SLEMAN, POPULI.ID – Gerbong birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi memasuki babak baru. Abu Bakar resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, menduduki posisi tertinggi dalam hierarki Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Pendapa Parasamya pada Selasa (2/6/2026) siang. Abu Bakar dilantik menggantikan Susmiarto yang telah memasuki masa purna tugas terhitung sejak 1 Juni 2026.
Berbeda dengan pola umum, terpilihnya mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman ini merupakan hasil dari penerapan manajemen talenta berbasis digital. Pemkab Sleman memanfaatkan aplikasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memungkinkan penyaringan kandidat tanpa pendaftaran manual.
Berdasarkan kompetensi dan rekam jejak digital tersebut, Abu Bakar berhasil masuk dalam jajaran 10 besar pejabat eselon II sebelum akhirnya melewati tahapan uji kompetensi dan wawancara final. Langkah cepat pelantikan ini diambil untuk memastikan tidak adanya kekosongan jabatan atau perlunya penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
Rekam Jejak: Dari Staf Kecamatan hingga Pamong Senior
Karier pria kelahiran Semarang, 10 Juli 1971 ini merupakan gambaran birokrat yang merangkak dari bawah. Lulusan STPDN angkatan 1993 tersebut memulai pengabdiannya dari golongan II/a dan sempat menimba ilmu sebagai Sekretaris Camat Pekalongan Selatan pada akhir 2002.
Di Sleman, perjalanan kariernya dimulai sebagai staf di Kapanewon Kalasan pada 2005. Sosoknya mulai dikenal luas saat dipercaya memimpin wilayah-wilayah strategis sebagai Panewu Prambanan (2012), Panewu Gamping (2017), hingga menjadi Panewu Depok (2018-2020). Kedekatannya dengan perangkat desa, mulai dari dukuh hingga lurah, terbentuk selama masa tugasnya di wilayah teritorial tersebut.
Pakar Fiskal dan Prestasi Nasional
Setelah matang di lapangan, Abu Bakar ditarik ke sektor manajemen makro sebagai Sekretaris BKAD Sleman pada September 2021. Meski sempat bergeser menjadi Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada 2023, ia berhasil menorehkan prestasi nasional berupa ANRI Award 2025 dan sukses menginisiasi digitalisasi di dinas tersebut.
Keahliannya dalam pengelolaan anggaran membawanya kembali ke BKAD sebagai Kepala Badan pada Juli 2025, sebelum akhirnya kini dipercaya menjadi Sekda. Di bawah kepemimpinannya, laporan keuangan Sleman pernah tercatat sebagai salah satu yang tercepat di tingkat nasional.
Tantangan dan Target Masa Depan
Sebagai Sekda baru, Abu Bakar memikul tanggung jawab besar dari Bupati Harda Kiswaya, terutama dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan naik Rp 200 miliar. Fokus utamanya mencakup percepatan SPPT PBB dengan mengembalikan jadwal penyerahan dari Februari ke Januari guna menghindari potensi kehilangan pendapatan.
Kemudian ekspansi pajak dengan membidik potensi pajak dari sektor homestay agar tercipta keseimbangan dengan industri hotel. Lalu transformasi digital, di mana ia bertanggung jawab membawa birokrasi Sleman menuju sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
Dengan masa aktif hingga Agustus 2031, pejabat berpangkat Pembina Utama Muda (IV/c) yang juga pemegang tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital bagi seluruh ASN di Bumi Sembada.










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

