• Tentang Kami
Thursday, July 2, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pengamat Bongkar Makna Safari Politik Jokowi di Lampung: Masih Punya Ambisi Besar

Jokowi tidak memilih untuk menjadi "begawan" atau negarawan yang menarik diri dari urusan politik praktis setelah masa jabatannya berakhir.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 2, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Kegiatan safari politik mantan presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Lampung baru-baru ini memicu sorotan di kalangan pengamat politik.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya sistematis untuk menjaga relevansi politik pasca jabatan serta mengirim pesan kuat kepada para pesaing politiknya melalui simbol-simbol adat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

Menerawang Tokoh Muda Potensial Menuju Kontestasi 2029: AHY Pesaing Ketat Gibran

Pengamat Komunikasi Politik dan Militer dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menyebut fenomena ini sebagai bentuk pos-presidensi politik.

Menurutnya, Jokowi tidak memilih untuk menjadi “begawan” atau negarawan yang menarik diri dari urusan politik praktis setelah masa jabatannya berakhir.

“Jokowi itu orang yang tidak memilih menjadi begawan, artinya belum selesai urusan politiknya, ambisi-ambisi politiknya masih sangat tinggi,” ujar Selamat dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, dikutip Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan bahwa safari ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki jaringan elit, birokrasi, hingga relawan yang solid.

Simbol Injak Kepala Kerbau

Salah satu momen yang paling disorot dalam kunjungan ke Lampung adalah prosesi adat di mana Jokowi menginjak kepala kerbau. Secara semiotika politik, Selamat menafsirkan tindakan ini sebagai pesan simbolis yang sangat tajam, terutama jika dikaitkan dengan hubungan Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berlambang banteng.

“Jangan salahkan juga kalau publik punya persepsi bahwa Jokowi sedang menginjak bekas partai yang dulu membesarkannya,” kata Selamat.

Ia menjelaskan bahwa kerbau, sapi, dan banteng berada dalam satu rumpun satwa, sehingga tindakan tersebut dapat dibaca sebagai sebuah pesan tersendiri.

“Jadi kalau PDIP marah itu ya bagi saya wajar juga di dalam politik seperti itu, ini kan pesan symbol, jadi ini gajah posisinya di atas kerbau,” tambah Selamat.

Lebih lanjut, penggunaan simbol gajah yang identik dengan Lampung juga dimaknai sebagai upaya memposisikan diri sebagai kekuatan besar.

“Gajah di Lampung itu lebih hebat daripada banteng. Pesan mengenai kesinambungan kepemimpinan atau kekuatan politik, ‘Gue raksasa politik, gue besar loh, bukan semut politik tapi gajah politik’,” jelasnya.

Mempersiapkan Jalan untuk Gibran 2029

Selain masalah simbolisme, safari politik ini juga dinilai erat kaitannya dengan upaya memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan masa depan politik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Mengingat Gibran tidak memiliki basis partai politik yang kuat, Jokowi dianggap sedang turun tangan langsung untuk memastikan keberlanjutan dinasti politiknya di kancah elit nasional.

“Safari politik Jokowi ini pasti juga terkait dengan Gibran. Bagaimana anaknya ini tetap berada di kancah elit nasional,” ungkap Selamat.

Ia bahkan memprediksi bahwa langkah ini adalah bagian dari kampanye terselubung untuk Gibran menghadapi kontestasi 2029, baik sebagai calon presiden maupun wakil presiden kembali.

Strategi Offensive Defense

Di sisi lain, Selamat Ginting melihat adanya strategi offensive defense dalam komunikasi politik Jokowi. Dengan terus melakukan aktivitas publik yang masif, Jokowi dinilai berusaha mengalihkan narasi negatif, seperti isu ijazah dan kritik ekonomi, menjadi narasi dukungan massa.

“Ini upaya mengendalikan narasi media, dari isu ijazah menjadi safari politik. Dia ingin menunjukkan legitimasi politiknya masih kuat kepada publik dan mengurangi persepsi bahwa dirinya sedang terdesak,” pungkasnya.

Tags: Abraham SamadGibran Rakabuming RakaJokowiLampungsafariSelamat GintingUniversitas Nasional

Related Posts

Ketua BEM FH UBK mengaku mendapat suap seusai melakukan aksi dan bertemu Wapres Gibran

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

June 25, 2026
AHY dan Gibran menjadi dua tokoh muda potensial yang bisa meramaikan kontestasi 2029 mendatang

Menerawang Tokoh Muda Potensial Menuju Kontestasi 2029: AHY Pesaing Ketat Gibran

April 29, 2026
Keberadaan Joko Widodo yang membayangi pemerintahan Presiden Prabowo, keduanya pun santer disebut sebagai matahari kembar

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

April 16, 2026
PSIM Yogyakarta akan mendatangkan bek tengah baru di putaran kedua Super League 2025/26.

5 Fakta Jelang Duel Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta, Misi Bangkit di Tengah Badai

April 16, 2026
Ilustrasi tembok ratapan solo yang mengarah ke kediaman atau rumah Jokowi.

5 Tempat Korban Vandalisme Digital Serupa Rumah Jokowi, Ternyata Ada Kediaman Presiden

February 25, 2026
Ilustrasi simbol perlawanan dan kritik atas kebijakan yang mencederai demokrasi dan supremasi masyarakat sipil

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

February 23, 2026
Next Post
Penemuan jenazah seorang Satpam berinisial AS (48) dalam kondisi tergeletak yang diduga akibat serangan jantung di Perumahan Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY, Kamis (2/7/2026). (Polres Bantul)

Satpam Perumahan di Kasihan Bantul Ditemukan Meninggal di Pos Jaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.