuat dengan AI dan atau fabrikadi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat, padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di generate AI, gambar dan tulisannya juga,” tulis unggahan tersebut.

Lokasi riset juga dinilai tidak masuk akal. Sebab, lokasi riset berada di luar negeri antara lain Peruvian Andes, dataran tinggi Ethiopia, dataran tinggi Guatemala, Lebanon, Jordan, Banhladesh, South Sudan, Philippines, Kenya, Nepal, Malavi, dan India Utata. Namun perisetnya semua orang Indonesia, tanpa kolaborator setempat, dan keterangan persetujuan etik.

“Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang bisa membuat mereka keluar negeri gratis. Gratis karena yang bayar mahal adalah Indonesia yang nama baiknya rusak di mata ilmuwan dunia,” tulisnya.

Adapun dua peneliti yang dituding melakukan manipulasi riset itu adalah alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka juga mencantumkan nama instansi Fakultas Biologi UNY dalam risetnya.

Pihak UNY pun buka suara terkait dugaan manipulasi riset yang dilakukan oleh alumninya. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto, mengatakan saat ini sedang melakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial. Sebab, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke universitas.

“Kami masih memproses isu tersebut. Karena istilahnya belum ada laporan resmi ke kami, yang ada kan baru di media sosial itu. Jadi kami baru melakukan penelusuran dengan tim,” ungkap Nur, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, nama dua peneliti yang diduga melakukan manipulasi riset itu adalah Rifaldy Fajar dan Prihantini. Keduanya diduga merupakan alumni dari UNY.

Terkait hal itu, Nur membenarkan bahwa nama dua orang itu tercatat sebagai alumni di database kampus UNY. Kendati demikian, pihaknya masih melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan untuk memastikan kesesuaian identitas yang dimaksud di media sosial.

“Atas dua nama itu, kami melakukan penelusuran memang benar sebagai alumni. Tapi informasinya masih kami dalami dulu. Kami tabayun klatifikasikan dulu ke yang bersangkutan,” katanya.

Nur mengungkapkan, berdasarkan database dua nama alumni tersebut tercatat sebagai lulusan S1 Matematika. Mereka dikatakan sudah lulus sekitar 10 tahun lalu.

“Kalau nama berdua itu benar di database kami alumni 2018 dan 2017. Tapi sekali lagi, kami perlu cek benar tidak orangnya itu. Dua nama itu memang ada di database kami, tapi kami tidak tahu itu orangnya sama atau tidak,” jelas dia.

Dia menegaskan tidak ingin memperkeruh keadaan dan asal menuduh orang, sehingga perlu melakukan konfirmasi dan klatifikasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada sanksi kepada yang bersangkutan apabila dugaan manipulasi tersebut benar.

Menurutnya, sesuai aturan akademik ada beberapa tingkatan untuk pemberian sanksi terhadap pelanggaran. Akan tetapi, sanksi terhadap alumni berbeda kasus, sehingga biasanya dibawa ke komite etik apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Sekali lagi kami masih klarifikasi dan konfirmasi lagi. Kami berhati-hati supaya tidak ada masalah di kemudian hari. Supaya kami tidak menzalimi juga,” papar Nur.

Lebih lanjut, Nur menuturkan telah berhasil menghubungi Prihantini saat menelusuri kebenaran isu tersebut. Nur mengatakan bahwa Prihantini telah meminta maaf atas kegaduhan yang menyeret nama kampus. Dia juga menyebut ada miskomunikasi yang terjadi di beberapa pihak dan menyebar di media sosial dengan cepat.

“Kami menyatakan telah terjadi miskomunikasi di beberapa pihak dan menyebar di media sosial dengan cepat tanpa adanya konfirmasi di pihak kami terlebih dahulu. Yang beredar di sosial media tidak semuanya benar. Kami sedang menyusun klarifikasi penjelasan di media sosial,” ungkap Nur membacakan pesan Prihantini.

Sedangkan untuk Rifaldy Fajar, Nur menyampaikan pihak kampus belum berhasil menghubungi. Sehingga belum ada klarifikasi dari Rifaldy Fajar.

Tags: denmarkmanipulasiNur HidayantopenelitipenipuanPrihantiniRifaldy FajarRisetUNY

Related Posts

Ilustrasi riset penelitian

7 Fakta dan Kronologi Skandal Riset Palsu WNI di Denmark

May 28, 2026
Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, mengatakan bahwa kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta bukan sekadar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, pada Rabu (29/4/2026).

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

April 30, 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresemian serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, yang dilaksanakan secara langsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Prabowo Singgung Soal Praktik Penipuan

January 12, 2026
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

January 7, 2026
peta Greenland yang belakangan santer ingin diambil alih oleh Amerika Serikat

Amerika Berupaya Caplok Greenland, NATO Pasang Badan

January 7, 2026
Ibu Perdana Arie Veriasa, Suci Hastuti bersama dengan sejumlah rekan-rekan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (10/12/2025).

Minim Pendampingan Kampus, Rekan Mahasiswa Turun Langsung Kawal Kasus Perdana Arie

December 11, 2025
Next Post
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.